Jumat, Agustus 12, 2022
BerandaMarket UpdateDaya Beli Rendah, Penjualan Ponsel Indonesia Terjun Bebas

Daya Beli Rendah, Penjualan Ponsel Indonesia Terjun Bebas

Must Read

Techbiz.id – Berdasarkan laporan yang dirilis International Data Corporation (IDC), di tahun 2022 ini penjualan di pasar ponsel pintar Indonesia mulai sepi dan mengalami penurunan yang cukup berarti.

Penjualan di pasar ponsel pintar Indonesia dilaporkan menurun 17,3% dari tahun ke tahun (YoY) dan 13,1% kuartal ke kuartal (QoQ) dan mencapai 8,9 juta unit pada kwartal pertama tahun 2022.

Penurunan tersebut diakibatkan dari daya beli konsumen yang lebih rendah karena harga barang yang lebih tinggi, seperti gas dan komoditas (termasuk telepon seluler) dan pasokan smartphone entry-level yang lebih rendah di pasar berkontribusi terhadap penurunan ini.

Sedikitnya pasokan smartphone di kisaran harga USD200 ke bawah menurut Associate Market Analyst di IDC Indonesia, Vanessa Aurelia karena terbatasnya pasokan chipset 4G kelas bawah menyebabkan penurunan sebesar 22% YoY di segmen ini.

Penurunan YoY yang tinggi juga disebabkan oleh normalisasi permintaan setelah pendorong pertumbuhan yang disebabkan oleh pandemi mereda. Semua faktor digabungkan untuk memberi tekanan tambahan pada kuartal rendah musiman.

Baca juga:

IDC memperkirakan pengiriman smartphone di 2Q22 akan lebih rendah dari pengiriman di 2Q21. Sedangkan pada kwartal kedua tahun 2Q22, periode Ramadhan sedikit memberikan dorongan di bulan April. Hal ini juga dikarenakan, pemerintah mengamanatkan kepada pengusaha bahwa Tunjangan Hari Raya (THR) harus dibayar penuh pada April 2022 yang memberikan konsumen ekstra likuiditas.

Namun, tambahan likuiditas ini bisa tergerus seiring dengan kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) dari 10% menjadi 11% pada 1 April 2022 yang efektif menaikkan harga barang. Selain itu, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi Pertamax juga ikut berkontribusi.

Menurut Vanessa Aurelia, harga-harga barang yang melambung tinggi diperkirakan akan makin memperlemah daya beli konsumen.

“Vendor smartphone mungkin tidak dapat menyerap kenaikan harga di atas level tertentu, sehingga mengakibatkan harga jual keseluruhan lebih tinggi. Pengiriman smartphone pun diperkirakan akan tetap datar sepanjang tahun 2022, dibandingkan dengan pengiriman tahun 2021,” pungkasnya.

Terkait

Artikel Terkait

Sambut Kemerdekaan, IM3 Tawarkan Kuota 100GB

Techbiz.id - Menyambut hari kemerdekaan Indonesia, IM3 kembali menghadirkan kampanye terbarunya, Menjadi Indonesia dengan menawarkan paket Freedom Internet kuota...