Kamis, Desember 8, 2022

5G, NFT, Kripto dan Metaverse: The Next Big Things?

Techbiz.id – Mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Sultan Gustaf Al Ghozali atau yang karip disebut Ghozali Everyday membuat gempar di awal tahun 2022 ini. Dia meraup cuan mata uang Kripto Ethereum senilai hingga Rp1,5 miliar hasil jualan foto selfie miliknya sebagai Non Fungibel Token (NFT) di marketplace OpenSea.

Tidak hanya aset NFT, kini sejumlah aset Kripto juga banyak digemari semenjak meningkatnya popularitas Bitcoin. Banyak masyarakat yang terjun untuk berinvestasi di aset Kripto serta menjual kreatifitasnya seperti NFT.

Lalu, yang terbaru kini muncul Metaverse. Istilah di novel Snow Crash ciptaan Neal Stephenson tahun 1992 ini mencuat saat pemilik Facebook Mark Zuckerberg mengubah nama perusahaan induk Facebook menjadi meta dan menciptakan Metaverse.

Setelah itu, bagaimana perkembangan NFT, Kripto hingga Metaverse saat ini yang bisa digunakan untuk meraup cuan. Lalu bagaimana juga regulasi dari pemerintah untuk melindungi masyarakat sehingga merasa aman untuk berinvestasi di aset ini. Dan, apakah setelah NFT, Kripto hingga Metaverse, akan muncul aset lain yang bisa digunakan untuk investasi?

CEO Pintu Timothius Martin menjelaskan untuk di Indonesia saat ini kripto dan NFT yang masih populer karena kemunculan Ghozali Everyday. Padahal menurutnya, NFT dan kripto ini masuk ke dalam Metaverse. Metaverse ini kini marak di dunia karena dalam Metaverse seseorang bisa beraktifitas.

“Jadi dalam Metaverse ada perdagangan yang legal, bisa bekerja, bisa menonton film. Bahkan Justin Bieber pernah konser dan jadi yang pertama konser di dalam Metaverse,” ungkap Timothius.

Baca juga: Raup Rp 24 Miliar, Hacker Curi Ratusan NFT dari OpenSea

Timothius juga mengatakan dalam aplikasi Pintu, para penggunanya juga bisa belajar tentang Kripto beserta mata uangnya. Selain itu, ada sejumlah tips yang bisa pengguna dapatkan sebelum berinvestasi di Kripto atau NFT.

CTO Populix Jonathan Benhi juga menyebut saat ini Metaverse tengah populer semenjak Facebook juga mengganti nama perusahaannya jadi Meta. Namun saat ini, di Indonesia masih populer tentang investasi dari Kripto termasuk NFT.

“Kami melakukan survei dan 44 persen responden menyatakan NFT hingga kripto masih akan berlangsung hingga lima tahun ke depan. Alasanya karena masih banyak masyarakat Indonesia yang belum tahu tentang NFT maupun Kripto,” ujar Jonathan Benhi.

Sementara itu, President Director Utama Smartfren Merza Fachys dari semua bisnis yang saat ini sedang marak maka harus ada internet yang bagus. Padahal saat ini, Merza mengatakan untuk membangun jaringan fiber optik biayanya sangat mahal dan juga perizinannya sulit sekali.

“Kami (penyelenggara operator) mengajak teman-teman yang lebih muda, pelaku bisnis yang memanfaatkan internet seperti kripto, NFT dan metaverse untuk saling sharing hingga ikut bernyanyi supaya pemerintah mendengarkan untuk membantu penyediaan internet yang cepat,” ujar Merza Fachys saat menjadi pembicara webinar Selular Congress 2022, Rabu (30/3/2022).

Terkait

Artikel Terkait

Penjualan Ponsel Lipat Samsung Naik Dua Kali Lipat untuk Pengguna Bisnis

Techbiz.id - Samsung Electronics mengumumkan penjualan smartphone Galaxy Z Fold dan Galaxy Z Flip untuk penggunaan perusahaan telah meningkat...