Saturday, July 24, 2021
Home News Kominfo Terima 430 Ribu Lebih Aduan Konten Negatif Sepanjang 2019

Kominfo Terima 430 Ribu Lebih Aduan Konten Negatif Sepanjang 2019

Must Read

Twitter Hadirkan Caption Otomatis di Voice Tweet

Techbiz.id - Twitter kini menghadirkan fitur caption atau teks otomatis untuk voice tweet atau cuitan berupa audio. "Kami meluncurkan teks...

Samsung Galaxy Z Fold3 dan Z Flip3 Segera Dirilis, Ini Tanggalnya

Techbiz.id - Samsung akhirnya mengonfirmasi jadwal peluncuran Samsung Galaxy Z Fold3 dan Z Flip3 di Indonesia. Acara bertajuk 'Galaxy Unpacked'...

Fitur Baru Laut Nusantara Bisa Deteksi Lokasi Ikan Tuna

Techbiz.id - Aplikasi Laut Nusantara semakin canggih dengan kemampuan untuk mendeteksi keberadaan lokasi ikan bernilai ekonomi tinggi dengan adanya...

Beli Xiaomi dapat Diskon 50% Belajar Online di Pahamify

Techbiz.id - Xiaomi dan Pahamify memperkenalkan program "Back to School" yang menawarkan sejumlah manfaat untuk pembelian segala jenis smartphone untuk menyambut...

Rekomendasi Hp Oppo Harga Rp 1 Jutaan Terbaru 2021

Techbiz.id - Oppo termasuk brand teknologi yang cukup aktif meramaikan pasar handphone (hp) di Indonesia. Hp yang dirilis Oppo...

Techbiz.id – Sepanjang tahun 2019, Kementerian Kominfo menerima 431.065 aduan masyarakat terkait konten bermuatan negatif.

Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu mengungkapkan, kategori terbanyak yang diadukan oleh masyarakat adalah konten terkait pornografi dengan total 244.738 konten sepanjang tahun 2019. Lalu konten bermuatan fitnah sebanyak 57.984, serta aduan terkait konten yang meresahkan masyarakat sebanyak 53.455.

Konten lainnya yang mendominasi aduan masyarakat sepanjang 2019 adalah konten terkait perjudian sebanyak 19.970, konten penipuan sebanyak 18.845, dan konten hoaks sebanyak 15.361.

Sementata itu konten bermuatan SARA, terorisme/radikalisme, pelanggaran hak atas kekayaan intelektual (HAKI), dan kekerasan pada anak juga tercatat dalam aduan masyarakat sepanjang 2019.

“Aduan yang masuk melalui kanal-kanal tersebut diverifikasi oleh Tim Aduan Konten untuk menguji apakah konten tersebut menyalahi aturan perundangan sesuai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE),” ungkapnya.

Jika ditemukan pelanggaran peraturan perundangan disebutkannya maka Tim Aduan Konten akan meneruskan proses pemblokiran ke penyedia platform. Tim Aduan Konten menetapkan prioritas untuk pelaksanaan pemblokiran dan dipantau oleh Tim Panel Ahli.

Selain menerima aduan masyarakat, Kementerian Kominfo juga secara aktif terus melakukan patroli siber untuk melakukan pengaisan, verifikasi, dan validasi terhadap seluruh konten internet yang beredar di ruang maya Indonesia, baik konten hoaks, terorisme dan radikalisme, pornografi, perjudian, maupun konten negatif lainnya menggunakan mesin AIS yang dikelola oleh Subdirektorat Pengendalian Konten Internet, Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo.

Kementerian Kominfo juga mendorong masyarakat untuk menghindari penyebaran konten yang melanggar ketentuan UU Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Jika menemukan atau menerima informasi elektronik yang patut diragukan kebenarannya, masyarakat dapat menyampaikan aduan melalui laman aduankonten.id, email [email protected], maupun melalui akun Twitter @aduankonten,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Artikel Terkait

Artikel Terbaru

Pengguna Vivo Sudah Bisa Nikmati 5G, Begini Caranya

Techbiz.id - Pengguna smartphone Vivo yang telah mendukung jaringan 5G, yaitu vivo V21 5G, vivo X60, dan vivo X60...