Saturday, March 6, 2021
Home News Resiko Cloud dan Manajemen Supply Chain Diprediksi Meningkat di 2020

Resiko Cloud dan Manajemen Supply Chain Diprediksi Meningkat di 2020

Must Read

Terungkap, Ini Spesifikasi Realme 8

Techbiz.id - Kehadiran Realme 8 Series tampak semakin jelas setelah perusahaan menggoda sedikit spesifikasinya melalui ajang inovasi kamera yang...

Toko Online Samsung Tawarkan 3 Kemudahan Bagi Konsumen

Techbiz.id - Samsung Electronics Indonesia menyediakan layanan baru yaitu Same Time Delivery Installation: layanan pengantaran sekaligus pemasangan produk elektronik...

Kantongi TKDN, Xiaomi Mi 11 Ultra Siap Menyapa Indonesia

Techbiz.id - Belum lama merilis Resmi 9T, Xiaomi agaknya siap menghadirkan perangkat baru di Indonesia. Perangkat itu tak lain...

Jelang Peluncuran, Harga Realme GT Terungkap

Techbiz.id - Realme belum lama ini mengonfirmasi peluncuran Flagship Realme GT yang akan dirilis pada 4 Maret mendatang. Jelang...

Selain Kamera 108MP, Ini Fitur Fotografi yang Akan Hadir di Realme 8 Pro

Techbiz.id - Bersamaan dengan peluncuran inovasi kamera, Realme juga menggoda kehadiran Realme 8 Series. Penerus Realme 7 itu akan...

Techbiz.id – Trend Micro Incorporated mengumumkan laporan prediksi untuk tahun 2020, dimana dinyatakan bahwa organisasi akan menghadapi risiko yang semakin besar dari penggunaan cloud dan manajemen supply chain.

Semakin berkembangnya cloud dan DevOps akan terus mendorong perubahan bisnis dengan membuka seluruh lapisan perusahaan, mulai dari perusahaan ke manufaktur hingga risiko pihak ketiga.

- Advertisement -

“Kita akan memasuki era baru dimana organisasi dari semua industri dan ukuran akan semakin bergantung pada perangkat lunak pihak ketiga, open-source, dan praktik kerja modern untuk mendorong inovasi digital dan pertumbuhan yang mereka inginkan,” kata Laksana Budiwiyono, Country Manager Trend Micro Indonesia.

Para ahli di Trend Micro memperkirakan bahwa pertumbuhan dan perubahan yang cepat ini akan membawa risiko baru akan serangan bagi manajemen supply chain. Dari penggunaan cloud hingga jaringan rumah, para pemimimpin di bagian Informasi Teknologi perlu menilai kembali risiko siber dan strategi keamanan IT perusahaan di tahun 2020.

Para hacker akan semakin mengejar data perusahaan yang tersimpan di cloud melalui serangan injeksi kode seperti deserialization bugs, skrip lintas situs, dan injeksi SQL. Mereka akan menargetkan penyedia cloud secara langsung atau bekerja sama dengan pihak ketiga untuk melakukan ini.

Faktanya, meningkatnya penggunaan kode dari pihak ketiga oleh organisasi yang menggunakan DevOps akan meningkatkan risiko bisnis pada tahun 2020 dan selanjutnya. Komponen-komponen pada compromised container dan libraries yang digunakan dalam arsitektur tanpa server dan microservices akan semakin memperluas kemungkinan terjadinya serangan siber pada sebuah perusahaan, karena praktik keamanan tradisional berjuang untuk mempertahankannya.

Managed Service Providers (MSPs) ditargetkan pada tahun 2020 sebagai jalan untuk mengkompromikan banyak organisasi melalui satu target. Mereka tidak hanya ingin mengambil data perusahaan dan pelanggan yang berharga, tetapi juga menginstal malware untuk menyabotase dan memeras uang melalui ransomware.

Diperkirakan tahun depan akan ada jenis risiko supply chain yang relatif baru karena sistem kerja remote memperkenalkan ancaman ke dalam jaringan perusahaan melalui keamanan Wi-Fi yang lemah. Selain itu, kerentanan pada perangkat rumah yang terhubung dapat berfungsi sebagai titik masuk ke jaringan perusahaan.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Oppo Kenalkan Reno5 Edisi Spesial Marvel Avengers

Jakarta, 6 Maret 2021 – Terjawab sudah, edisi spesial perangkat Reno5 yang dikabarkan segera meluncur di Indonesia merupakan hasil...

Artikel Terkait