Minggu, Oktober 2, 2022

E-Wallet Tumbuh Pesat Hingga 300% Akibat Pandemi

Techbiz.id – Dalam laporan yang berjudul “Tren Pembayaran Digital Indonesia 2021”, Xendit memaparkan tren pembayaran digital selama tahun 2021 dimana terjadi peningkatan yang sangat signifikan.

Dalam laporan tersebut ditemukan bahwa metode pembayaran yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah: eWallet lebih dari 40%, Virtual Account juga lebih dari 40%, kartu kredit dan QR Code masing-masing lebih dari 5%.

Dalam periode satu tahun penuh (30 November 2020-30 November 2021), Xendit sendiri telah memproses lebih dari 150 juta transaksi pembayaran digital, baik di Indonesia maupun Filipina.

Nilai total volume transaksi pun mengalami peningkatan, menjadi lebih dari USD12 miliar pada tahun 2021. Saat ini, Xendit memiliki lebih dari 3.000 merchants aktif, yang terdiri dari 90% merchant UKM dan 10% perusahaan.

Baca juga: Tiga Solusi Bisnis Xendit Bikin Usaha Lebih Mudah dengan Smartphone

Berikut ini beberapa temuan menarik dari data Xendit: 

Pembayaran via eWallet.

Pemakaian eWallet mengalami pertumbuhan signifikan dari tahun ke tahun, terutama selama pandemi, dengan total pertumbuhannya mencapai lebih dari 300% dari awal tahun 2021. Jumlah pengguna eWallet juga meningkat 2,4x lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Di bulan November 2021, hampir separuh merchant Xendit sudah memiliki kanal eWallet khusus untuk menerima pembayaran pembeli. 

Pembayaran via QR Code

Penggunaan QR Code juga mengalami kenaikan hingga 7x lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Akselerasi ini didorong oleh regulasi pemerintah yang menetapkan Quick Response Indonesian Standard (QRIS), sehingga semua pembayaran digital dapat difasilitasi hanya dengan satu kode yang sama. Di bulan November 2021, Xendit mencatat bahwa 1 dari 5 merchanttelah menggunakan QR code untuk menerima pembayaran dari pembeli. 

Rata-rata nilai transaksi

Berdasarkan data Xendit, rata-rata nilai transaksi untuk setiap metode pembayaran sangat bervariasi – dengan Virtual Account menempati angka tertinggi (rata-rata Rp2.300.000) dan eWallet menempati angka terkecil (rata-rata Rp70.000). Hal ini mengindikasikan bahwa eWallet banyak digunakan untuk pembayaran bernilai kecil, serupa dengan QR Code yang mencatatkan nominal transaksi rata-rata Rp250.000. Sementara itu, untuk pembelian bernominal besar, pembeli Indonesia lebih banyak mengandalkan Virtual Account, outlet ritel (rata-rata Rp1.200.000), dan kartu kredit (rata-rata Rp800.000). 

Sektor industri

Berdasarkan data Xendit, sektor yang memiliki peningkatan transaksi terbanyak selama tahun 2021 berasal dari 3 industri, yaitu Produk Digital dengan peningkatan lebih dari 400%, Industri Jasa dengan peningkatan lebih dari 300%, dan Jasa Keuangan dengan peningkatan lebih dari 150%.

“Kami melihat bahwa selama beberapa tahun terakhir, konsumen Indonesia menginginkan metode pembayaran yang semakin beragam. Untuk itulah, sangat penting bagi para pemilik bisnis – baik usaha besar maupun mikro – untuk dapat beradaptasi dan menyediakan berbagai metode pembayaran dengan payment gateway seperti XenditHal ini penting untuk memberikan pilihan yang lebih banyak bagi pembeli, serta meningkatkan konversi transaksi online,” ungkap Moses Lo, CEO dan Co-Founder Xendit.

Simak artikel menarik lainnya:

Terkait

Artikel Terkait

5 Kelebihan Wuling Almaz EX, yang Terakhir Indonesia Banget

Techbiz.id - Wuling Almaz Exclusive atau dikenal Almaz EX menjadi salah satu tipe yang cukup banyak menjadi pilihan konsumen...