Sabtu, Mei 28, 2022
BerandaNewsAS Tuding PeduliLindungi Langgar HAM, Kemenkes: Tidak Berdasar

AS Tuding PeduliLindungi Langgar HAM, Kemenkes: Tidak Berdasar

Must Read

Techbiz.id – Aplikasi PeduliLindungi dituding melanggar hak asasi manusia (HAM) oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) melalui laporan bertajuk “Indonesia 2021 Human Rights Report”.

Menanggapi hal ini, Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi mengatakan tuduhan dari AS terhadap aplikasi PeduliLindungi melanggar HAM tidaklah berdasar.

“Tuduhan aplikasi ini tidak berguna dan juga melanggar hak asasi manusia (HAM) adalah sesuatu yang tidak mendasar.” ujar Nadia, melalui laman resmi Kemenkes RI, Jumat (15/4/2022).

Menurut Nadia, aplikasi yang sudah diunduh oleh lebih dari 90 juta orang ini telah membantu mencegah warga yang terkena Covid-19 mengakses fasilitas dan tempat umum seperti pusat perbelanjaan, airport, pelabuhan, hotel, dan gedung perkantoran.

Misalnya saja sepanjang 2021-2022, PeduliLindungi telah mencegah 3.733.067 orang dengan status merah (vaksinasi belum lengkap) untuk memasuki ruang publik.

Ia pun menambahkan, aplikasi ini juga telah mencegah 538.659 upaya orang yang terinfeksi Covid-19 (status hitam) melakukan perjalanan domestik atau mengakses ruang publik tertutup.

“PeduliLindungi turut berkontribusi pada rendahnya penularan Covid-19 di Indonesia dibanding negara tetangga dan bahkan negara maju. Aplikasi ini memiliki peran yang besar dalam menekan laju penularan saat kita mengalami gelombang Delta dan Omicron,” jelas Nadia.

Untuk itu, Nadia mengimbau semua pihak agar teliti membaca laporan asli dari US State Departement tersebut. Ia menegaskan bahwa laporan itu tidak mengandung tuduhan bahwa PeduliLindungi melanggar HAM.

“Kami memohon agar para pihak berhenti memelintir seolah-olah laporan tersebut menyimpulkan adanya pelanggaran,” katanya

PeduliLindungi, dikatakan Nadia, telah memuat prinsip-prinsip tata kelola aplikasi yang jelas, termasuk kewajiban untuk tunduk dengan ketentuan perlindungan data pribadi.

Baca juga: Aplikasi PeduliLindungi Dinilai Langgar HAM, Ini Sebabnya

Pengembangan PeduliLindungi juga mengacu pada kesepakatan global dalam Joint Statement WHO on Data Protection and Privacy in the Covid-19 Response tahun 2020, yang menjadi referensi berbagai negara atas praktik pemanfaatan data dan teknologi protokol kesehatan Covid-19.

Ia kembali menegaskan, sistem keamanan sistem dan perlindungan data pribadi pada PeduliLindungi merupakan prioritas Kementerian Kesehatan. Bahkan dalam hal ini, Kemenkes telah melakukan kerjasama strategis dengan berbagai pihak untuk memastikan sistem PeduliLindungi telah aman dan laik digunakan.

“Bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kementerian Kesehatan telah menerapkan sistem pengamanan berlapis yaitu pengamanan pada aplikasi, pengamanan pada infrastruktur (termasuk pusat data) dan pengamanan data terenkripsi.” tuturnya.

Disampaikan Nadia, PeduliLindungi juga telah melalui rangkaian penilaian aspek teknis dan legalitas dalam rangka pendaftaran sebagai penyelenggara sistem elektronik pada Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan penempatan data di Pusat Data Nasional Kementerian Komunikasi dan Informatika.

“Dengan demikian, PeduliLindungi merupakan sistem elektronik yang andal, aman, terpercaya, dan bertanggung jawab.” Pungkasnya.

Terkait

Artikel Terkait

DJI Mini 3 Pro, Drone Ringan dengan Video 4K

Techbiz.id - DJI Mini 3 Pro resmi hadir di Indonesia melalui jaringan ritel Erajaya Active Lifestyle dan diklaim menjadi...