Saturday, August 15, 2020
Home Column Menunggu Kehadiran 5G di Indonesia, Ibarat Bunyi Tokek

Menunggu Kehadiran 5G di Indonesia, Ibarat Bunyi Tokek

Artikel ini ditulis oleh Garuda Sugardo (Anggota Dewan TIK Nasional)

Must Read

4 Laptop Baru Meluncur di Acer Day 2020

Techbiz.id - Acara tahunan Acer Day kembali digelar. Walau berada di tengah situasi pandemi Covid-19, Acer tetap...

Daftar Harga Paket Indihome 2020, Mulai Rp200 ribu!

Techbiz.id - Paket internet semakin beragam, begitu juga dengan pilihan berlangganan Indihome yang dimulai dengan harga Rp200...

Telkom Integrasikan Data Perpajakan dengan DJP

Techbiz.id - Telkom dan Direktorat Jendral Pajak (DJP) menandatangani nota kesepahaman tentang integrasi data perpajakan.

Techbiz.id – Jadwal kehadiran 5G di Indonesia terasa kian remang. Beberapa WA yang masuk mengekspresikan keheranannya tentang berita sepuluh hari yang lalu: [ “Menkominfo telah melakukan pertemuan dengan sejumlah perusahaan teknologi dunia untuk membicarakan soal potensi investasi di bidang teknologi 5G. Pertemuan tersebut dilakukan di sela ajang World Economic Forum di Davos, Swiss”].

Binatang apa sih 5G itu, sampai menterinya ikut melobby dan potensi investasi asing? Lalu, apakah industri seluler selama ini belum menyiapkan kajian tentang aspek investasinya? Ya positive thinking saja, anggaplah pertemuan itu sebagai penyemangat, bahwasanya potensi pasar 5G di Indonesia mendapatkan atensi spesial dari blantika internasional.

Yang kita pahami, kementerian adalah penentu kebijakan. Regulatornya adalah BRTI, sekaligus sebagai pengendali dan pengawas. Pemain dan pelaksananya sesuai UU Telekomunikasi adalah Operator. Jadi soal investasi dan penggelaran sistem 5G, operatorlah penyelenggaranya. Syukur-syukur dapat insentif dari Pemerintah. Aamiin.

Proses “Transformasi Digital” di Indonesia sekarang semakin digalakkan. Program 5 tahun Kabinet Indonesia Maju sedemikian terang benderang, di antaranya adalah pembangunan infrastruktur, penyederhanaan eselon ASN, penerapan ekonomi digital, pembangunan Ibukota Negara, dan Making Indonesia 4.0.
Sejatinya, teknologi 5G pas banget untuk menjawab dan mengakselerasi program hebat berbasis digital dari Presiden Jokowi tersebut.

Sementara teknoseluler 5G hadir guna memberi solusi terkait masalah robotik, artificial intelligent, hologram dan internet supercepat. Hampir semua operator 4G di Indonesia sudah melakukan uji coba kemampuan 5G bekerja sama dengan beberapa fabrikan dan hasilnya dikabarkan semua sukses dan happy. Selebihnya tinggal berdoa, dan berharap agar lisensi pengoperasian segera keluar.

Ceruk pasar industri Indonesia, di antara 360 juta pengguna mobile eksisting juga tengah menanti 5G. Diskusi dan seminar 5G berlangsung tak putus-putusnya membahas nasib dan jadwal implementasinya.

Terkait Kemenkominfo, selaku otoritas pemberi lisensi 5G, satu hal yang dimaklumi masyarakat adalah tentang lahan frekuensi yang penyediaanya masih terus digarap. Namun seluler 5G ‘kan bukanlah jasa layanan yang bersifat masif seperti 4G yang coverage dan sebaran spektrum frekuensinya harus seluas mobilitas penduduk.

Penggunaan 5G sebagai “the true mobile broadbroand” lebih diperuntukkan secara khusus dan spesifik. Penerapannya bisa bertahap untuk melayani spot-spot sektor usaha, kawasan industri atau area komersial, kemudian berkembang dan diperluas sesuai fungsi dan hitung-hitungan bisnis. Di situlah 5G memainkan peran unggulannya.

Ada hal yang “istimewa” bahwa semua operator besar di Indonesia memiliki mitra strategis dan investasi asing di dalamnya. Sebutlah world class Singtel di Telkomsel, Axiata di XL, Ooredoo di Indosat dan Hutchinson di “3”. Dengan adanya klausul permodalan, transfer of technology dan berbagi informasi tentang pengalaman global, maka bila mereka benar-benar berkomitmen, tentulah 5G akan menjadi keniscayaan secepatnya di bumi tercinta ini.
Lagi pula, Indonesia adalah negara pengguna ponsel pintar terbesar ke-4 di di dunia dan kelak naik peringkat ke-3 pada tahun 2025. Jadi nunggu apa lagi?

Seluler digital GSM sudah 25 tahun beroperasi di Indonesia. Yakinlah, operatornya telah menghayati betul seluk beluk investasi, strategi pengoperasian dan modus layanan seluler. Mereka pun sepenuhnya mahfum tentang karakteristik pasar, time to market, kreasi bisnis model dan langkah kolaborasi mengatasi problematika pasar seluler nasional yang sudah jenuh. Jadi, alangkah baiknya pemerintah fokus saja pada solusi spektrum frekuensi dan sosialisasi kemanfaatan sharing infrastruktur, agar 5G cepat lahir. Kominfo boleh percaya bahwa kompetensi bisnis yang dimiliki operator Indonesia sebenarnya sudah amat mumpuni dan cum laude.

So, kira-kira kapan dong 5G komersial akan mengudara di Indonesia? Apakah akan jadi atau tidak di tahun 2020 ini? Tengoklah ke loteng, barangkali ada tokek yang juga pemerhati di sana. Si tokek akan menjawab nyaring secara “digital”. Tokek, tokek, ……….! (Artikel ini ditulis oleh Garuda Sugardo (Anggota Dewan TIK Nasional)

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Untuk Belajar & Bekerja, XL Axiata Tawarkan Paket Baru

Techbiz.id - Bagi pelanggan pascabayar XL Prioritas yang masih bekerja ataupun belajar dari rumah, XL Axiata menawarkan...

12 Aplikasi Edit Video Terbaik Android

Techbiz.id - Aplikasi edit video saat ini banyak digunakan oleh pengguna untuk menyunting, memberikan efek, transisi untuk video mereka. Ada banyak sekali...

Aruna Terima Dana Segar untuk Ekspansi Bisnis

Techbiz.id - Berhasil mencetak pertumbuhan 86x di tengah pandemi, Aruna menghimpun pendanaan terbaru dari investor existing. Suntikan modal senilai...

Samsung Tawarkan Perlindungan Tambahan Galaxy Note20 Series

Techbiz.id - Untuk menghindari kerusakan akibat hal-hal yang tak terduga, Samsung melengkapi perangkatnya dengan perlindungan Samsung Care+. Samsung Care+...

Harga dan Spesifikasi Realme C12

Techbiz.id - Realme kembali merilis perangkat baru di jajaran C Series pada Jumat (14/8). Smartphone entry level bernama Realme C12 ini membawa...

Artikel Terkait