Kamis, Agustus 11, 2022
BerandaFintechCek Segera! Ini Aset Kripto Ilegal yang Ditutup OJK

Cek Segera! Ini Aset Kripto Ilegal yang Ditutup OJK

Must Read

Techbiz.id – Satgas Waspada Investasi (SWI) kembali menutup entintas ilegal yang melakukan transaksi aset kripto tanpa izin. Terdapat juga kegiatan usaha lainnya yang dihentikan karena melakukan money game dan robot trading ilegal.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing mengatakan pihaknya telah menghentikan satu entitas yaitu PT Rechain Digital Indonesia yang melakukan perdagangan aset kripto Vidy Coin dan Vidyx secara ilegal atau tanpa izin. Selain itu SWI juga menghentikan lima kegiatan usaha yang diduga money game dan tiga kegiatan usaha robot trading tanpa izin.

Pihaknya pun meminta masyarakat untuk mewaspadai penawaran investasi aset kripto yang saat ini marak agar tidak menjadi korban penawaran pedagang aset kripto yang tidak terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan sehingga berpotensi merugikan masyarakat.

“Hati-hati dengan penawaran investasi aset kripto dengan keuntungan tetap (fix) karena ditunggangi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.” ujar Tongam.

Menurut Tongam, belakangan juga marak penawaran investasi berbasis aplikasi yang harus diwaspadai karena pelakunya memanfaatkan ketidakpahaman masyarakat untuk menipu dengan cara iming-iming pemberian imbal hasil yang sangat tinggi dan tidak wajar, namun terlebih dahulu masyarakat diminta menempatkan/menyetorkan dananya.

Sebelum berinvestasi kripto, Tongam mengatakan, masyarakat harus melihat daftar pedagang kripto apakah berizin atau tidak di Bappebti sebagai otoritas yang berwenang mengatur dan mengawasi kripto.

“Memastikan pihak yang menawarkan investasi tersebut memiliki perizinan dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan.” ungkapnya.

Lalu, masyarakat juga diminta memastikan pihak yang menawarkan produk investasi, memiliki izin dalam menawarkan produk investasi atau tercatat sebagai mitra pemasar. Kemudian, tidak lupa juga terdapat logo instansi pemerintah yang berwenang di dalam penawaran, seperti OJK.

Baca juga: Segera Hapus! 8 Aplikasi Kripto Ini Sangat Berbahaya

“Memastikan jika terdapat pencantuman logo instansi atau lembaga pemerintah dalam media penawarannya telah dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.” tutup Tongam.

Namun, jika menemukan tawaran investasi yang mencurigakan, masyarakat dapat mengkonsultasikan atau melaporkan kepada Layanan Konsumen OJK 157, email konsumen@ojk.go.id atau waspadainvestasi@ojk.go.id.

Terkait

Artikel Terkait

ReCharge Station kini Tersedia di Sarana Transportasi Publik

Techbiz.id - ReCharge Indonesia melakukan pemasangan ReCharge Station (mesin tempat penyewaan power bank) di area transportasi publik, yaitu di 35 Halte...