Tahun 2020 Revenue Telkom Masih dapat Tumbuh di Atas Industri

Techbiz.id – Memasuki akhir tahun 2019, investor, pengelola reksadana dan pelaku capital market menanti-manti even tahunan yaitu window dressing. Disaat window dressing harga saham akan cenderung menguat. Salah satu saham yang menjadi buruan investor pada event window dressing adalah saham blue chips seperti Telkom Tbk. investor memilih saham Telkom dikarenakan fundamental BUMN telekomunikasi tersebut yang kuat.

Sebastian Tobing, analis saham PT Trimegah Securities Tbk. mengatakan bahwa fundamental emiten berkode TLKM ini masih sangat solid. Bahkan analis ini melihat saham Telkom merupakan saham dari emiten telekomunikasi yang terbaik di Indonesia.

Bahkan analis ini melihat hingga 10 tahun kedepan market share Telkomsel sebagai bagian terbesar dari Telkom masih tak akan tergoyahkan. Bahkan potensi Telkomsel untuk terus tumbuh masih cukup besar. Emiten lain yang akan menggoyang Telkomsel juga akan kesulitan. Sebab Telkomsel sudah sangat besar.

“Bisnis inti Telkom kami nilai masih sangat baik. Melihat akan kebutuhan layanan data dan trend penggunaan data di dunia, Telkom melalui Telkomsel juga masih akan membukukan pertumbuh revenue data yang cukup signifikan. Apa lagi tahun depan Telkomsel berencana akan menggelar layanan 5G yang bisa dipastikan akan mendongkrak revenue dari data,”papar Sebastian.

Sebastian melihat saat ini Telkom berusaha untuk melakukan diversifikasi usahanya tidak hanya fokus kepada layanan selular melalui Telkomsel saja. Tetapi sudah mengarah ke pendapatan non telekomunikasi seperti tower provider melalui Mitratel. Bisnis tower provider Telkom masih dilihat Sebastian masih cukup menarik. Bahkan Mitratel bisa menjadi salah satu kandidat anak usaha Telkom yang bisa go public.

“Terlebih lagi emiten tower lainnya terus membukukan peningkatan pendapatan. Market cap Tower Bersama saja sudah mencapai Rp 50 triliun. Mungkin Mitratel memiliki market cap dan kinerja yang hampir sama dengan Tower Bersama. Saat ini Mitratel menjadi salahsatu tower provider yang memiliki jumlah Menara yang cukup besar. mungkin jumlahnya lebih dari 20 ribu unit Menara,”terang Sebastian.

Melihat sudah semakin kecilnya perang harga dan ganguan regulasi seperti beberapa tahun yang lalu, Sebastian memprediksi pertumbuhan pendapatan Telkom hingga bisa melebih industry yaiitu 7%. Bahkan di tahun depan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan data, Sebastian memprediksi pertumbuhan pendapatan Telkom bisa mencapai 9%.

Melihat kinerja Telkom yang masih cukup baik tersebut dan prospek kebutuhan akan layanan daya, Trimegah masih merekomendasikan beli saham Telkom. Bahkan Sebastian menaikan target harga saham Telkom yang tadinya hanya Rp 4500 menjadi Rp 4750.

Related posts

Latest posts

Line Edukasi Covid-19 Lewat Stiker

Techbiz.id - LINE Indonesia mengembangkan inisiatif edukasi COVID-19 dengan meluncurkan Set Stiker Siaga COVID-19 guna terus memberikan informasi berguna, kali ini lewat...

Modalku Lakukan Mitigasi hadapi Covid-19

Techbiz.id - Modalku menerapkan prinsip responsible lending sebagai langkah mitigasi risiko untuk antisipasi dampak dari virus COVID-19. Prinsip...

Aplikasi Telekonferensi Ini Paling Banyak Sedot Bandwidth

Techbiz.id - Untuk melakukan aktivitas bekerja dan belajar dari rumah banyak aktivitas belajar kelompok atau rapat kini dilakukan via online melalui berbagai aplikasi telekonferensi...

Want to stay up to date with the latest news?

We would love to hear from you! Please fill in your details and we will stay in touch. It's that simple!