Penggunaan Aplikasi Belanja Naik 300% Selama Pandemi

Techbiz.id – Perusahaan yang bergerak di bidang data dan artificial intelligence (AI), ADA melakukan analisis data terhadap perubahan konsumen di beberapa negara termasuk Indonesia. Situasi pandemi rupanya memunculkan perilaku konsumen baru, yang berbeda-beda di setiap negara Asia Tenggara.

“COVID-19 telah mengubah kehidupan kita. Dalam situasi seperti ini, kita lebih memilih untuk berdiam di rumah dibandingkan bepergian. Social distancing juga membuat kita banyak menghabiskan waktu di ruang digital. Baik untuk bekerja, berkomunikasi, berbelanja, atau bahkan sekadar mencari hiburan,” ujar Kirill Mankovski, Managing Director ADA Indonesia.

Di Indonesia, situasi pandemi dan social distancing memunculkan beberapa perilaku baru, misalnya, The Adaptive Shopper dan Working-from-home Professional. Perubahan ini dilihat dari penggunaan aplikasi belanja dan produktivitas sepanjang bulan Maret.

Data ADA menunjukan, kedua jenis aplikasi ini paling banyak digunakan masyarakat Indonesia, terutama di kalangan menengah dan atas.

Sejak social distancing diumumkan, penggunaan aplikasi belanja mengalami kenaikan hingga 300%. Aplikasi yang banyak digunakan adalah aplikasi belanja yang menjual berbagai macam kebutuhan sehari-hari, juga aplikasi khusus jual-beli barang bekas. Penggunaan aplikasi jenis ini mengalami puncaknya pada tanggal 21-22 Maret, hingga lebih dari 400%.

“Masyarakat Indonesia, terutama kelas menengah dan atas, telah beradaptasi dengan dunia baru ini. Mereka beralih ke cara-cara baru untuk dapat memenuhi kebutuhan dan keinginannya,” ujar Kirill.

Sementara itu, bagi sebagian besar pekerja di Indonesia, working-from-home sama seperti bekerja pada situasi normal. Mereka tetap melakukan pekerjaan, kolaborasi, komunikasi, dan meeting seperti biasa. Hanya saja, semua pekerjaan dilakukan di rumah dengan bantuan aplikasi produktivitas.

Data ADA mencatat adanya peningkatan penggunaan aplikasi produktivitas selama bulan Maret, terutama setelah imbauan social distancing diumumkan. Penggunaan aplikasi produktivitas naik hingga lebih dari 400% pada pertengahan bulan Maret lalu. Aplikasi yang paling banyak digunakan adalah aplikasi screen recorder dan anti-virus.

“Setiap orang bereaksi dengan cara yang berbeda-beda terhadap situasi krisis, seperti pandemi. Ini yang menyebabkan perbedaan crisis persona di Indonesia dengan negara Asia Tenggara lainnya. Kami melihat, masyarakat Indonesia cepat beradaptasi untuk memenuhi kebutuhannya, dan berusaha untuk tetap produktif,” pungkasnya.

Terkait

Terkait

Latest posts

Facebook dan PayPal Suntik Dana ke Gojek untuk Kembangkan Pembayaran Digital

Techbiz.id - Gojek mengumumkan bahwa Facebook dan PayPal resmi menjadi investor di dalam penggalangan dana perseroan putaran terkini.

10 Smartphone Terbaik Versi AnTuTu pada Mei 2020

Jakarta, Techbiz.id - Seperti biasanya, AnTuTu kembali merilis daftar 10 Smartphone terbaik pada Mei 2020. Terdapat 2 kategori didalamnya, yaitu smartphone Flagship...

Update Harga Vivo V15 Juni 2020, Turun Rp2 Juta!

Jakarta, Techbiz.id - Meluncur sejak 2019 lalu, Vivo V15 sempat populer berkat spek kamera Pop-up yang dimilikinya. Vivo mengklaim V15 menjadi smartphone...

Want to stay up to date with the latest news?

We would love to hear from you! Please fill in your details and we will stay in touch. It's that simple!