Saturday, January 16, 2021
Home News Persaingan Konten Digital Perusahaan Media Makin Sengit

Persaingan Konten Digital Perusahaan Media Makin Sengit

Must Read

Xiaomi Tawarkan 3 Varian Mi TV 4 Bezelless

Techbiz.id - Xiaomi memberikan kesempatan untuk menikmati hiburan maksimal melalui seri TV pintar yang memiliki desain premium serta layar...

Oppo Reno5 Habis Terjual dalam 3 Menit

Techbiz.id - Setelah resmi diluncurkan, Oppo Reno5 langsung diserbu habis sebelum waktu yang ditetapkan berakhir oleh konsumen pada penjualan...

MSI Mempersembahkan Jajaran Produk Game, Kreator dan Bisnis

Techbiz.id - Di acara virtualnya, "MSI Premiere 2021: Tech For the Future", MSI memperkenalkan jajaran produk game, kreator,...

Grab Financial Kantongi Rp4,2 Triliun di Pendanaan Seri A

Techbiz.id - Platform fintech Grab Financial Group (GFG) memperoleh lebih dari USD300 juta (Rp4,2 triliun) dalam pendanaan Seri A yang...

Transaksi LinkAja Naik 4x Lipat Sepanjang 2020

Techbiz.id - Meski harus menghadapi pandemi yang penuh dengan ketidakpastian, sepanjang tahun 2020 LinkAja masih mampu mencatatkan pertumbuhan yang...

Techbiz.id – Di Indonesia, persaingan antara berbagai perusahaan media untuk memonetisasi konten di industri yang sangat kompetitif makin sengit.

Dalam laporan berjudul ‘Indonesia: The Challenge of Monetizing in a Fast-Growing Market” yang diterbitkan oleh Akamai mengungkap beberapa tren yang terjadi di media online.

- Advertisement -

Laporan ini diterbitkan berdasarkan wawancara dengan para pemimpin media senior di Indonesia selama periode tiga bulan, sepanjang Maret 2020 – awal merebaknya COVID-19 – hingga Mei, saat virus ini secara resmi dinyatakan sebagai pandemi.

Menurut laporan tersebut, pandemi ini telah menyebabkan lonjakan dalam aktivitas dan lalu lintas online, seiring makin banyaknya penduduk Indonesia yang beralih ke online untuk bekerja, belanja, dan belajar.

Berdasarkan data lalu lintas internet Akamai, lalu lintas internet Indonesia mengalami pertumbuhan per tahun sebesar 73% pada kuartal pertama 2020, dan melambung ke angka 139% pada kuartal kedua. Faktanya, pertumbuhan lalu lintas online melaju makin kencang pada kuartal kedua dengan kenaikan per kuartal sebesar 46% pada 2020 jika dibandingkan dengan peningkatan per kuartal sebesar 5% pada 2019.

Baca juga: Cara Membaca Konten Digital yang Baik Di Smartphone

Pertumbuhan yang baru pertama kali terjadi dan meningkatnya permintaan dari dalam negeri akan layanan konten dan internet selama periode ini tidak diragukan lagi telah menarik minat banyak pemain media baru, menciptakan lingkungan yang sangat kompetitif dengan pelanggan dimanjakan oleh begitu banyaknya pilihan. 

Meski responden memang mengharapkan terjadinya koreksi pasar, mereka tidak menduga akan melihatnya secepat ini. Sekitar 70% responden menyebut monetisasi sebagai prioritas bisnis utama saat mereka berinvestasi pada infrastruktur untuk menciptakan dan mendistribusikan konten kepada audiensi lokal.

Matthew Lynn, Regional Sales Director South Asia di Akamai mengatakan, pandemi telah meningkatkan permintaan akan layanan konten dan internet yang tidak pernah diduga sebelumnya oleh perusahaan mana pun. Di Indonesia, industri OTT yang sedang berkembang sangatlah kompetitif.

“Untuk memonetisasi bisnis mereka, banyak perusahaan media perlu meningkatkan skala layanan dan memperluas penawaran mereka untuk memenuhi beragam permintaan pelanggan yang telah mengubah perilaku online-nya menyusul dampak pandemi,” jelasnya.

Dengan persaingan perusahaan media untuk memonetisasi konten dan mendapatkan perhatian pelanggan, 70% dari responden memprediksi gerakan menuju model langganan video-on-demand (video berdasarkan permintaan) sebagai opsi monetisasi yang lebih berkelanjutan.

Walau demikian, beberapa responden memilih pendekatan hibrida – menawarkan konten gratis dengan kualitas video atau pengalaman pengguna terbatas – untuk membuat layanan mereka lebih mudah diakses dan memonetisasi dengan iklan saat pelanggan masih membiasakan diri dengan gagasan membayar untuk langganan konten.

Memiliki pustaka konten super lengkap dan kolaborasi yang lebih hebat dalam ekosistem media juga telah diidentifikasi sebagai cara untuk mencapai skala dan melakukan penetrasi pasar.

Keamanan siber tetap menjadi masalah universal di seluruh industri. Semua responden yang diwawancarai menyebutkan peretasan, pencurian identitas, atau pelanggaran data sebagai kekhawatiran utama.

Pada 2020, situs web video mengalami peningkatan sebesar 208% dalam level serangan, sedangkan layanan video mengalami peningkatan sebesar 63%. Penyedia siaran televisi mengalami peningkatan sebesar 630%, seiring ledakan media on-demand (berdasarkan permintaan) dalam ruang siaran.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Investree Filipina Operasikan Platform Crowdfunding UKM

Techbiz.id - Perusahaan joint venture berbasis fintech antara Filinvest Development Corp. (FDC) yang dimiliki oleh Keluarga Gotianun dengan Investree Singapore Pte. Ltd. resmi...

Artikel Terkait