Saturday, January 23, 2021
Home E-Commerce Penggunaan Aplikasi Belanja Naik 300% Selama Pandemi

Penggunaan Aplikasi Belanja Naik 300% Selama Pandemi

Must Read

Dijual Perdana, Pemesanan Oppo Reno5 Naik 23%

Techbi.id - Oppo memulai penjualan perdana perangkat Reno5 di Indonesia setelah melalui masa pemesanan yang berlangsung secara daring pada...

10 Langkah Menjadi Investor di Platform P2P Lending

Techbiz.id - Berdasarkan data di Statistik Fintech Lending Otoritas Jasa Keuangan (OJK) November 2020, jumlah rekening lender (pemberi pinjaman...

LIT Hadir Streaming di TV Amerika untuk Pertama Kalinya

Techbiz.id - Jaringan berita hiburan multi-platform LIT, yang berbasis di London dan merupakan salah satu portfolio dari GDP Venture,...

Bisnis Smartphone Jadi Strategi Bertahan Hidup Sharp

Techbiz.id - Sharp Indonesia semakin serius untuk memasuki pasar smartphone Indonesia dan menjadi strategi bertahan hidup perusahaan. Seperti diketahui, saat...

Tahun 2021, vivo V20 Berikan Harga Baru

Techbiz.id - vivo V20 menjadi varian terkini dari jajaran V-Series di Indonesia. Kini, mulai tanggal 13 Januari 2021, konsumen...

Techbiz.id – Perusahaan yang bergerak di bidang data dan artificial intelligence (AI), ADA melakukan analisis data terhadap perubahan konsumen di beberapa negara termasuk Indonesia. Situasi pandemi rupanya memunculkan perilaku konsumen baru, yang berbeda-beda di setiap negara Asia Tenggara.

“COVID-19 telah mengubah kehidupan kita. Dalam situasi seperti ini, kita lebih memilih untuk berdiam di rumah dibandingkan bepergian. Social distancing juga membuat kita banyak menghabiskan waktu di ruang digital. Baik untuk bekerja, berkomunikasi, berbelanja, atau bahkan sekadar mencari hiburan,” ujar Kirill Mankovski, Managing Director ADA Indonesia.

- Advertisement -

Di Indonesia, situasi pandemi dan social distancing memunculkan beberapa perilaku baru, misalnya, The Adaptive Shopper dan Working-from-home Professional. Perubahan ini dilihat dari penggunaan aplikasi belanja dan produktivitas sepanjang bulan Maret.

Data ADA menunjukan, kedua jenis aplikasi ini paling banyak digunakan masyarakat Indonesia, terutama di kalangan menengah dan atas.

Sejak social distancing diumumkan, penggunaan aplikasi belanja mengalami kenaikan hingga 300%. Aplikasi yang banyak digunakan adalah aplikasi belanja yang menjual berbagai macam kebutuhan sehari-hari, juga aplikasi khusus jual-beli barang bekas. Penggunaan aplikasi jenis ini mengalami puncaknya pada tanggal 21-22 Maret, hingga lebih dari 400%.

“Masyarakat Indonesia, terutama kelas menengah dan atas, telah beradaptasi dengan dunia baru ini. Mereka beralih ke cara-cara baru untuk dapat memenuhi kebutuhan dan keinginannya,” ujar Kirill.

Sementara itu, bagi sebagian besar pekerja di Indonesia, working-from-home sama seperti bekerja pada situasi normal. Mereka tetap melakukan pekerjaan, kolaborasi, komunikasi, dan meeting seperti biasa. Hanya saja, semua pekerjaan dilakukan di rumah dengan bantuan aplikasi produktivitas.

Data ADA mencatat adanya peningkatan penggunaan aplikasi produktivitas selama bulan Maret, terutama setelah imbauan social distancing diumumkan. Penggunaan aplikasi produktivitas naik hingga lebih dari 400% pada pertengahan bulan Maret lalu. Aplikasi yang paling banyak digunakan adalah aplikasi screen recorder dan anti-virus.

“Setiap orang bereaksi dengan cara yang berbeda-beda terhadap situasi krisis, seperti pandemi. Ini yang menyebabkan perbedaan crisis persona di Indonesia dengan negara Asia Tenggara lainnya. Kami melihat, masyarakat Indonesia cepat beradaptasi untuk memenuhi kebutuhannya, dan berusaha untuk tetap produktif,” pungkasnya.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Dua Alasan Ini Membuat Oppo Reno5 5G Lebih Mahal

Techbiz.id - Oppo sudah resmi meluncurkan varian lain dari jajaran keluarga seri Reno5 yakni Reno5 5G di Indonesia yang...

Artikel Terkait