Sabtu, Mei 28, 2022
BerandaBusiness UpdateMeta Ancam Tutup Instagram dan Facebook di Eropa, Ini Sebabnya

Meta Ancam Tutup Instagram dan Facebook di Eropa, Ini Sebabnya

Must Read

Techbiz.id – Meta, selaku induk Facebook dan Instagram mengancam akan menutup dua platform tersebut di Eropa. Hal ini terkait dengan kesepakatan transfer data permanen.

Peringatan itu disampaikan Meta dalam Securities and Exchange Commission (SEC) baru-baru ini. Masalahnya berawal dari aturan yang digunakan Meta untuk mentransfer dan menyimpan data pengguna dari Eropa ke server yang ada di Amerika Serikat.

Ketentuan itu diatur dalam aturan Privacy Shield dan perjanjian model atau Standard Contractual Clauses. Namun nyatanya aturan ini dibatalkan oleh European Court of Justice pada Juli 2020, karena kekhawatiran keamanan data pengguna Eropa setelah dikirim ke AS.

Sejak itu, Uni Eropa dan AS mengklaim tengah mengerjakan perjanjian versi baru. Meta pun turut menekankan bahwa kemampuan untuk mentransfer data antar negara dan wilayah sangat penting untuk bisnisnya, seperti dilansir dari New York Post, Selasa (8/2/2022).

Baca juga: Jual Aset Diem, Proyek Kripto Meta Berakhir

Hal ini memainkan peranan kunci dalam menargetkan periklanannya. Sehingga apabila aturan baru tidak disahkan, ada kemungkinan Meta tidak akan bisa menawarkan produk dan layanan pentingnya di Uni Eropa, termasuk Facebook dan Instagram.

“Jika kerangka transfer data transatlantik baru tidak diadopsi dan kami tidak dapat terus mengandalkan SCC (klausul kontrak standar) atau mengandalkan cara alternatif lain untuk transfer data dari Eropa ke Amerika Serikat, kami kemungkinan tidak akan dapat menawarkan sejumlah produk dan layanan kami yang paling signifikan, termasuk Facebook dan Instagram, di Eropa,” kata juru bicara Meta.

Sementara, VP of Global Affairs and Communication Meta Nick Clegg mengatakan tidak adanya perjanjian transfer data internasional bisa menghambat pertumbuhan ekonomi dan bisnis berbasis data di Uni Eropa.

“Dampaknya akan dirasakan oleh bisnis besar dan kecil, di beberapa sektor,” kata Clegg.

“Kami mendesak regulator untuk mengadopsi pendekatan yang proporsional dan pragmatis untuk meminimalisir gangguan terhadap ribuan bisnis yang, seperti Facebook, telah mengandalkan mekanisme ini untuk transfer daya dengan cara yang aman dan terjamin,” imbuhnya.

Terkait

Artikel Terkait

DJI Mini 3 Pro, Drone Ringan dengan Video 4K

Techbiz.id - DJI Mini 3 Pro resmi hadir di Indonesia melalui jaringan ritel Erajaya Active Lifestyle dan diklaim menjadi...