Saturday, March 6, 2021
Home Market Update Penjualan Ponsel Indonesia Tumbuh Negatif

Penjualan Ponsel Indonesia Tumbuh Negatif

Must Read

Grab dan Good Doctor Hadirkan Pusat Vaksinasi Drive-Thru

Techbiz.id - Grab dan Good Doctor menghadirkan pusat vaksinasi menggunakan pendekatan berbasis teknologi, di Bali Nusa Dua Convention Center...

Mediatek Hadirkan MT9638, Chip Untuk Televisi Pintar 4K

Techbiz.id - MediaTek mengumumkan chip televisi pintar 4K barunya, MT9638, yang hadir dengan integrasi AI processing unit (APU) berperforma tinggi. MT9638...

Harga Sejutaan, Realme Narzo 30A Usung Baterai 6000mAh

Techbiz.id - Realme baru saja menghadirkan Narzo 30A secara daring di Indonesia, Rabu (3/3). Ponsel gaming entry-level itu menjadi...

5 Smartphone RAM 8GB, Mulai Rp2 Jutaan

Techbiz.id - Kapasitas RAM biasanya menjadi salah satu pertimbangan dalam membeli sebuah smartphone. Tak heran jika dalam hal ini...

Oppo Find X3 Pro Jadi Smartphone dengan Satu Miliar Warna

Techbiz.id - Oppo Find X3 Pro yang akan diluncurkan pada Kamis 11 Maret 2021 mendatang diyakini akan menjadi smartphone...

Techbiz.id – Volume penjualan ponsel pintar di Asia Tenggara terus naik sedikit sebesar satu persen pada tahun 2019 di tengah penurunan permintaan global dua persen. Namun sayangnya berdasarkan laporan lembaga riset Gfk penjualan smartphone di Vietnam dan Indonesia mengalami pertumbuhan negatif dalam kisaran satu digit.

Secara keseluruhan, konsumen di enam pasar utama di kawasan Asia Tenggara meraih hampir 97 juta unit perangkat senilai USD23 miliar tahun lalu; mewakili pertumbuhan nilai penjualan empat persen dibandingkan dengan 2018.

- Advertisement -

Malaysia dan Singapura tumbuh pada tingkat yang sama untuk nilai dan volume penjualan smartphone masing-masing pada 13 dan 11 persen. Sementara itu, Thailand mencatat nilai yang jauh lebih tinggi dari pertumbuhan volume, yaitu 13 berbanding 6 persen, sementara pertumbuhan Filipina nilainya 5 persen dan volume 3 persen.

“Selama bertahun-tahun, konsumen di wilayah ini selalu menunjukkan minat yang besar ketika datang ke handset mobile, dengan banyak yang memiliki lebih dari satu set atau sering mengubah smartphone mereka,” jelas Alexander Dehmel, Associate Director di GfK.

“Harus disorot bahwa nilai lebih tinggi dari pertumbuhan volume yang tercatat di pasar ponsel pintar Asia Tenggara menunjukkan bahwa konsumen meningkatkan perangkat mereka — tren yang telah diamati dalam beberapa tahun terakhir,” tambahnya.

Fiksasi konsumen dengan smartphone mereka juga berasal dari kenyataan bahwa di banyak pasar, perangkat telah menjadi bagian integral dari perjalanan pembelanja. Misalnya, laporan FutureBuy terbaru dari GfK mengungkapkan bahwa di pasar terbesar di Asia Tenggara di Indonesia, lebih dari tiga perlima (64%) responden setuju bahwa smartphone / tablet mereka adalah alat belanja online terpenting mereka.

Selain itu, lebih dari setengah (58%) mengatakan mereka lebih suka menggunakan perangkat seluler mereka untuk membayar transaksi — penegasan bahwa smartphone semakin memainkan peran yang lebih dominan dalam kehidupan sehari-hari konsumen.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Oppo Kenalkan Reno5 Edisi Spesial Marvel Avengers

Jakarta, 6 Maret 2021 – Terjawab sudah, edisi spesial perangkat Reno5 yang dikabarkan segera meluncur di Indonesia merupakan hasil...

Artikel Terkait