Friday, February 26, 2021
Home Techbiz Talk Tumbuh 86 Kali lipat, Aruna Bakal Ekspansi Pasar

Tumbuh 86 Kali lipat, Aruna Bakal Ekspansi Pasar

Must Read

Warung Pintar Akuisisi Bizzy Digital

Techbiz.id - Warung Pintar mengumumkan akuisisi atas Bizzy Digital, platform logistik dan distribusi rantai pasok B2B (business to business)...

Unboxing Realme Narzo 30A: Awal Baru Ponsel Gaming

Techbiz.id - Bersamaan dengan mengonfirmasi tanggal peluncuran, Realme juga membocorkan isi kotak (unboxing) dari Realme Narzo 30A yang akan...

Tambah Investasi, Line dan Mizuho Garap Perbankan Digital

Techbiz.id - LINE dan Mizuho Financial Group mengumumkan bahwa anak perusahaan mereka, LINE Financial dan Mizuho Bank, telah setuju...

4 Ide Bikin Konten Video Menarik

Techbiz.id - Konten video saat ini begitu diminati anak muda karena menyuguhkan tampilan visual yang dinamis. Hadirnya teknologi dan...

Hasilkan Suara Berkualitas, Sharp Luncurkan Active Speaker High Definition

Techbiz.id - Selama pandemi, seluruh aktivitas seperti bekerja atau belajar, harus dijalankan dari rumah. Melihat hal ini, guna menunjang...

Techbiz.id – Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki potensi yang begitu besar. Namun sayangnya, hasil laut di Indonesia tersebut belum tergarap secara maksimal.

Penyebabnya, masih banyak permasalahan yang mengelilingi industri ini, dari segi produksi berkelanjutan dan pemasaran. Salah satu permasalahan besar pada industri perikanan dan kelautan terlihat dari harga di tingkat nelayan yang begitu rendah, tapi sangat tinggi di konsumen

- Advertisement -

Didirikan sejak tahun 2016 perusahaan teknologi yang bergerak di bidang kelautan dan perikanan, Aruna berupaya menciptakan ekosistem perdagangan ikan dan hasil laut yang berkelanjutan dan adil bagi para pelaku yang terlibat di dalamnya seperti Nelayan dan Pembeli.

Baca juga: Aruna Terima Dana Segar untuk Ekspansi Bisnis

Aruna ingin menginspirasi penggunaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan untuk pertumbuhan ekonomi, mengingkatkan taraf hidup masyarakat, dan juga keberlanjutan ekosistem kelautan.

Techbiz ID berkesempatan melakukan wawancara dengan CEO dan Co-Founder Aruna Farid Naufal Aslam, terkait perkembangan dan rencana bisnisnya. Berikut petikannya:

Aruna

Bagaimana gambaran industry Fisheries e-Commerce di Indonesia?

Selama lima tahun ini, kami melihat banyak startup-startup baru yang bermunculan yang juga berkecimpung di ranah perikanan, baik wild-caught ataupun aquaculture. Industri yang tadinya masih sangat konvensional, sekarang tumbuh pesat apalagi didukung kemajuan teknologi.

Ini merupakan angin segar bagi perikanan Indonesia, karena memang potensinya sebanyak itu. Aruna tidak melihat itu sebagai ancaman, justru kami semakin yakin bahwa industri perikanan ini memang memiliki masa depan yang cerah.

Apa saja tantangan yang dihadapi Aruna dalam mengembangkan bisnisnya?

Tantangan dari Aruna bukan dari kompetisi dari sesama startup, tapi lebih kepada bagaimana kita merevolusi industri perikanan yang konvensional dengan teknologi

Bagaimana kompetisi di industry Fisheries e-Commerce Indonesia?

Sejauh ini, kami melihat bahwa masing-masing startup di bidang fisheries commerce memiliki bidang yang berbeda-beda dan justru saling mendukung. Misalnya ada yang fokus pada teknologi pakan tambak, pendanaan, dan lain-lainnya.

Bagaimana perkembangan Aruna selama tahun 2020?

Revenue dari Aruna tumbuh sebanyak 86 kali lipat jika dibandingkan dengan tahun 2019, dan di tahun 2020 lalu Aruna juga membukukan pendanaan baru senilai 5,5 juta dolar AS.

Di tahun ini, Aruna juga melebarkan sayap dengan membuka 2 international point untuk ekspor ikan di Surabaya dan Semarang. Di tahun ini, Aruna juga membuka gerai digitalnya untuk market retail bernama Seafood By Aruna yang yang tersedia di Tokopedia, Shopee, Sayurbox dan eCommerce lainnya.

Berapa besar marketshare yang dikuasai Aruna?

Saat ini ruang Aruna untuk tumbuh dari total market seafood Indonesia masih luas, terbukti dari revenue growth dari tahun ke tahun yang bisa mencapai 7 kali lipat

Adopsi masyarakat terhadap industry Fisheries e-Commerce seperti apa?

Secara tren global, ada kenaikan minat terhadap seafood, seperti yang dilansir dari media Seafood Source. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya tren memasak di rumah. Di Indonesia, tren mengonsumsi seafood juga meningkat apalagi dengan anjuran Presiden Jokowi di awal pandemi untuk meningkatkan imun dengan makan ikan.

Produk apa yang banyak diminati pelanggan?

Minat terhadap produk sangat beragam, tergantung demografinya. Contoh, daging rajungan sangat diminati di Amerika Utara, sementara lobster hidup sangat diminati di Singapura.

Berapa besar transaksi di Aruna?

Sebagai gambaran, setiap komunitas nelayan bisa menghasilkan 300 juta – 700 juta per bulan dan ada 32 titik di 13 provinsi Indonesia

Bagaimana dengan target di tahun 2021?

Kami merencanakan ekspansi ke beberapa aspek, dari jumlah dan penyebaran komunitas nelayan. Selain itu, kami juga berencana melakukan ekspansi pasar ke lebih banyak pembeli di Asia Timur, Timur Tengah, Asia Tenggara, Amerika Utara. Dari sisi internal, kami sedang melakukan pengembangan dari sisi teknologi dan penambahan sumber daya manusia.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Update Harga Realme Narzo 2021, Turun Rp400 ribu!

Techbiz.id - Dirilis pada tahun 2020 lalu, harga Realme Narzo kini sudah mengalami perubahan. Apalagi hanya tinggal menghitung hari...

Artikel Terkait