Jumat, September 17, 2021
Beranda Fintech Industri Fintech Bantu Menggerakan Perekonomian

Industri Fintech Bantu Menggerakan Perekonomian

Must Read

Fujifilm Kenalkan Kamera Instax Mini 9 Rdisi Terbatas Star Wars dan Frozen 2.

TechBiz.ID - Fujifilm berkolaborasi dengan Disney mengenalkan varian terbaru kamera Instax Mini 9 edisi terbatas Star Wars dan Frozen...

LinkAja Kenalkan Uang Elektronik Syariah Pertama di Indonesia

Techbiz.id - LinkAja secara resmi meluncurkan Layanan Syariah LinkAja sebagai uang elektronik syariah pertama di Indonesia yang memfasilitasi berbagai...

Brand Harus Manfaatkan Ruang Digital Hadapi Pandemi

Techbiz.id - Pandemi COVID-19 diyakini telah menyebabkan kepanikan di pasar keuangan. Banyak industri yang merasakan dampak dari situasi ini,...

Sejumlah Fitur Baru yang Hadir di Windows 11

Tehcbiz.id - Microsoft akhirnya memperkenalkan sistem operasi penerus Windows 10 setelah hampir 5 tahun lamanya. Dikenal sebagai Windows 11,...

Instagram Bakal Filter Kata Tak Pantas di DM

Techbiz.id - Facebook saat ini tengah mengerjakan fitur baru di DM Instagram. Fitur baru ini bertujuan untuk membuat platform...

Kaspersky Sarankan 3 Hal ini Untuk E-commerce yang Tangani Jutaan Data

Techbiz.id - Kasus peretasan e-commerce Tokopedia yang menyebabkan bocornya data 91 juta penggunanya merupakan pukulan besar bagi industry ini....

Techbiz.id – Di tengah goncangan ekonomi sebagai akibat dari pandemi Covid-19, industri fintech secara aktif membantu pemerintah menggerakan perekonomian Indonesia.

Salah satu peran fintech dalam menggerakan perekonomian menurut Anggota Steering Committee Indonesia Fintech Society (IFSoc), Hendri Saparini adalah melalui pemanfaatan dalam program Kartu Prakerja dan QRIS sebagai inovasi dari Bank Indonesia.

Salah satu kelebihan QRIS menurutnya adalah masyarakat dapat bertransaksi dengan cepat, mudah, murah dan aman. Namun, IFSoc menilai diperlukan kolaborasi yang kondusif agar tercipta win-win situation bagi seluruh pemangku kepentingan. BI perlu mengkaji secara dalam struktur insentif dan disinsentif dalam penerapan QRIS, khususnya dalam hal pricing dan akuisisi merchant. 

“Inklusi keuangan merupakan salah satu kebijakan kunci dalam pemulihan ekonomi nasional. Pemerintah bersama fintech, perlu menyiapkan strategi inovatif untuk melakukan pemerataan literasi keuangan dan pemerataan akses layanan fintech,” ucapnya.

Baca juga: 5 Faktor Ini Penentu Pertumbuhan Industri Fintech 2021

Lebih lanjut dijelaskan Hendri, saat ini digital divide masih menjadi tantangan yang perlu segera diatasi. Indeks inklusi keuangan Indonesia pada 2019 sebesar 76%, lebih rendah dibandingkan Singapura (98%), Malaysia (85%), dan Thailand (82%).

Untuk itu, IFSoc mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo yang telah mengeluarkan Perpres No.114/2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI), sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pencapaian keuangan inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia dan menargetkan indeks inklusi keuangan Indonesia mencapai 90% di tahun 2024.

Kolaborasi pemerintah, perbankan, dan pelaku industri fintech berpotensi mendorong adopsi layanan keuangan digital secara masif dan meningkatkan tingkat inklusi keuangan secara signifikan. Di masa pandemi, perbankan dan fintech terus berinovasi agar masyarakat mendapatkan pinjaman dengan proses yang lebih cepat dan mudah.

Selain itu, fintech juga mendorong peningkatan penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel dengan pemanfaatan fintech. Saat ini terjadi akselerasi penetrasi pasar SBN ritel yang pesat didorong oleh platform berbasis fintech, terutama di era pandemi.

Pertumbuhan perusahaan fintech yang terlibat dalam penjualan SBN turut serta berkontribusi besar dalam peningkatan investor ritel, dimana dibuktikan dengan fintech berhasil masuk dalam jajaran mitra distribusi terbaik dalam penjualan SBN.

Data Kementerian Keuangan menunjukkan hadirnya fintech juga meningkatkan komposisi investor milenial (usia 20-40 tahun) pada Surat Berharga Negara (SBN) ritel, baik offline maupun online.

Anggota Steering Committee IFSoc, Agustinus Prasetyantoko menjelaskan fintech telah menunjukkan kontribusi nyata dalam membangun fondasi pemulihan ekonomi nasional setelah hadirnya disrupsi COVID-19 pada tahun 2020.

“Untuk itu, IFSoc merekomendasikan pemerintah, BI dan OJK untuk dapat merumuskan Strategi dan Peta Jalan Fintech dan Digital Nasional yang terintegrasi untuk membawa fintech Indonesia ke level berikutnya. IFSoc akan terus memainkan peranan sebagai mitra bagi pembuat kebijakan, masyarakat, dan pelaku industri,” kata Rektor Universitas Katolik Atma Jaya ini.

Terkait

Artikel Terkait

Terbaru

Daftar Harga Paket Data Telkomsel Terbaru 2021

Techbiz.id - Telkomsel termasuk salah satu operator yang aktif dalam memberikan promo paket data kepada pelanggan setianya, termasuk pada...