Kamis, September 23, 2021
Beranda Fintech Instamoney Hadir Tawarkan Solusi Teknologi Remitansi

Instamoney Hadir Tawarkan Solusi Teknologi Remitansi

Must Read

XL Axiata (Juga) Tawarkan Layanan VoLTE

Techbiz.id - Layanan panggilan suara berbasis LTE (VoLTE) sepertinya bakal menjadi primadona operator telekomunikasi, XL Axiata pun kepincut menghadirkannya....

Dapat Opini WTP, Anggaran Proyek Kominfo Bermasalah

Techbiz.id - Meski hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap laporan keuangan Kementerian Komunikasi...

OLX: Minat Terhadap Mobil Bekas Terus Meningkat

Techbiz.id - Peminat mobil bekas di Indonesia terus bertambah, seiring dengan meluasnya ragam jenis dan brand mobil. Meski demikian, brand Jepang masih mendominasi...

LinkAja Bisa Buat Bayar Bus Trans Lampung

Techbiz.id - Bus Trans Lampung sebagai Bus Rapid Transit di Bandar Lampung kini telah bekerja sama dengan LinkAja untuk...

Asus Hadirkan Headset Gaming Mungil

Techbiz.id - Sebagian besar headset gaming biasanya berukuran besar, sehingga sulit untuk disimpan dalam tas penggunanya menyulitkan untuk dibawa...

4 Fitur Gaming di Galaxy A31

Techbiz.id – Samsung Galaxy A31 menghadirkan berbagai fitur awesome yang mendukung kebutuhan gamer dan content creator. Lalu, fitur apa...

Techbiz.id – Perusahaan fintech Instamoney, menawarkan inovasi baru untuk industri remitansi dalam kegiatan transfer dana di Indonesia dengan membangun infrastruktur pembayaran otomatis menggunakan application programming interface (API) dan Batch Transfer.

Dengan inovasi teknologi tersebut, memungkinkan transfer ke banyak rekening dengan biaya yang lebih terjangkau. Ini berarti, klien dapat melakukan banyak transaksi remitansi secara sekaligus menggunakan Instamoney, dan telah dilengkapi dengan sistem pencegahan risiko.

Menurut Direktur Instamoney, Mikiko Steven, sistem ini ditujukan untuk memitigasi risiko operasional dengan mengenali pola transaksi transfer dana, terutama transaksi yang mencurigakan.  

“Kami menawarkan berbagai keunggulan untuk klien, seperti pengiriman dana secara real-time (maksimal hanya dalam 5 menit) dan dengan biaya jasa yang flat, yaitu hanya Rp 5 ribu per transaksi,” ungkap Mikiko Steven.

Baca juga: Jumlah Pengguna Topremit naik 45% di Kuartal Pertama 2021

Lebih lanjut disampaikan Mikiko, demi memastikan keamanan dan kepatuhan, Instamoney menerima kerja sama hanya dengan perusahaan yang telah memiliki izin resmi dan diawasi oleh regulator terkait, seperti Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan.

Sejauh ini, Instamoney telah memproses lebih dari USD 2 miliar pengiriman dana setiap tahun. Perusahaan ini telah memiliki akses untuk mengirimkan dana ke lebih dari 140 jenis bank yang ada di Indonesia dan bekerjasama dengan banyak perusahaan remitansi berlisensi global untuk mempermudah akses transfer antarnegara. 

Instamoney juga merupakan bagian dari Asosiasi Penyelenggara Pengiriman Uang Indonesia (APPUI), sebuah wadah untuk berkumpulnya perusahaan pengiriman uang non-bank.

Selain itu, perusahaan ini menjadi anggota dari Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), asosiasi yang telah ditunjuk oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi sebagai Asosiasi Penyelenggara Inovasi Keuangan Digital berdasarkan POJK No.13/2018.

Sebagai informasi, transaksi pengiriman uang melalui remitansi terus berkembang. Bank Indonesia melaporkan bahwa pada kuartal pertama tahun 2021, Indonesia telah menerima total remitansi hingga USD2.259 juta.  

Selama ini, banyak perusahaan remitansi, baik di dalam maupun di luar negeri, yang membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan lisensi operasional. Selain itu, tingginya biaya dari kanal tradisional seperti bank juga menghambat proses pengiriman uang antarnegara.  

“Kedepannya, Instamoney berharap dapat terus berkontribusi positif dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif di bidang transfer dana,” pungkas Mikiko.  

Terkait

Artikel Terkait

Terbaru

McAfee Tawarkan Zero Trust Network Access Gantikan VPN

Techbiz.id - McAfee Enterprise mengumumkan ketersediaan solusi keamanan siber berbasis Zero Trust Network Access yang mampu menggeser teknologi VPN...