Monday, October 26, 2020
Home Telco Telkom Ungkap Rencana Investasinya di Bisnis Digital

Telkom Ungkap Rencana Investasinya di Bisnis Digital

Must Read

realme Konfirmasi Kehadiran narzo 20 series

Techbiz.id - realme mengkonfirmasi kehadiran narzo 20 series di Indonesia yang akan diluncurkan pada awal November sekaligus...

Kamera Sony ZV-1 Ada Varian Warna Putih

Techbiz.id - Sony Indonesia menambah varian Kamera Digital ZV-1 yang kini hadir dalam warna putih, dan dilengkapi...

Bisnis Proyektor LED ViewSonic Tumbuh 30%

Techbiz.id - Viewsonic melaporkan berhasil mencapai pertumbuhan penjualan dari unit bisnis proyektor LED di semester pertama 2020.

Techbiz.id – Dalam pertemuan dengan analis saham, manajemen Telkom mengungkap rencana Telkom Group yang akan menggarap bisnis digital.

BUMN Telekomunkasi tersebutakan mengembangkan bisnis digitalnya dengan berinvestasi ke perusahaan yang memiliki big data besar.

- Advertisement -

Menurut Analis MNC Sekuritas Victoria Venny, langkah Telkom Group untuk masuk ke bisnis digital itu sangat tepat. Dengan rencana Telkom Group masuk ke bisnis digital, dipercaya analis saham ini akan menciptakan sinergi dengan bisnis inti Telkom Group yang selama ini sudah berjalan sangat baik.

Baca juga: Telkom Digitalisasi UKM Hingga Pelosok

Lanjut Venny, salah satu manfaat terbesar dari investasi Telkom di perusahaan digital tersebut adalah BUMN telekomunikasi ini bisa akuisisi customer base perusahan digital tersebut, atau sebaliknya.

Sehingga ke depannya Telkom tak hanya sekadar mengembangkan bisnis connectivity saja, tetapi juga akan merambah ke bisnis ekonomi digital. Kunci utama bisnis masa depan adalah big data analytic.

“Bisnis big data analytic harus memiliki customer base yang besar, sehingga investasi di perusahaan digital yang memiliki customer base besar menjadi kunci bagi Telkom. Dengan terjun di bisnis digital, nantinya Telkom tidak hanya sebagai dump pipe trafik penyelenggara OTT saja, tetapi mereka sudah main di bisnis digital,” ujar Venny.

Seperti kita ketahui Bersama, selama ini perusahaan telekomunikasi di Indonesia hanya dijadikan dump pipe atau menyediakan connectivity bagi penyelenggara platform digital, tanpa peduli dengan potensi nilai ekonomi yang lebih besar yang terdapat pada pipa tersebut.

Bisnis ini membuat operator hanya mendapatkan revenue dari akses data yang setiap hari makin murah, sementara value dari aplikasi hanya didapatkan oleh penyedia konten.

Venny mengatakan bahwa peluang Telkom Group untuk menggarap bisnis digital khususnya di perusahaan yang memiliki big data analytic yang besar, masih sangat menjanjikan. Bahkan sebelum Telkom, beberapa perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah terlebih dahulu berinvestasi di perusahaan digital.

Dengan investasi di perusahaan digital, valuasi mereka menjadi meningkat. Jika Telkom mengakuisisi perusahaan digital yang memiliki customer base besar akan berpotensi meningkatkan revenue perseroan. Ujung-ujungnya akan meningkatkan value dari Telkom, terang Venny.

Saat ini beberapa perusahaan konvensional sudah berinvestasi di perusahaan rintisan. PT. Astra International Tbk, misalnya, bersama dengan modal ventura, EverHaus, mereka sudah berinvestasi di bisnis logistik melalui Trukita. Bahkan Astra juga sudah berinvestasi di GoJek sebanyak dua kali. Tak tanggung-tanggung, tahun lalu Astra sudah membenamkan investasi sekitar Rp 3,5 triliun di GoJek.

Setelah Astra berinvestasi di GoJek, kedua perusahaan ini sepakat untuk membuat perusahaan patuangan PT. Solusi Mobilitas Bangsa (SMB). Perusahaan patungan ini meluncurkan solusi mobilitas roda empat dengan merek Gofleet.

Contoh lainnya adalah BRI melalui BRI Ventures, Program Dana Ventura Sembrani Nusantara ini melakukan investasi di perusahaan rintisan. Pendanaan akan difokuskan untuk seed-growth stage yang terdiri dari seed funding dan pendanaan awal Seri A (Series A).

Dengan dana Rp 300 miliar, Dana Ventura Sembrani Nusantara akan mencari 10 – 15 perusahaan startup di early stage pada sektor finansial, pendidikan, agro maritim, ritel, transportasi, dan Kesehatan.

Meski peluang menggarap bisnis digital sangat besar, Venny mewanti-wanti agar Telkom Group tidak gegabah dalam melakukan investasi. Harus dilihat secara lebih rinci lagi nilai investasi yang akan dikucurkan dan peluang yang akan didapatkan oleh perseroan. Jangan sampai Telkom investasi di perusahaan digital tersebut over value.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Bima Market Catat Peningkatan Selama Pandemi

Techbiz.id -Tri Indonesia mencatat peningkatan akses terhadap marketplace Bima market dimasa pandemic covid-19 ini.Setiap bulannya terjadi peningkatan...

Mengenal Spesifikasi Realme Narzo 20 Pro, Ponsel Gaming Rp3 Jutaan

Techbiz.id - Realme baru saja mengonfirmasi kehadiran Realme Narzo 20 Pro di Indonesia. Ponsel pintar itu diposisikan sebagai ponsel gaming Rp3 jutaan...

Taman Nasional Bali Manfaatkan Teknologi AI

Techbiz.id - Taman Nasional Bali Barat bersama Huawei melakukan penjajakan kerja sama Smart Forest Guardian (pengawasan hutan dengan kecerdasan artifisial atau AI) yang diproyeksikan dibangun...

realme Konfirmasi Kehadiran narzo 20 series

Techbiz.id - realme mengkonfirmasi kehadiran narzo 20 series di Indonesia yang akan diluncurkan pada awal November sekaligus meramaikan festival belanja online 11.11...

Grab Tawarkan 3 Solusi Baru untuk UMKM

Techbiz.id - Grab mengumumkan berbagai inisiatif dengan menawarkan 3 solusi baru untuk membantu UMKM agar bisa #TerusUsaha di tengah pandemi, secara berkesinambungan.
- Advertisement -

Artikel Terkait