Kamis, Desember 8, 2022

UKM Perlu Lakukan Tiga Langkah Ini untuk Perlindungan data

Techbiz.id – Saat ini UKM telah menjadi target utama yang rentan akan serangan siber. Menurut Wall Street Journal (WSJ), perusahaan dengan pendapatan tahunan kurang dari USD10 juta (sekitar 147 juta rupiah) cenderung kurang siap menghadapi serangan siber. 

Fireeye juga melaporkan bahwa 77% dari semua kejahatan dunia maya menargetkan usaha kecil, dan hanya 42% pemilik usaha yang peduli dengan keamanan siber. Sementara itu, National Small Business Associatio juga melaporkan bahwa sebanyak 60% usaha kecil bangkrut dalam waktu enam bulan setelah mengalami serangan siber.

Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar UKM tidak memiliki kesiapan untuk perlindungan data mereka dan bertahan dari ancaman serangan siber yang semakin meningkat. Menurut WSJ, kebanyakan UKM tidak tahu kapan mereka menjadi korban serangan siber karena tidak memiliki alat untuk mengidentifikasi terjadinya serangan.

Ransomware dapat mengenkripsi file yang tersimpan di komputer dan menyebar ke seluruh jaringan, mengakibatkan perusahaan tidak dapat mengakses data mereka sendiri. Setelah data terinfeksi, membayar tebusan untuk data pun tidak dapat menjamin bahwa data bisa didapatkan kembali sepenuhnya.

Tantangan umum lainnya adalah data yang tersebar di berbagai lokasi penyimpanan serta redundansi data. Banyak perusahaan telah mengadopsi kebijakan kerja jarak jauh (remote work).

Meskipun model kerja ini dapat meningkatkan produktivitas, data kantor semakin tersebar di seluruh server, mesin virtual, komputer pribadi, dan bahkan aplikasi cloud/SaaS seperti Google Workspace dan Microsoft 365.

Baca juga:

Untuk mengamankan data serta mematuhi peraturan seperti GDPR, semua perangkat dan platform wajib dicadangkan. Akan tetapi, timbul masalah kompatibilitas ketika software pencadangan hanya kompatibel dengan perangkat tertentu.

Hal ini akan memunculkan masalah baru yaitu biaya lisensi mahal untuk pembelian hardware dan software terpisah.

Mempertimbangkan masalah ini, UKM mungkin membutuhkan solusi alternatif untuk Perlindungan data mereka. Solusi yang dapat memusatkan perlindungan data di seluruh platform, dengan pencadangan multi-versi, dan pemulihan yang fleksibel adalah jawaban untuk meminimalkan kerusakan saat terjadi serangan.

Bagi perusahaan yang sedang mencari solusi pencadangan baru, Anda perlu memastikan solusi tersebut mendukung tiga fungsi utama ini:

Perlindungan Data UKM

1. Manajemen Terpusat

Sistem manajemen data terpusat perlu mendukung tugas pencadangan komprehensif dari satu portal. Admin IT dapat menerapkan dan memantau tugas pencadangan dengan notifikasi instan dan laporan terperinci.

Solusi pencadangan yang tepat harus menyediakan manajemen intuitif untuk seluruh endpoint, termasuk server, mesin virtual, serta aplikasi SaaS. Memiliki opsi pemulihan yang cepat dan mudah juga merupakan fitur krusial untuk pencadangan lebih efektif.

Solusi terkemuka saat ini menawarkan pemulihan yang cepat untuk meminimalkan waktu henti layanan. Selain itu, kemudahan penggunaan juga dapat membantu karyawan memulihkan data mereka sendiri tanpa perlu membebani admin IT.

2. Teknologi Pencadangan Cerdas

Solusi pencadangan data yang baik harus menyediakan pencadangan efisien untuk semua perangkat tanpa memenuhi ruang penyimpanan.

Pilih solusi pencadangan yang memiliki teknologi backup inkremental, di mana hanya file tambahan atau yang berubah saja yang akan dicadangkan setelah pencadangan terakhir.

Selain itu, pilih juga solusi yang memiliki teknologi deduplikasi data untuk menghilangkan blok data yang identik.

Solusi yang ideal harus dapat memberikan kedua opsi ini serta dapat diskalakan dengan fleksibel untuk kebutuhan pertumbuhan bisnis tanpa perlu mengganti infrastruktur IT yang ada.

3. Memenuhi Anggaran & Persyaratan Keamanan

Melindungi data bisnis membutuhkan biaya tinggi, seperti biaya konstruksi infrastruktur, analisis keamanan, pemantauan jaringan, pemeliharaan rutin, firmware, pembaruan software, dan biaya lisensi berulang.

Memiliki solusi yang dapat mengintegrasikan hardware dan software dapat menghemat biaya pencadangan.

Beberapa penyedia solusi penyimpanan menawarkan aplikasi pencadangan bawaan yang dapat melindungi data secara komprehensif, termasuk tugas backup untuk lingkungan fisik dan virtual, serta menyimpan salinan ke luar lokasi seperti ke cloud.

Dengan konsolidasi penerapan dan dukungan teknis dari satu vendor, admin IT dapat menerapkan strategi pencadangan dan pemulihan yang komprehensif tanpa perlu membayar biaya lisensi atau pemeliharaan tambahan.

Terkait

Artikel Terkait

Saham GoTo Anjlok Terus, Telkom Tidak Fokus Capital Gain

Techbiz.id - Menanggapi terus menurinnya harga saham GoTo, Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah ikut menanggapi mengenai nasib investasi Telkomsel...