Sabtu, November 27, 2021
BerandaFintechDANA Undang 30 Ribu Pakar Keamanan untuk Uji Dompet Digitalnya

DANA Undang 30 Ribu Pakar Keamanan untuk Uji Dompet Digitalnya

Must Read

Techbiz.id – Dompet digital DANA bekerja sama dengan YesWeHack untuk mengamankan e-wallet DANA dan menemukan vulnerability atau kerentanan yang tak terdeteksi oleh audit keamanan biasa.

Seperti diketahui, para penjahat siber saat ini lebih termotivasi untuk mencuri informasi identitas pribadi, dan sektor fintech adalah salah satu target utamanya dan keamanan siber menjadi prioritas bagi DANA.

DANA mengawalinya dengan mengadakan program private bug bounty, yakni mengundang para pakar keamanan terpilih untuk menginvestigasi e-wallet-nya. DANA kini melangkah lebih jauh dengan menggelar program public bug bounty dan mengundang lebih dari 30.000 pakar keamanan global melalui platform YesWeHack, dengan tujuan memberikan transparansi dan kemanan yang lebih baik lagi kepada para penggunanya.

“Jutaan orang Indonesia mempercayakan informasi pribadi dan keuangan mereka kepada DANA, dan kami menerima tanggung jawab ini dengan sangat serius. Kami telah mengundang ribuan pakar keamanan dari seluruh dunia untuk menemukan kerentanan di dalam aplikasi e-wallet DANA,” kata Andri Purnomo, VP Information Security DANA.

Baca juga: Tingkatkan KYC, DANA Dorong Pengguna Beralih ke Premium

Program public bug bounty bersama YesWeHack ini dijelaskan Andri akan dijalankan secara berkelanjutan dan setiap update terbaru akan diperiksa terlebih dahulu. Hal ini demi melindungi data pengguna kami dan mencegah terjadinya insiden keamanan.

Menurut Kevin Gallerin, Managing Director, APAC di YesWeHack, berbagai perusahaan dan konsumen di seluruh Asia Tenggara, terutama di Indonesia, telah melakukan lompatan beberapa generasi dengan mengadopsi e-wallet sebagai channel pembayaran pilihan mereka. Namun, digitalisasi yang cepat ini seharusnya tidak mengorbankan faktor keamanan.

Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh Visa bertajuk “Powering the Acceleration of Digital-First Experiences” mendapati bahwa 78% orang Indonesia lebih memilih e-wallet sebagai platform pembayaran mereka karena kecepatan transaksi dan kenyamanannya.

Laporan Bank Indonesia menyebutkan bahwa jumlah transaksi digital di Indonesia telah mencapai USD9,2 miliar selama semester pertama 2021, atau naik 41% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Program public bug bounty dari DANA akan sangat membantu dalam membangun kepercayaan dan mengamankan e-wallet jutaan masyarakat Indonesia,” ucap Kevin menjelaskan.

Terkait

Artikel Terkait

Smartfren Hadirkan Kartu Perdana dan Paket Gokil Combo untuk Pengguna Dana

Techbiz.id - Smartfren meluncurkan kartu perdana GOKIL COMBO 55 GB dan paket GOKIL COMBO hasil kerjasama strategis dengan dompet...