Wednesday, April 21, 2021
Home Telco XL Axiata Gelar Kelas Inkubasi Sispreneur

XL Axiata Gelar Kelas Inkubasi Sispreneur

Must Read

realme Official Store Siapkan Banyak Hadiah untuk Pemesanan realme 8 Pro

Techbiz.id - Untuk semakin memeriahkan pasca peluncuran realme 8 Series beberapa waktu lalu, realme kembali menyiapkan berbagai kejutan dengan...

Mudik Dilarang, Tiket.com Ungkap Konsumen Booking Tiket Sebelum Larangan

Techbiz.id - Pemerintah resmi mengumumkan kebijakan larangan mudik tahun ini. Larangan itu tertuang dalam Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan...

Solusi Mencuci Pintar dengan Samsung Smart EcoBubble Washer

Techbiz.id - Samsung Electronics Indonesia menghadirkan solusi mencuci pakaian yang bersih sekaligus juga hemat daya dengan meluncurkan mesin cuci Samsung...

Sampoerna Telekomunikasi Tunggak BHP Frekuensi

Techbiz.id - Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia menunggak pembayaran Biaya Hak Penggunaan Spektrum...

Jadwal Debut Redmi 10 Kian ‘Dekat’

Techbiz.id - Usai memperluas keluarga Redmi 9 menjadi beberapa varian, kini Xiaomi dikabarkan bakal memulai debut bagi Redmi 10. Menurut...

Techbiz.id – XL Axiata dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) bertekad menghubungkan perempuan pelaku usaha mikro hingga akhir 2020 dengan teknologi digital.

Tekad tersebut diwujudkan melalui peluncuran Kelas Inkubasi Sispreneur yang ditujukan bagi kalangan perempuan pelaku usaha mikro.

- Advertisement -

Sasaran perempuan pelaku usaha mikro dalam program Sispreneur adalah 200 perempuan pelaku usaha mikro binaan Kemen PPPA.

Baca juga: Program Sisternet XL sudah Punya Aplikasi Digital

Menurut Menteri PPPA, Bintang Puspa Yoga, melalui adaptasi dengan teknologi dan pemanfaatan e-commerce, perempuan penggerak pelaku usaha mikro berpotensi menguasai pasar dan terus memperbesar kontribusi ekonomi bagi bangsa.

“Usaha mikro merupakan jenis usaha yang dapat bertahan dan mampu menyelamatkan ekonomi kita pada krisis moneter pada 1997-1998, sehingga saya yakin, UMKM di Indonesia berpotensi untuk kembali menyelamatkan pemulihan ekonomi akibat pandemi yang melanda saat ini dengan memanfaatkan akses teknologi, go-online, dan menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru,” ungkapnya.

Menteri Bintang juga mengatakan, tidak hanya dari segi populasinya, potensi dan peran perempuan dalam sektor ekonomi sangatlah besar.

Misalnya, 99,99 persen usaha di Indonesia adalah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) (Kemenkop dan UKM, 2017-2018). Selain itu, berdasarkan survei dari Bank Dunia (2016), lebih dari 50 persen usaha mikro dan kecil dimiliki oleh perempuan.

Peserta yang terpilih mengikuti program ini akan mendapatkan pembinaan secara gratis, baik secara konseptual, maupun praktek untuk mengembangkan usaha secara mandiri dan konkret.

Selain itu, mereka juga mendapatkan peluang untuk memperbesar jaringan pemasaran produk, serta memperluas cakupan pasar dan meningkatkan mutu serta kualitas produknya sehingga tidak menutup kemungkinan untuk menjual produknya, baik lintas provinsi maupun hingga keluar negeri.

Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan, melalui program tersebut, para perempuan pelaku usaha mikro akan mendapatkan bimbingan untuk mengembangkan bisnis kecil dengan memanfaatkan teknologi digital.

Perempuan dan UMKM menurut Dian merupakan pihak-pihak yang paling terdampak secara ekonomi dan sosial selama masa pandemi Covid-19.

“Program kelas inkubasi ini menjadi sangat relevan untuk kami selenggarakan saat ini agar dapat membantu di dua sisi sekaligus, yaitu sisi perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga dan UMKM yang dikelolanya agar bisa menopang ekonomi keluarga dan menggerakkan ekonomi di lingkungan sekitarnya,” tutur Dian.

Dian menambahkan, bagi para perempuan pelaku usaha mikro, teknologi digital akan memungkinkan mereka untuk menembus pasar yang lebih luas, yang hampir mustahil bisa dijangkau jika tidak online.

Teknologi digital sekaligus akan mempermudah mereka melakukan promosi produk atau jasa secara lebih massif melalui kolaborasi dengan para penyedia platform e-commerce.

Kelas Inkubasi akan dilaksanakan secara online, menyesuaikan dengan protokol kesehatan. Ada tiga hal pokok mendasar yang diajarkan.

Pertama, product ready, yaitu membangun pola pikir seorang perempuan pelaku wirausaha (womenpreneur) menyangkut pengembangan usaha secara nyata, baik dari sisi manajemen keuangan, hingga pemilihan produk.

Kedua, market ready, yaitu mendidik para perempuan pelaku usaha mikro untuk bisa memastikan kualitas produk sesuai dengan target market yang disasar.

Ketiga, digital and marketplace ready, mengajarkan para perempuan pelaku usaha mikro cara menggunakan channel promosi agar bisa lebih menjual seperti di platform media sosial, serta didukung juga oleh Bukalapak.

Para peserta akan dibimbing dalam berjualan melalui marketplace, serta produk-produk perempuan pelaku usaha mikro yang telah mengikuti program Sispreneur ini akan dipromosikan dan mendapatkan fitur push promotion. 

Baca juga: XL Axiata Terapkan Single Sign On untuk Akses Aplikasinya

Para peserta Kelas Inkubasi Sispreneur berdomisili tersebar di 4 (empat) provinsi, yaitu Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.

Mereka juga merupakan pelaku usaha mikro yang selama ini memang belum online. Mereka memiliki produk atau jasa antara lain makanan dan kerajinan tangan. 

Lalu juga para peserta mendapatkan starter pack/sim card XL Biz secara gratis dengan benefit Paket Data 5 GB, Unlimited Call & SMS ke sesama XL, 30 Menit + 30 Sms ke operator lain, Unlimited WA, Line, free akses Facebook & Instagram sebesar 1 GB, dan Pulsa sebesar Rp5.000.

- Advertisement -

Artikel Terbaru

Paket Kuota Happy untuk Silaturahmi selama Ramadan

Techbiz.id - Menghadapi perubahan aktivitas selama Ramadan akibat pandemi, Tri Indonesia menyediakan berbagai pilihan paket kuota yang terjangkau dengan...

Artikel Terkait