Sabtu, Mei 28, 2022
BerandaBusiness UpdateLaba Usaha Passpod Meningkat 27,35 Persen

Laba Usaha Passpod Meningkat 27,35 Persen

Must Read

TechBiz.ID – Setahun sejak melantai di Bursa Efek Indonesia, Passpod berhasil meningkatkan laba kotor sebesar 89,83% atau Rp 4,69 miliar year-on-year (YoY) per 30 September 2019, atau dari Rp 5,23 miliar per 30 September 2018 menjadi Rp 9,92 miliar. Sedangkan selama setahun, laba usaha Passpod meningkat sebesar 27,35% atau Rp 161,35 juta dari Rp 589,88 juta per 30 September 2018 menjadi Rp 751,23 juta per 30 September 2019.

Passpod adalah perusahaan jasa penyewaan modem wifi dan travel assistance bagi traveler Indonesia yang bepergian ke luar negeri, dengan tiga segmen usaha yaitu bidang travel services, AI & big data, dan global connectivity. Tepat pada 29 Oktober 2018 lalu, PT Yelooo Integra Datanet Tbk. resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham ‘YELO’. Melalui pencatatan perdana saham ini YELO menjadi emiten ke 46 pada tahun 2018, sekaligus startup pertama binaan program inkubasi BEI dan OJK, yakni IDX Incubator, yang melantai di Bursa Efek Indonesia.  

CEO Passpod, Hiro Whardana mengatakan, setahun Passpod melantai di Bursa Efek Indonesia, sudah banyak mimpi yang berhasil tercapai, mulai dari menghadirkan berbagai produk dan fitur terbaru seperti tiket atraksi & event, asuransi perjalanan, e-commerce, travel itinerary, dan tak lupa Passpod+.

“Kami juga mencatatkan milestone Passpod yang telah berhasil ekspansi keluar negeri. Dengan proyeksi jumlah outbound traveler di Indonesia yang terus meningkat, kami berhasil mencapai penjualan yang membanggakan, khususnya pada kuartal Q3 2019 ini,” jelasnya.

Pada kuartal ketiga di tahun 2019, Passpod mengalami peningkatan penjualan sebesar 83,57% menjadi Rp 29,24 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 15,93 miliar. Dari segmen usaha global connectivity, terdapat peningkatan penjualan kuota internet dan sewa modem yakni sebesar 93,60% menjadi Rp 30,54 miliar dari sebelumnya Rp 15,78 miliar. Sedangkan dari segmen travel services terjadi peningkatan penjualan tiket transaksi, tiket event dan asuransi sebesar 503,28% dari Rp 159,36 juta menjadi Rp 961,42 juta.

“Setahun setelah kami go-public, kami terus meningkatkan kinerja perseroan demi mencapai target kami. Dari sisi neraca perseroan, kami terus meningkatkan total aset dimana total aset YELO sampai dengan 30 September 2019 tercatat sebesar Rp 84,88 miliar, dengan 52,24% diantaranya adalah merupakan aset lancar YELO. Kami juga berhasil meningkatkan jumlah ekuitas yang jauh lebih besar yakni sebesar Rp 81,12 miliar dibandingkan jumlah liabilitas YELO per 30 September 2019 sebesar Rp 3,76 miliar,” ucap Direktur Passpod Wewy Susanto.

Terkait

Artikel Terkait

DJI Mini 3 Pro, Drone Ringan dengan Video 4K

Techbiz.id - DJI Mini 3 Pro resmi hadir di Indonesia melalui jaringan ritel Erajaya Active Lifestyle dan diklaim menjadi...