Minggu, Januari 29, 2023

Pakar: Jalankan Dua Bisnis Ini, GoTo Pasti Untung

Techbiz.id – Bisnis perusahaan gabungan Gojek dan Tokopedia, GoTo terus mendapat perhatian banyak pihak lantarann berbagai macam persoalan yang menderanya.

Pertengahan bulan November 2022 lalu GoTo resmi mengumumkan PHK 1.300 karyawannya. Menurut manajeman GoTo, keputusan berat tersebut terpaksa dilakukan oleh manajemen, lantaran tantangan makro ekonomi global juga berdampak signifikan bagi para pelaku usaha di seluruh dunia.

Sehingga, perusahaan harus mengakselerasi upaya untuk menjadi bisnis yang secara finansial mampu mandiri dan tumbuh secara sustainable dalam jangka panjang. Hal ini dilakukan antara lain dengan memfokuskan diri pada layanan inti, yaitu on-demand, e-commerce dan financial technology.

PHK yang dilakukan GoTo merupakan pemangkasan dengan jumlah terbesar di Indonesia. Tak hanya di Indonesia, PHK dilakukan di seluruh negara operasional GoTo, yakni di Singapura, India, dan Vietnam.  

Kini kelangsungan bisnis GoTo diwarnai dengan anjloknya saham perusahaan publik tersebut yang turun hingga menyentuh batas level penurunan paling bawah dalam sehari atau auto reject bawah (ARB) sebanyak empat kali.

Sebagai informasi, GoTo adalah ekosistem digital terbesar di Indonesia yang terdiri dari beberapa layanan gabungan Tokopedia dan Gojek. Gojek sendiri sempat mengklaim telah berkontribusi sebesar 2 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Menurut Pakar Industri Digital, Alex Rusli, bisnis digital yang dijalankan oleh GoTo sebenarnya masih memiliki potensi yang sangat baik. Hanya saja bisnis yag dijalankan perusahaan tersebut terlalu banyak.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Gartner, pertumbuhan bisnis digital secara global tumbuh 5%. Sedangkan di Indonesia sendiri bisnis digital masih bisa tumbuh double digit.

Menghadapi perlambatan ekonomi di tahun 2023 perusahaan digital harus mengkondisikan ulang bisnis mereka untuk membenahi fudamentalnya dan  mendefinisikan ulang terkait arah bisnis dan prioritas bisnis mereka.

“Mereka harusnya hanya fokus menjalankan bisnis logistik dan pesan antar makanan. Cukup dua itu saja ngga usah banyak-banyak saya yakin pasti untung,” tegas Alex di acara Digital Industry Forecast yang digelar oleh Techbiz Indonesia.

Terkait

Artikel Terkait

Galaxy Tab A7 Lite Wi-Fi Temani Anak Beraktivitas

Techbiz.id - Samsung Indonesia melengkapi lini tabletnya dengan memperkenalkan Galaxy Tab A7 Lite Wi-Fi. Varian baru ini hadir dengan...