Thursday, April 22, 2021
Home DigiBiz Green Data Center Bakal Jadi Standar Industri

Green Data Center Bakal Jadi Standar Industri

Must Read

Bocoran Spesifikasi OPPO Reno6 Terungkap

Techbiz.id - Rumor mengatakan OPPO tengah bersiap menghadirkan Reno6, meskipun pendahulunya baru memasuki pasar beberapa waktu yang lalu. Kini...

Jadwal Debut Redmi 10 Kian ‘Dekat’

Techbiz.id - Usai memperluas keluarga Redmi 9 menjadi beberapa varian, kini Xiaomi dikabarkan bakal memulai debut bagi Redmi 10. Menurut...

vivo X60 Series Mulai Dijual di Pasar Indonesia

Techbiz.id - vivo Indonesia mengumumkan penjualan perdana smartphone terbarunya dalam program Super Selling Day vivo X60 Series 5G Co-engineered with ZEISS...

OPPO A94 5G Meluncur dengan 48MP Quad Camera

Techbiz - Usai menghadirkan versi 4G, kali ini OPPO meluncurkan A94 dengan dukungan 5G. Bukan di Indonesia, perangkat ini...

Gelar Ramadan Big Sale, realme Beri Diskon 50%

Techbiz.id - Bulan Ramadan realme mengadakan Ramadan Big Sale sebagai berkah tambahan untuk seluruh anak muda di Indonesia. Program...

Techbiz.id – Seiring dengan peningkatan penggunaannya, Data Center tidak hanya akan menghadapi masalah biaya listrik yang lebih tinggi dan kebutuhan akan infrastruktur yang tangguh dan handal, tetapi juga dampak terhadap lingkungan yang sering kali tidak dapat dipulihkan.

Dalam laporan yang diterbitkan oleh penyimpanan data digital akan menghasilkan 14% dari emisi karbon dunia pada tahun 2040.

- Advertisement -

Dengan pandangan inilah, pemerintah di seluruh dunia telah memberlakukan peraturan yang lebih ketat tentang emisi karbon yang digunakan oleh sektor teknologi. Beberapa contoh diantaranya termasuk larangan yang diberlakukan Beijing pada Data Center dengan power usage effectiveness (PUE) 1,5 atau lebih tinggi.

Dengan adanya peraturan-peraturan pemerintah ditambah dengan peningkatan keseluruhan pengeluaran untuk hosting dan mempertahankan infrastruktur digital, baik untuk penyedia dan konsumen, maka terlihat lebih banyak perusahaan-perusahaan mulai mengevaluasi kembali metodelogi ramah lingkungan mereka dan bergerak menuju Green Data Center.

Awal tahun ini, raksasa teknologi, Microsoft, berkomitmen menjadi perusahaan dengan karbon negatif pada tahun 2030, hal ini merupakan rencana ambisius untuk memangkas emisi karbon langsung ke seluruh pasokan dan nilai rantai mereka.

“Globalisasi digital akan terus melambung dan sangatlah penting untuk organisasi saat ini dibandingkan sebelumnya untuk menerapkan cara-cara yang lebih cerdas dan lebih bersih dalam mengkonsumsi energi agar tetap kompetitif,” kata Darren Hawkins, CEO SpaceDC.

Selain efisiensi biaya, Green Data Center menurut Darren Hawkins adalah kunci model bisnis masa depan yang berkelanjutan dan jangka panjang.

“Green Data Center pertama kami di wilayah ini terbuka untuk kesuksesan yang luar biasa dan kami mendorong lebih banyak organisasi untuk bergabung bersama kami menuju jalan berkelanjutan,” ungkapnya.

Adanya pergeseran paradigma dari Data Center tradisional ke Data Center berkelanjutan menjadi sangat penting bagi keberhasilan bisnis dan kepedulian terhadap masa depan yang lebih memperhatikan lingkungan yang hijau, serta tren menuju Data Center yang lebih hemat energi akan terus meningkat.

Di beberapa negara seperti Irlandia, perkembangan ekonomi Data Center yang sangat pesat telah melampaui pasokan energi mereka. Untuk mendukung pertumbuhan industri yang berkelanjutan, negara-negara di seluruh dunia harus mencari alternatif baru, dan di sinilah Green Data Center berperan sebagai standar industri berikutnya.

- Advertisement -

Artikel Terbaru

10 Perbedaan OPPO A74 5G dan A74 4G

Techbiz.id - OPPO baru saja menghadirkan perangkat A74 5G dan A74 4G. Tak hanya memiliki konektivitas yang berbeda, OPPO...

Artikel Terkait