Kamis, September 23, 2021
Beranda DigiBiz PostgreSQL Usik Pasar Software Database Berbayar

PostgreSQL Usik Pasar Software Database Berbayar

Must Read

Rangkaian Produk Xiaomi ini Bisa Dijadikan Kado Akhir Tahun

Techbiz.id - Merayakan pergantian tahun dan menyambut 2021, Xiaomi merekomendasikan sejumlah produk smartphone dan AIoT untuk dijadikan sebagai kado akhir tahun Merayakan...

XL Axiata Perkuat Jaringan di Kawasan Industri Jabar

Techbiz.id - Kawasan industri baru yang berlokasi di segitiga emas Majalengka, Cirebon, dan Subang menjadi salah satu fokus penguatan...

Resmi, realme Watch S Pro Dijual Rp2 Juta Kurang

Techbiz.id - Jam tangan terbaru realme Watch S Pro resmi dijual oleh realme untuk pasar Indonesia dengan harga yang...

Samsung Ciptakan TV Ultra Tipis Nyaris Tanpa Bezel

Techbiz.id - Samsung memperkenalkan produk TV terbarunya di jajaran QLED 8K TV 2020, yakni Q950 yang menghadirkan audio surround-sound,...

Tak Ditunda, iPhone 13 Meluncur September 2021

Techbiz.id - Apple dikabarkan tak akan menunda peluncuran dari iPhone 13. Jadwal debut dari suksesor iPhone 12 itu kabarnya...

Telkomsel Awards 2021 Apresiasi Talenta Kreatif Indonesia

Techbiz.id - Telkomsel ingin terus memacu spirit bagi seluruh insan agar dapat terus berkarya untuk negeri dengan memberikan sebuah apresiasi...

Techbiz.id – Penggunaan software database berbasis Open Source seperti PostgreSQL mulai diperhitungkan eksistensinya oleh nama-nama besar di pasar ini. Bahkan, mereka berupaya mengakomodir kemudahan integrasi software mereka dengan Open Source.

Julyanto Sutandang, CEO Equnix Business Solutions, perusahaan penyedia solusi teknologi informasi di Asia Tenggara salah satunya PostgreSQL, menjelaskan bahwa kini banyak perusahaan besar telah banyak mengadopsi aplikasi berbasiskan Open Source, alih alih menggunakan yang proprietary. Hal ini dipicu salah satunya karena mulai banyak kesadaran perusahaan tersebut akan bahayanya Vendor Lock-in.

“Dalam mengimplementasikan teknologi berbasis Open Source tersebut, khususnya untuk Database Transactional, banyak industri menggunakan PostgreSQL. PostgreSQL mampu menangani transaksi dalam jumlah besar secara bersamaan (high concurrency and high performance transaction system), memiliki fitur fitur enterprise yang sangat dibutuhkan Industri seperti Parallel Query, Json Search and Index, mengakses database asing (Foreign Database), High Availability, Load Balancing, dan masih banyak lagi,” kata Julyanto.

Baca juga: Nutanix Rilis Manajemen Data Era 2.0

Di sektor perbankan misalnya, tuntutan efisiensi dan intensitas persaingan yang semakin meningkat menyebabkan lembaga keuangan terus bergerak ke arah transformasi digital. Beberapa bank menginvestasikan dana mereka untuk memanfaatkan kemajuan teknologi dengan menggunakan Open Source. Tren global juga menunjukan bahwa perusahaan kelas dunia memanfaatkan Open Source PostgreSQL untuk sistem data base-nya.

Indikator lain bahwa kekuatan Open Source semakin diperhitungkan adalah ketika software berbayar semakin terbuka untuk terintegrasi dengan Open Source. Sebut saja kehadiran software GoldenGate milik Oracle sebagai salah satu contohnya.

PostgreSQL tentu saja jadi incaran raksasa manufacture software, mengingat PostgreSQL merupakan RDBMS Open Source tercanggih di dunia, sudah banyak dipergunakan dikalangan industri bisnis terkemuka seperti perbankan dan telekomunikasi.

PostgreSQL dikembangkan lebih dari 30 tahun oleh komunitas global yang terdiri dari ribuan pengguna, kontributor, perusahaan, dan organisasi. Sehingga tidak heran apabila banyak perusahaan berpindah ke PostgreSQL karena berbagai keunggulan yang ditawarkan seperti fitur berkelas Enterprise, integritas data yang mumpuni, serta memiliki kinerja tinggi dalam mengolah data transaksi yang masif.

Barangkali itulah yang mengusik perusahaan software manajemen database berbayar, sehingga mau tidak mau harus merangkul PostgreSQL untuk terintegrasi, bahkan kompatibel dan berjalan di layanan mereka.

Kekuatan Open Source

Menurut Julyanto, penggunaan PostgreSQL lebih andal, stabilitas tinggi berkat arsitektur enterprise yang sudah teruji dalam industri, memiliki economic scale yang tinggi, tidak hanya dari biaya akuisisi dan operasi saja, namun juga Total Cost of Ownership (TCO) secara keseluruhan, termasuk hilangnya kerumitan perawatan, resiko support yang tidak memiliki kompetensi (PostgreSQL didukung secara profesional serta memiliki dukungan sumber daya ahli yang teruji), dan resiko lainnya yang dapat berakibat pada resiko bisnis.

Di luar semua keunggulan itu, yang jauh tak kalah pentingnya dari penggunaan software Open Source menurut Julyanto adalah kemandirian. Ia mengatakan, dengan menggunakan Open Source, kitalah pemilik dari software tersebut, tidak ada ketergantungan terhadap entitas lain, tidak ada paksaan maupun kepasrahan karena tidak memiliki pilihan.

“Dengan kata lain, software Open Source telah memberikan kebebasan, pilihan, keterbukaan, kemerdekaan, tanpa ada ketergantungan terhadap vendor. Apalagi, saat ini Open Source mulai banyak menjadi solusi alternatif di banyak infrastruktur teknologi informasi dan memberikan penghematan biaya lebih baik, secara terhitung maupun yang tidak terhitung,” sebutnya.

Alhasil, manfaat terbesar menggunakan Open Source adalah kebebasan, seperti janji yang disampaikan oleh Open Source itu sendiri, dan sesuatu yang tidak dikenal dalam dunia software propietary atau berbayar.

Terkait

Artikel Terkait

Terbaru

McAfee Tawarkan Zero Trust Network Access Gantikan VPN

Techbiz.id - McAfee Enterprise mengumumkan ketersediaan solusi keamanan siber berbasis Zero Trust Network Access yang mampu menggeser teknologi VPN...