Sunday, November 29, 2020
Home Telco 70% Aplikasi di XL Axiata Akan Dipindah ke Awan

70% Aplikasi di XL Axiata Akan Dipindah ke Awan

Must Read

Rambah Indonesia, NIU Tawarkan Motor Listrik dengan IoT

Techbiz.id - NIU Kini merambah pasar Indonesia dengn menghadirkan sepeda motor listrik terbaru yang nyaman dan ramah...

Blibli Lakukan Literasi Digital untuk Guru

Techbiz.id - Dalam rangka merayakan Hari Guru Nasional, Blibli melakukan gerakan literasi digital bagi para guru lewat...

Ada Promo Akhir Tahun untuk Perangkat AIoT realme

Techbiz.id - Untuk menyambut liburan akhir tahun, realme kembali memberikan kejutan kepada penggemarnya dengan menggelar realme Payday Promo...

Techbiz.id – Untuk menciptakan efisiensi, XL Axiata berencana akan memindahkan sebagian besar aplikasi yang berada di server miliknya untuk dipindah ke layanan awan (cloud).

“Dalam tiga tahun ke depan kami akan memindahkan 70 persen aplikasi yang ada di server on-premise kami ke layanan public cloud,” ungkap Chief Information & Digital Officer XL Axiata, Yessie D. Yosetya dalam press briefing Amazon Web Services.

- Advertisement -

Lebih lanjut disampaikan Yessie, 30 persen sisa aplikasi akan tetap ada di server on-premise karena beberapa pertimbangan teknis seperti latency sensitive, critical application dan sebagainya.

“Yang tetap ada di server kami karena alasan tertentu diantaranya adalah aplikasi untuk billing,” imbuh Yessie.

Baca juga: XL Axiata Gandeng Google untuk Transformasi Digitalnya

Beberapa aplikasi yang sudah dipindahkan ke awan diterangkan Yessie diantaranya adalah aplikasi touch point seperti MyXL, Axisnet serta web korporat.

“Tidak hanya untuk customer, aplikasi untuk sales, sistem distribusiyang membutuhkan interaksi dengan patner sangat membutuhkan infrastruktur yang fleksibel,” tegasnya.

Pemindahan aplikasi ke awan ini selain untuk transformasi digital juga dapat menciptakan efisiensi biaya.

Dengan menggunakan layanan awan, jika dihitung berdasarkan total cost ownership (TCO) menurut Yessie bisa mendapatkan penghematan biaya hingga 30 persen.

“Efisiensi biiaya kalau dari sisi data center tentu saja jelas ada perbedaanya karena tidak perlu mempunya data center sendiri. Biayanya juga bergantung pada kapasitas yang digunakan,” jelas Yessie. 

Untuk urusan keamanan, Yessie meyakini layanan awan ini sudah dibuat sedemikian rupa pengamanannya dimana pengoperasiannya banyak yang mengatur di belakangnya.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Ombudsman: Harus Ada Pengganti BRTI

Techbiz.id - Menyusul dibubarkannya Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) oleh Presiden Joko Widodo, Ombudsman RI menlai harus...

Pengamat: BRTI Bubar, Indonesia Balik Ke Masa Monopoli

Techbiz.id - Pembubaran Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) oleh Presiden Joko Widodo dinilai pengamat telekomunikasi sebagai sebuah langkah mundur.

Jokowi Diminta Batalkan Pembubaran BRTI

Techbiz.id - Presiden RI, Joko Widodo diminta untuk membatalkan pembubaran Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI). Dalam Peraturan Presiden...

Fitur Populer di Oppo Reno Series

Techbiz.id - Banyak faktor yang menjadi pertimbangan konsumen saat akan membeli perangkat smartphone. Selain dari spesifikasi, desain, dan komposisi kamera, fitur yang tersemat...

SURGE Siapkan Internet Gratis di Ruang Publik

Techbiz.id - Untuk mengurangi kesenjangan akses internet berkualitas dan terjangkau, SURGE sedang mengembangkan jaringan internet gratis untuk publik dan akan selesai dalam...
- Advertisement -

Artikel Terkait