Tuesday, October 27, 2020
Home E-Commerce Penggunaan Aplikasi Belanja Naik 300% Selama Pandemi

Penggunaan Aplikasi Belanja Naik 300% Selama Pandemi

Must Read

Aturan Pelaksana UU Cipta Kerja Ditunggu Pelaku Industri

Techbiz.id - Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) berharap UU Cipta Kerja yang telah memberikan angin segar bagi...

Taman Nasional Bali Manfaatkan Teknologi AI

Techbiz.id - Taman Nasional Bali Barat bersama Huawei melakukan penjajakan kerja sama Smart Forest Guardian (pengawasan hutan dengan kecerdasan...

Bima Market Catat Peningkatan Selama Pandemi

Techbiz.id -Tri Indonesia mencatat peningkatan akses terhadap marketplace Bima market dimasa pandemic covid-19 ini.Setiap bulannya terjadi peningkatan...

Techbiz.id – Perusahaan yang bergerak di bidang data dan artificial intelligence (AI), ADA melakukan analisis data terhadap perubahan konsumen di beberapa negara termasuk Indonesia. Situasi pandemi rupanya memunculkan perilaku konsumen baru, yang berbeda-beda di setiap negara Asia Tenggara.

“COVID-19 telah mengubah kehidupan kita. Dalam situasi seperti ini, kita lebih memilih untuk berdiam di rumah dibandingkan bepergian. Social distancing juga membuat kita banyak menghabiskan waktu di ruang digital. Baik untuk bekerja, berkomunikasi, berbelanja, atau bahkan sekadar mencari hiburan,” ujar Kirill Mankovski, Managing Director ADA Indonesia.

- Advertisement -

Di Indonesia, situasi pandemi dan social distancing memunculkan beberapa perilaku baru, misalnya, The Adaptive Shopper dan Working-from-home Professional. Perubahan ini dilihat dari penggunaan aplikasi belanja dan produktivitas sepanjang bulan Maret.

Data ADA menunjukan, kedua jenis aplikasi ini paling banyak digunakan masyarakat Indonesia, terutama di kalangan menengah dan atas.

Sejak social distancing diumumkan, penggunaan aplikasi belanja mengalami kenaikan hingga 300%. Aplikasi yang banyak digunakan adalah aplikasi belanja yang menjual berbagai macam kebutuhan sehari-hari, juga aplikasi khusus jual-beli barang bekas. Penggunaan aplikasi jenis ini mengalami puncaknya pada tanggal 21-22 Maret, hingga lebih dari 400%.

“Masyarakat Indonesia, terutama kelas menengah dan atas, telah beradaptasi dengan dunia baru ini. Mereka beralih ke cara-cara baru untuk dapat memenuhi kebutuhan dan keinginannya,” ujar Kirill.

Sementara itu, bagi sebagian besar pekerja di Indonesia, working-from-home sama seperti bekerja pada situasi normal. Mereka tetap melakukan pekerjaan, kolaborasi, komunikasi, dan meeting seperti biasa. Hanya saja, semua pekerjaan dilakukan di rumah dengan bantuan aplikasi produktivitas.

Data ADA mencatat adanya peningkatan penggunaan aplikasi produktivitas selama bulan Maret, terutama setelah imbauan social distancing diumumkan. Penggunaan aplikasi produktivitas naik hingga lebih dari 400% pada pertengahan bulan Maret lalu. Aplikasi yang paling banyak digunakan adalah aplikasi screen recorder dan anti-virus.

“Setiap orang bereaksi dengan cara yang berbeda-beda terhadap situasi krisis, seperti pandemi. Ini yang menyebabkan perbedaan crisis persona di Indonesia dengan negara Asia Tenggara lainnya. Kami melihat, masyarakat Indonesia cepat beradaptasi untuk memenuhi kebutuhannya, dan berusaha untuk tetap produktif,” pungkasnya.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

PVP Esport Gelar SuperGamerFest

Techbiz.id - PVP Esports mengumumkan penyelenggaraan perdana dari SuperGamerFest (SGF), festival virtual yang ditujukan untuk menghibur para gamer dan...

3 Syarat Wajib untuk Jadi Content Creator

Techbiz.id - Pandemi Covid-19 ini memunculkan peluang bagi pengguna smartphone di Indonesia untuk menjadi seorang content creator. Munculya peluang...

Solusi IoT Tingkatkan Kualitas Budidaya Ikan dan Udang

Techbiz.id - XL Axiata mengembangkang solusi IoT precision farming bernama “XL Smart Aquaculture” untuk meningkatkan kualitas budidaya ikan dan udang para petani...

Bima Market Catat Peningkatan Selama Pandemi

Techbiz.id -Tri Indonesia mencatat peningkatan akses terhadap marketplace Bima market dimasa pandemic covid-19 ini.Setiap bulannya terjadi peningkatan akses di Bima market sebesar...

Mengenal Spesifikasi Realme Narzo 20 Pro, Ponsel Gaming Rp3 Jutaan

Techbiz.id - Realme baru saja mengonfirmasi kehadiran Realme Narzo 20 Pro di Indonesia. Ponsel pintar itu diposisikan sebagai ponsel gaming Rp3 jutaan...
- Advertisement -

Artikel Terkait