Jumat, Juli 19, 2024

XL Axiata Optimalkan Spektrum Eksisting untuk Gelar 5G

Techbiz.id – Indonesia tengah bersiap mengimplementasikan layanan seluler generasi kelima (5G). Kementerian Komunikasi dan Informatika bahkan menetapkan tahun 2021 Indonesia sudah mulai mengimplementasikannya.

Menghadapi pengimplementasian layanan 5G ini XL Axiata telah melakukan serangkaian persiapan di jaringannya untuk bisa menghadirkan layanan ini di Indonesia.

Menurut Director & Chief Technology Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa, XL Axiata akan memaksimalkan spektrum yang dimilikinya untuk bisa menghadirkan layanan 5G.

Sejumlah inisiatif pun disampaikan Gede telah dilaksanakan guna meningkatkan kapasitas jaringan dan efisiensi jaringan yang mencakup radio, transport, dan core. Sejak 2017 silam hingga saat ini XL Axiata sudah melakukan serangkaian uji coba 5G.

Baca juga: XL Axiata Uji Coba Dynamic Spectrum Sharing untuk 5G

“Cepat atau lambat layanan 5G sudah pasti akan diimplementasikan di Indonesia, karena itu kami tidak pernah berhenti untuk menyiapkan jaringan kami lewat serangkaian inovasi. Akan tetapi, layanan 5G tentu saja membutuhkan kesiapan ekosistem lainnya, termasuk ketersediaan spektrum 5G dengan lebar pita yang optimal,” ucap Gede.

Saat ini XL Axiata memiliki spektrum di frekuensi 1800Mhz dan 210 Mhz yang diakui Gede belum akan maksimal jika digunakan untuk meghadirkan layanan 5G karena spektrum tersebut masih digunakan untuk menghadirkan layanan 4G.

5G XL Axiata

Menurut Gede, untuk bisa memberikan pengalaman 5G yang sesungguhnya, dibutuhkan spektrum dengan lebar kanal yang lebih besar. Inovasi teknologi 5G memungkinkan koneksi dengan kapasitas yang jauh lebih besar, untuk itu dibutuhkan kanal bandwidth yang lebih lebar.

Setelah lelang 2.3GHz selesai, XL Axiata menunggu lelang spektrum 5G selanjutnya, yaitu 700MHz, 2.6GHz, 3.5GHz, 28GHz dengan total 1280MHz. XL Axiata berharap pengadaan spektrum 5G tersebut dapat segera terealisasi sesuai dengan rencana pemerintah.

Dalam lelang frekuensi 2,3Ghz ini XL Axiata gagal mendapatkan alokasi frekuensi di spektrum yang ditetapkan untuk 5G tersebut. Meski demikian kegagalan ini tidak membuat perubahan strategi dalam gelaran jaringan XL Axiata.

“Dengan tidak dapatnya frekuensi 2,3 Ghz justru akan membuat kami lebih inovatif lagi memanfaatkan spektrum yang ada dengan bantuan dari mitra teknologi. Kami tetap optimis untuk bisa menggelar 5G,” ungkap Gede.

Gede berharap keseluruhan ekosistem teknologi 5G dapat segera benar-benar bisa terbentuk di Indonesia, seperti ketersediaan spektrum 5G, kesiapan infrastruktur, kesiapan use case, serta kesiapan perangkat pengguna yang terjangkau oleh pelanggan.

Layanan 5G sudah mulai diterapkan di sejumlah negara maju, dan tidak lama lagi akan diterapkan di Indonesia. Menurutnya, banyak persiapan yang harus dilakukan dan berjalan beriringan, baik dari sisi operator, maupun juga ekosistem penunjangnya.

tidak akan ada perubahan strategi dalam gearan jaringan dengan tidak dapatnya frekuensi 2,3. justru akan membuat xl lebih inovatif lagi memanfaatkan spectrum yang ada dengan mitra teknologi. tetap optimis untuk menggelar 5g

Terkait

Artikel Terkait

Memajukan Potensi Digital Bersama Gerakan 100% untuk Indonesia

Techbiz.id - Akses internet merupakan salah satu sarana terbaik untuk membuka berbagai peluang baru bagi masyarakat. Tergantung bagaimana pemanfaatannya,...