Minggu, Januari 29, 2023

Net5.5G Buka Peluang Baru Bagi Operator Bisnis B2B

Techbiz.id – Di era Net5.5G, transformasi digital perusahaan akan makin membawa lebih banyak peluang baru bagi operator bisnis B2B.

Hal tersebut disampaikan Kevin Hu, President, Data Communication Product Line, pada Global Ultra-Broadband Forum 2022 (UBBF 2022). Kevin juga mengungkap peluang bisnis utama dan langkah-langkah utama bagi operator untuk mencapai pertumbuhan baru dalam bisnis B2B, menjelaskan persyaratan baru untuk jaringan transportasi Internet Protocols (IP) terkonvergensi di era 5.5G, dan menjelaskan karakteristik utama Net5.5G.

Net5.5G disampaikan Kevin Hu akan membantu operator untuk mewujudkan peningkatan holistik dari jalur pribadi VPN MPLS (Virtual Private Networks Multiprotocol Label Switching) tradisional ke “Private Line + X”, serta menyediakan portofolio solusi yang luas kepada pelanggan, untuk meningkatkan pertumbuhan baru dalam pendapatan B2B.

Secara umum, untuk pengembangan layanan Mobile Broadband (MBB), Fixed Broadband (FBB) dan B2B, jaringan transportasi IP dasar operator akan semakin cepat menuju Net 5.5G, dan seluruh industri juga perlu membuat cadangan teknis yang sesuai terlebih dahulu.

Salah satu fitur utama Net5.5G dari OMDIA adalah Green Ultra-broadband (GUB). Melalui kemampuan 50GE ke base station, 100GE ke Broadband Network Gateway (BNG), dan 800GE ke backbone ultra-broadband, ini dapat mendukung persyaratan pengalaman 10Gpbs Everywhere dari pengguna (end user), serta menyediakan lebih dari 10 kali pertumbuhan bandwidth untuk aplikasi interaktif real-time.

Pada saat yang sama, jaringan pusat data semakin berkembang menjadi infrastruktur utama bagi operator untuk menyediakan layanan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK). Ke depannya, tren ini akan bergerak menuju pengembangan sebuah arsitektur yang terkonvergensi all-ethernet, yang mendukung satu skala server DC tingkat jutaan, interkoneksi 800GE, dan mempromosikan automasi siklus hidup penuh dengan jaringan penggerak otonom L4.

Fitur utama Net5.5G yang dikemukakan oleh OMDIA antara lain Multi-domain Network AI (MNA), High Resilience & Low latency (HRL), IPv6 Enhanced (IPE) seperti E2E SRv6, Heterogeneous Massive IoT (HMI), Ubiquitous Trusted Network (UTN). Ini adalah unsur utama untuk mendukung pertumbuhan bisnis B2B 5.5G, F5.5G dan operator “Private line + X” yang baru.

Kevin Hu menekankan bahwa pengembangan Net5.5G membutuhkan upaya bersama dari industri. Huawei akan bekerja sama dengan pelanggan dan mitra untuk mempromosikan konsensus industri dan standar terkait, membuat cadangan inovasi teknologi utama, mempercepat percontohan inovasi skenario bisnis, dan terus mengeksplorasi batasan bisnis baru. Bersama Huawei melangkah ke Net5.5G, mendorong pertumbuhan baru.

Baca juga:

Terkait

Artikel Terkait

Galaxy Tab A7 Lite Wi-Fi Temani Anak Beraktivitas

Techbiz.id - Samsung Indonesia melengkapi lini tabletnya dengan memperkenalkan Galaxy Tab A7 Lite Wi-Fi. Varian baru ini hadir dengan...