Tuesday, March 9, 2021
Home Telco Waspada, Operator Bakal Tergusur oleh OTT

Waspada, Operator Bakal Tergusur oleh OTT

Must Read

Melihat Wujud Mi 11 Ultra yang Siap Hadir di Indonesia

Techbiz.id - Xiaomi agaknya tengah bersiap merilis perangkat baru di Indonesia. Baru-baru ini, Mi 11 Ultra telah mengantongi sertifikasi...

Samsung Pamer Jajaran TV 2021

Techbiz.id - Samsung Electronics memamerkan jajaran produknya di tahun 2021, yaitu lini MICRO LED, Samsung Neo QLED, Lifestyle TV, monitor,...

Seagate Sediakan IronWolf untuk Penyimpanan Profesional Kreatif

Techbiz.id - Seagate Technology mengumumkan pembaruan terhadap lini perangkat IronWolf dan IronWolf Pro Network Attached Storage (NAS) untuk penggunaan di...

Saingi Clubhouse, TikTok Garap Aplikasi Sejenis

Techbiz.id - Belakangan ini popularitas dari Clubhouse terus meningkat. Tak heran jika banyak platform lain yang turut mengembangkan aplikasi...

Kantongi TKDN, Xiaomi Mi 11 Ultra Siap Menyapa Indonesia

Techbiz.id - Belum lama merilis Resmi 9T, Xiaomi agaknya siap menghadirkan perangkat baru di Indonesia. Perangkat itu tak lain...

Techbiz.id – Sejak kehadiran mobile broadband bisnis operator telekomunikasi di Indonsia terdisrupsi oleh kehadiran para penyelenggara layanan over the top (OTT). Kondisi itu akan semakin parah jika operator tidak mawas diri dan berbenah.

Nonot Harsono, pengamat telekomunikasi mengatakan, dalam beberpa kurun waktu kedepan akan terjadi pertukaran peran pelaku bisnis telekomunikasi jika disrupsi ini terus berlanjut.

- Advertisement -

“Para pemain OTTyang selama ini menggunakan jaringan operator dan mengeruk keuntungan banyak akan mengambil peran operator selular Indonesia sebagai network operator,” ungkapnya dalam sebuah diskusi yang digelar Indonesia ICT Institute di Jakarta (05/02/2020).

Dikatakan Nonot, pemain OTT seperti Google, Amazon, Facebook dan Microsoft serta sekarang ini Netflix yang selama ini mengeruk keuntungan dengan memanfaatkan jaringan operator sudah mulai membangun jaringannya sendiri.

operator tergusur ott
Nonot Harsono, Pengamat Telekomunikasi Indonesia

Sementara itu operator di Indonesia yang tidak bisa beradaptasi dengan disrupsi teknologi ini akan kesulitan membangun infrastruktur karena tidak memiliki kemampuan financial lagi.

“Google dan Facebook sangat aktif bangun jaringan berkat uang yang didapat dari operator tapi nanti operatornya sendiri tidak kuat bangun jaringan. Jadi nanti kondisinya akan terbalik,” tegasnya.

Kekhawatiran ini menurut Nonot juga berlaku global baik di Eropa maupun Negara Asia lainnya. Kabel laut Google dikatakan Nonot sudah tersedia di seluruh benua. Bahkan sudah ada yang singgah ke Indonesia melalui salah satu operator yang ada di tanah air.

Kondisi tersebut menurut Nonot akan sangat bergantung pada kemampuan operator untuk bisa menciptakan kerjasama yang saling menghidupi.

“Pemerintah juga perlu hadir untuk melindungi industrinya. Komisi Pengawas Persaingan Usaha juga perlu dijelaskan kondisi yang ada sehingga pengusaha Indonesia bisa terlindungi,” pungkasnya.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Rumor: Nokia Garap Smartphone Gaming G10

Techbiz.id - Nokia agaknya siap memulai awal baru tahun ini. Perusahaan dilaporkan siap membangun lini seri smartphone gaming pertama...

Artikel Terkait