Friday, February 26, 2021
Home Market Update Gfk: Penjualan Peralatan Elektronik Anjlok 60 Persen

Gfk: Penjualan Peralatan Elektronik Anjlok 60 Persen

Must Read

Solusi Massive MIMO Ericsson Percepat 5G di Pita Sedang

Techbiz.id - Ericsson telah meluncurkan tiga radio baru dalam portofolio Massive MIMO serta mengembangkan portofolio RAN Compute dengan enam...

Dana Ikut Kembangkan Ekonomi Kreatif Danau Toba

Techbiz.id - Dompet digital DANA terus melanjutkan komitmennya untuk turut mendorong pengembangan ekonomi kreatif kawasan Danau Toba melalui partisipasi...

Hasilkan Suara Berkualitas, Sharp Luncurkan Active Speaker High Definition

Techbiz.id - Selama pandemi, seluruh aktivitas seperti bekerja atau belajar, harus dijalankan dari rumah. Melihat hal ini, guna menunjang...

Smartfren Bagi-bagi Rejeki Wow Buat Pelanggan

Techbiz.id - Setelah sukses dengan program meraih mimpi rumah milyaran di Tahun 2020 dengan Smartfren WOW, kini di Tahun...

XL Axiata dan BAKTI Sediakan Layanan Internet Bagi BUMDes

Techbiz.id - XL Axiata dan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (KEMKOMINFO) menjalin kerja sama...

Techbiz.id – Lembaga riset GfK melaksanakan riset Consumer Pulse untuk menggali lebih dalam perilaku konsumen saat pandemi covid-19 ini dan di masa mendatang, gaya hidup, dan mood di 30 negara, termasuk Indonesia yang melibatkan 500–1000 konsumen dari setiap negara setiap minggunya.

Berdasarkan hasil penelitian Point of Sales dari GfK, penjualan ritel dari barang-barang elektronik sangat terdampak oleh situasi COVID-19 dan mengalami lebih dari 60 persen penurunan dari nilai penjualan pada awal April 2020 (dibandingkan awal April 2019). Tiga kategori produk yang paling terdampak diantaranya adalah smartphone, tablet, dan televisi.

- Advertisement -

Penurunan ini dikarenakan sebagian besar masyarakat Indonesia memilih untuk menunda pembelian barang-barang seperti smartphone, komputer, elektronik, peralatan rumah tangga, perawatan mobil, dan jasa renovasi rumah.

Hasil riset juga menunjukkan bahwa responden melaksanakan belanja online lebih sering dari biasanya guna membeli kebutuhan sehari-hari seperti makanan, produk kebersihan, dan perawatan pribadi.

Regional Lead GfK Digital Research, Asia Pasifik & Timur Tengah, Karthik Venkatakrishnan mengatakan bahwa, aturan PSBB di Indonesia mendorong perubahan yang signifikan terhadap kebiasaan dan gaya hidup konsumen, termasuk penundaan pembelian beberapa barang yang memiliki nilai atau harga yang tinggi. Namun demikian, masyarakat Indonesia percaya bahwa ekonomi akan pulih pasca krisis.

“Optimisme ini akan mendorong pembelian produk-produk yang sebelumnya mengalami penundaan. Bangkitnya permintaan konsumen diharapkan terjadi beberapa bulan setelah situasi krisis COVID-19 ini terkendali dan aturan pembatasan sosial dicabut,” ujarnya.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Update Harga Realme Narzo 2021, Turun Rp400 ribu!

Techbiz.id - Dirilis pada tahun 2020 lalu, harga Realme Narzo kini sudah mengalami perubahan. Apalagi hanya tinggal menghitung hari...

Artikel Terkait