Jumat, Januari 21, 2022
BerandaTelcoImplementasi 5G di Indonesia Bisa Lebih Cepat, Ini Syaratnya

Implementasi 5G di Indonesia Bisa Lebih Cepat, Ini Syaratnya

Must Read

Techbiz.id – Implementasi jaringan generasi kelima alias 5G  di Indonesia kemungkinan bisa lebih cepat dirasakan oleh mayoritas masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Dirjen SDPPI Kementerian Kominfo, Ismail.

Melalui sesi diskusi bertajuk Digital Industry Forecast (DIECAST) 2022, Trends & Business Strategy, Ismail mengatakan bahwa, berbeda dengan implementasi 4G yang memakan waktu hingga 6 tahun, khusus 5G ada kemungkinan mempercepatnya menjadi hanya 3 atau 4 tahun.

Untuk bisa mencapai itu, menurut Ismail, setidaknya ada dua isu yang harus diselesaikan Indonesia. Pertama adalah cost, lalu yang kedua merupakan revenue-nya.

“Bagaimana kita bisa melakukan efisiensi cost untuk mengimplementasikan 5G.” ujar Ismail, Rabu (12/1/2022).

Faktor utama yang paling berpengaruh terhadap cost adalah spektrum frekuensi. Kalo spektrumnya terbatas, Ismail menyebut, BTS-nya perlu rapat, sehingga cost yang dikeluarkan akan semakin besar.

“Bagaimana secepatnya bisa mendeliver spektrum frekuensi ini memadai sehingga efisiensi cost bisa terjadi.” ucapnya.

Ia melanjutkan, pemerintah sendiri sejauh ini masih terus berbenah frekuensi. Salah satunya adalah mempercepat Analog Switch Off (ASO) yang dijadwalkan pada November 2022 mendatang.

“Kita juga mempercepat ASO, supaya spektrum lower band bisa kita rilis. Karena lower band ini penting.” jelasnya.

Baca juga: Perkembangan 5G Indonesia Masih Terganjal Spektrum

Sementara, dari sisi revenue, Ismail memaparkan bahwa ini terkait dengan bagaimana membangun demand. Ini sangat penting, sehingga 5G benar-benar dibutuhkan.

“Jangan bilang (jaringan 5G) bisa ini, bisa itu, tapi tidak ada demand-nya. Ada tidak usecase yang jelas-jelas membutuhkan 5G atau yang hanya bisa run (aktif) di 5G.” ucapnya.

Ismail menambahkan, membangun demand atau usecase yang ‘lokal’ juga tak kalah penting.

“Supaya ini jelas kebutuhan usecase yang lokal Indonesia, yang memang benar-benar khas Indonesia” ujar Ismail.

“Kita berharap 5G ini adalah usecase yang sifatnya produktif, sehingga 5G benar2 bisa dirasakan” pungkasnya.

Terkait

Artikel Terkait

Infinix Inbook X2, Pertama dengan Pencahayaan Ganda

Techbiz.id - Infinix kembali merilis perangkat laptop dengan menghadirkan INBOOK X2 yang mengusung fitur inovatif seperti ultralight metal bodi,...