Saturday, July 24, 2021
Home Fintech Bakal Gemilang, Ini 3 Prediksi Mata Uang Crypto di 2020

Bakal Gemilang, Ini 3 Prediksi Mata Uang Crypto di 2020

Must Read

Realme C21Y dan C25s Resmi Hadir, Harganya Mulai Sejutaan

Techbiz.id - Memperkuat segmen entry-level, realme menghadirkan dua perangkat barunya di Indonesia, yakni realme C21Y dan C25s. Keduanya diluncurkan...

Update Harga realme C11 Juli 2021, Diskon Rp 300 Ribu!

Techbiz.id - Sebagai ponsel entry level, realme C11 dibanderol dengan harga yang terjangkau. Kini, memasuki akhir Juli 2021, banderol...

Metrodata Siap Dukung Kebutuhan Super App Perbankan

Techbiz.id - PT Mitra Integrasi Informatika (MII) — salah satu entitas anak PT Metrodata Electronics siap menjadi mitra bagi industri perbankan...

Konsep Shoppertainment Jadi Tren Pemasaran Mega Sales

Techbiz.id - Konsep Shoppertainment atau belanja sambil mencari hiburan diprediksi akan merajai tren pemasaran selama periode festival belanja atau...

Vivo Y53s, Smartphone Buat Hiburan Harga Rp3 Jutaan

Techbiz.id - Smartphone generasi Y series terbaru Vivo Indonesia, Vivo Y53s, resmi diluncurkan untuk memenuhi kebutuhan hiburan para penggunanya. Konsumen...

Techbiz.id – Luno memproyeksikan tahun 2020 menjadi tahun yang sangat menarik bagi cryptocurrency. Tren investasi cryptocurrency pada 2019 menunjukkan perubahan dari perilaku investasi yang spekulatif dan seringkali menyebabkan volatilitas, menjadi perilaku investasi yang lebih konservatif dan menciptakan iklim investasi yang relatif lebih stabil.

Para investor kini menggunakan cryptocurrency untuk mendiversifikasi instrumen investasi mereka. Kondisi ini memberikan potensi keuntungan yang lebih tinggi karena pasar bergerak ke posisi risk off.

Tren ini sebagian dipengaruhi oleh pembelian koin oleh lebih banyak investor institusional yang menyeimbangkan pengaruh spekulan jangka pendek dengan strategi investasi jangka panjang. Cryptocurrency perlahan-lahan menjadi bagian dari lanskap keuangan masyarakat. Luno memiliki tiga prediksi utama pasar cryptocurrency untuk tahun 2020.

1. Regulasi

Berkembang pesatnya ekosistem cryptocurrency mendorong regulator di seluruh dunia mempercepat upaya mereka untuk menciptakan regulasi yang merangkul atau mengendalikan pasar cryptocurrency. Perkembangan yang begitu cepat ini dipengaruhi oleh Facebook yang memasuki pasar cryptocurrency dengan proyek Libra-nya.

Pada tahun 2020, Luno memproyeksikan tren positif ini terus berlanjut. Luno juga memproyeksikan sejumlah kesepakatan global terkait cyptocurrency akan mulai berlaku pada 2020.

Pada bulan Oktober, negara-negara G7 menguraikan perlunya peraturan stablecoin, ini memberikan tanda positif bahwa pedoman atau undang-undang terkait cryptocurrency dapat diproduksi tahun depan.

2. Adopsi

Selama ini banyak negara kehilangan potensi keuntungan dari Bitcoin dan cryptocurrency lainnya karena kurangnya kesempatan untuk menggunakannya. Sepanjang 2019, Luno melihat perubahan secara cepat dengan adanya perusahaan baru seperti Flexa yang memperkenalkan fasilita pembayaran crypto yang lebih fleksibel untuk pengecer.

Lebih penting lagi, ada beragam pengecer baik besar maupun kecil, yang bersedia mengintegrasikan layanan mereka. Dua diantaranya adalah Whole Foods Market dan Office Depot dan Nordstrom.

Pada tahun 2020, Luno memproyeksikan tren ini akan berlanjut. Starbucks, misalnya, telah
mengumumkan bahwa mereka akan mengintegrasikan layanan pembayaran kripto Bakkt pada paruh pertama tahun 2020. Starbucks memiliki hampir 30.000 outlet di seluruh dunia.

3. Transisi

Pada tahun 2020 akan ada sejumlah peristiwa besar yang memungkinkan cryptocurrency bertransisi ke peran baru dalam layanan keuangan global. Proyek besar yang mendorong transisi ini adalah Libra. Proyek Libra telah menuai kritik dari semua pihak, dengan sejumlahn regulator bersatu untuk menyerang CEO Facebook Mark Zuckerburg dan CEO Libra David Marcus.

Meskipun dihantam, mereka tetap bertahan. Pada bulan Oktober, 21 organisasi secara resmi menandatangani piagam Asosiasi Libra pada pertemuan perdana proyek tersebut di Jenewa – Andreessen Horowitz, Vodafone, dan Uber adalah tiga diantara banyak nama besar.

Proyek ini berkembang pesat. Empat puluh dompet, alat, dan block explorer ditambah 1.700 komitmen GitHub kini telah dibangun di atas blockchain testnet yang telah menunjukkan 51.000 transaksi tiruan dalam dua bulan terakhir. Node Libra yang memproses transaksi sekarang dijalankan oleh Coinbase, Uber, BisonTrails, Iliad, Xapo, Anchorage, dan Calibra Facebook.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Artikel Terkait

Artikel Terbaru

Pengguna Vivo Sudah Bisa Nikmati 5G, Begini Caranya

Techbiz.id - Pengguna smartphone Vivo yang telah mendukung jaringan 5G, yaitu vivo V21 5G, vivo X60, dan vivo X60...