Saturday, July 24, 2021
Home E-Commerce Kaspersky Sarankan 3 Hal ini Untuk E-commerce yang Tangani Jutaan Data

Kaspersky Sarankan 3 Hal ini Untuk E-commerce yang Tangani Jutaan Data

Must Read

Instagram Stories Kini Mampu Terjemahkan Lebih dari 90 Bahasa

Techbiz.id - Dengan popularitas Instagram yang mencapai tingkat global, sebagian Kalian mungkin saja akan menemukan Stories dengan bahasa asing...

RedmiBook 15 Perdana Xiaomi Hadir di Indonesia, Harganya Rp 6 Jutaan

Techbiz.id - Bersamaan dengan peluncuran Redmi Note 10 5G, Xiaomi juga menghadirkan RedmiBook 15. Selain hadir untuk pertama kalinya...

Redmi Note 10 5G Resmi Meluncur di Indonesia, Ini Harganya

Techbiz.id - Sesuai dengan jadwal, Redmi Note 10 5G dirilis Xiaomi secara daring, Kamis (22/7). Ponsel 5G Xiaomi ini...

Update Harga Huawei Mate 40 Pro 5G 2021, Turun Rp 3 Juta!

Techbiz.id - Jelang setahun sejak peluncurannya pada 2020 lalu, harga Huawei Mate 40 Pro 5G kini menjadi lebih terjangkau...

Telkomsel Salurkan Bantuan 906 Ekor Hewan Kurban

Techbiz.id - Menyambut Hari Raya Iduladha 1442 H/2021, Telkomsel menyalurkan bantuan 906 ekor hewan kurban kepada sekira 56.200 penerima...

Techbiz.id – Kasus peretasan e-commerce Tokopedia yang menyebabkan bocornya data 91 juta penggunanya merupakan pukulan besar bagi industry ini. Hal ini seolah mencerminkan buruknya perlindungan data di Indonesia di tengah pesatnya perkembangan industry digital.

Menurut Yeo Siang Tiong, General Manager for SEA at Kaspersky, karena akibatnya yang serius, pelanggaran data harus menjadi perhatian utama, terutama bagi perusahaan skala besar yang mengelola jutaan data orang. Cara bisnis menyimpan dan menggunakan data pelanggan memainkan peran penting dalam membentuk dan mempertahankan reputasi dan operasinya.

“Bahkan jauh sebelum pandemi terjadi, perlindungan data harus selalu menjadi perhatian utama, baik untuk UKM dan bahkan perusahaan besar. Pentingnya hal tersebut ditambah dengan situasi COVID-19 ketika seluruh lapisan utama kehidupan tiba-tiba dilakukan secara online, mulai dari pekerjaan hingga sekolah anak-anak kita hingga bahan makanan pokok dan bahkan hiburan,” ungkapnya.

Dengan meningkatnya aktivitas online, gerakan diam-diam dilakukan oleh para pelaku kejahatan siber. Inilah sebabnya mengapa perusahaan dan individu harus memiliki kewaspadaan tertinggi selama situasi saat ini.

“Kita harus bertujuan menanamkan rasa tanggung jawab tentang bagaimana pengguna menangani data pribadi dan perusahaan di dalam jaringan rumah mereka. Demikian juga, perusahaan harus meningkatkan pertahanan untuk menjaga keamanan data perusahaan dan pelanggan mereka,” tegasnya.

Untuk perusahaan e-commerce besar yang menangani jutaan data, Kaspersky menyarankan:

1. Berikan tim Anda Pusat Operasi Keamanan (SOC) dengan akses ke intelijen ancaman terbaru, dan dapatkan informasi terkini tentang alat, teknik, serta taktik baru dan terkini yang digunakan oleh aktor ancaman dan pelaku kejahatan siber.

2. Untuk deteksi level endpoint, investigasi, dan remediasi insiden secara tepat waktu, implementasikan solusi EDR, seperti Kaspersky Endpoint Detection and Response

3. Selain mengadopsi perlindungan titik akhir yang penting, terapkan solusi keamanan tingkat perusahaan yang mendeteksi ancaman lanjutan di tingkat jaringan pada tahap awal, seperti Kaspersky Anti Targeted Attack Platform.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Artikel Terkait

Artikel Terbaru

Pengguna Vivo Sudah Bisa Nikmati 5G, Begini Caranya

Techbiz.id - Pengguna smartphone Vivo yang telah mendukung jaringan 5G, yaitu vivo V21 5G, vivo X60, dan vivo X60...