Sunday, March 7, 2021
Home Telco XL Axiata Akui Siap Merger dengan Operator Lain

XL Axiata Akui Siap Merger dengan Operator Lain

Must Read

Jelang Peluncuran, Harga Realme GT Terungkap

Techbiz.id - Realme belum lama ini mengonfirmasi peluncuran Flagship Realme GT yang akan dirilis pada 4 Maret mendatang. Jelang...

Melihat Wujud Mi 11 Ultra yang Siap Hadir di Indonesia

Techbiz.id - Xiaomi agaknya tengah bersiap merilis perangkat baru di Indonesia. Baru-baru ini, Mi 11 Ultra telah mengantongi sertifikasi...

Harus Dihindari, Ini 51 Fintech Ilegal versi OJK di Februari 2021

Techbiz.id - Satgas Waspada Investasi (SWI) kembali menemukan 51 fintech peer to peer (P2P) lending alias pinjaman online ilegal...

Berbahaya, Ternyata Ada Ribuan Aplikasi yang Bocorkan Data Pengguna

Techbiz.id - Keamanan data pribadi menjadi sangat penting bagi pengguna. Pasalnya, data itu berisikan informasi penting seperti halnya kata...

Selain Kamera 108MP, Ini Fitur Fotografi yang Akan Hadir di Realme 8 Pro

Techbiz.id - Bersamaan dengan peluncuran inovasi kamera, Realme juga menggoda kehadiran Realme 8 Series. Penerus Realme 7 itu akan...

Techbiz.id – PT XL Axiata Tbk menyampaikan bahwa perusahaan masih membuka kesempatan melakukan penggabungan usaha (merger) dengan operator seluler. Hal ini disampaikan langsung oleh Dian Siswarini selaku Presiden Direktur & CEO XL Axiata.

Dalam diskusi virtual terkait Media Update XL Axiata, Selasa (16/2/2021), Dian menilai jumlah pemain operator seluler saat ini terlalu banyak. Hal ini berdampak dengan adanya persaingan ketat antar operator, terutama persoalan harga.

- Advertisement -

“Konsolidasi itu baik untuk industri, karena industri telko Indonesia saat ini masih terdapat kelebihan jumlah pemain yang membuat persaingan luar biasa, kadang-kadang mendekati brutal, persaingan terlalu cepat. Kalau ada konsolidasi itu positif buat industri,” ujarnya.

Dengan begitu, XL dikatakan Dian akan mendukung jika ada perusahaan yang berupaya melakukan merger. “Sebetulnya sering saya katakan bahwa dalam beberapa tahun ini, XL dan beberapa operator di Indonesia, barangkali excluding Telkom Group, saling menjajaki satu sama lain.” jelas Dian.

Lebih lanjut, dirinya juga menyampaikan bahwa proses merger antar operator tidaklah mudah. Menurutnya setelah penjajakan, kedua operator akan masuk ke tahap berikutnya, dimana mempertimbangkan “Dengan siapa cocoknya, harga berapa, itu pertanyaan berikutnya,” ungkap Dian.

Namun Dian tidak menyebutkan secara langsung apakah perusahaan dalam waktu dekat ini akan melakukan konsolidasi atau tidak, termasuk dengan operator seluler apa.

Terlepas dari itu, XL Axiata dilaporkan tetap mengalami pertumbuhan positif di tengah ketatnya persaingan antar operator. Budi Pramantika, Chief Financial Officer XL Axiata,  mengatakan meskipun harus menghadapi kompetisi industri yang sangat ketat, perusahaan tetap berhasil mencatat pertumbuhan yang solid, yakni sebesar Rp 26,018 triliun atau naik tiga persen dibandingkan pada 2019 lalu.

Baca juga: Solusi Cognitive Ericsson Optimasi Jaringan XL Axiata

Selain itu, tingkat profitabilitas yang berkelanjutan juga terjaga dengan baik, di mana EBITDA meningkat sebesar 31% YoY, dan perusahaan kembali mencetak laba bersih dinormalisasi sebesar Rp 679 miliar.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

6 Perbedaan Redmi 9T dan Realme Narzo 30A

Techbiz.id - Belakangan ini, sejumlah vendor smartphone menghadirkan perangkat ramah kantong, seperti Realme dan Xiaomi. Keduanya masing-masing merilis Redmi...

Artikel Terkait