Monday, April 19, 2021
Home News GudangAda Tunjuk CTO Baru untuk Pertahankan Reputasi

GudangAda Tunjuk CTO Baru untuk Pertahankan Reputasi

Must Read

Garmin Enduro, Jam Tangan Pintar dengan GPS Multisport

Techbiz.id - Erajaya Group bekerja sama dengan Garmin Indonesia menghadirkan Garmin Enduro, yaitu GPS Multisport watch dengan perfoma ultra. Kehadiran...

Tiga Lensa G Terbaru Sony Hasilkan Gambar Bokeh yang Indah

Techbiz.id - Sony Indonesia resmi mengumumkan tiga lensa G untuk jajaran E-mount, yaitu FE 50mm F2.5 G (model SEL50F25G),...

vivo X60 Series Mulai Dijual di Pasar Indonesia

Techbiz.id - vivo Indonesia mengumumkan penjualan perdana smartphone terbarunya dalam program Super Selling Day vivo X60 Series 5G Co-engineered with ZEISS...

Lewat Google Asisstant Kini Bisa Pesan dan Bayar Makanan

Techbiz.id - Google Asisstant kini menghadirkan fitur baru yang mempermudah pengguna untuk memesan makanan dan memproses pembayaran di restoran. Melalui...

Memotret Malam Ramadan dengan Extreme Night Vision

Techbiz.id - Setelah vivo resmi membawa vivo X60 Series 5G Co-engineered with ZEISS ke Indonesia beberapa hari lalu, vivo pun memperkenalkan...

Techbiz.id – untuk mendorong visi teknologi perusahaan dalam mempertahankan reputasinya sebagai pemimpin terdepan di industri e-commerce FMCG di Indonesia GudangAda menunjuk Huan Yang sebagai Chief Technology Officer (CTO).

Perekrutan CTO baru ini diumumkan setelah GudangAda berhasil menggalang dana senilai lebih dari USD30 juta, serta mengalami pertumbuhan bisnis hingga sembilan kali lipat, baik dalam jumlah users maupun Gross Merchandise Value (GMV) di tahun 2020.

- Advertisement -

Saat ini, GudangAda memiliki 300.000 pengguna. Setiap bulannya, mayoritas users melakukan banyak transaksi dan mencapai GMV bulanan senilai lebih dari USD600 juta.

Baca juga: Waresix Raih USD100 Juta Dalam Pendanaan Seri B

Penunjukkan Huan Yang merupakan bagian dari strategi penguatan tim senior GudangAda, yang telah dilakukan sejak awal 2020 dengan banyaknya talent berpengalaman yang berasal dari perusahaan terkemuka di sektor FMCG, teknologi, dan konsultan yang bergabung dengan GudangAda.

GudangAda berencana membidik seluruh rantai pasokan di industri, dari produsen ke retailer, yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Target tahun 2021 adalah mencapai 5x pertumbuhan bisnis dan menjangkau hingga 1.000.000 users, akan menjadikan GudangAda sebagai perusahaan dengan jaringan distribusi FMCG untuk B2B terbesar di Indonesia.

CTO baru gudangada

Menurut CEO Gudang Ada, Stevensang, penunjukan Huan di GudangAda berperan penting dalam merealisasikan rencana ekspansi perusahaan, meliputi perluasan bisnis secara besar-besaran ke lebih banyak kota di Indonesia, peningkatan layanan gudang dan logistik, serta rencana penambahan kategori produk baru diluar sektor industri FMCG.

“Kami sangat senang akan kehadiran Huan dan saya yakin dengan keahlian dan pengalaman globalnya, GudangAda dapat meningkatkan kapabilitas platformnya sehingga dapat mempercepat pertumbuhan bisnis kedepannya,” ungkapnya.

Huan bergabung di GudangAda setelah sebelumnya berkarir di Grab Singapore, di mana dia memimpin departemen engineering di Singapura, Jakarta, dan Beijing. Tanggung jawab utamanya adalah mengembangkan solusi pengiriman makanan.

Selama 13 tahun berkarir, Huan pernah memegang peran penting dalam membangun dan menggerakkan tim teknologi di perusahaan teknologi raksasa seperti Google, Facebook dan Uber.

Keterampilan Huan juga didukung oleh perspektif global yang luas karena pernah bekerja dengan tim global dan ditempatkan di berbagai wilayah seperti Shanghai, London dan San Fransisco.

Pengalaman dan keterampilan Huan akan bermanfaat dalam menyumbangkan perspektif internasional dan best practice bagi fase pertumbuhan GudangAda berikutnya.

“Kami menyadari besarnya potensi pertumbuhan market di Indonesia yang sangat besar. Pemerintah juga mendukung dalam memberikan peluang bagi perusahaan untuk berpartisipasi dalam transformasi digital. Didukung dengan CTO baru kami, GudangAda akan memiliki posisi yang kuat untuk memanfaatkan peluang ini dan melanjutkan misi memberdayakan pedagang tradisional dan keseluruhan rantai pasokan FMCG,” imbuh Stevensang.

Huan Yang, Chief Technology Officer Gudang Ada mengatakan, banyak pelaku bisnis tradisional di Indonesia yang mengalami kendala akibat rendahnya produktivitas, mahalnya biaya operasional, serta sulitnya mengadopsi teknologi. Menghadirkan solusi teknologi yang cepat, mudah, dan murah yang bermanfaat bagi seluruh stakeholder di industri merupakan daya tarik terbesar bagi dirinya.

“Saya sangat bangga dapat bergabung dengan startup yang sedang bertumbuh sangat cepat dan memiliki rekam jejak yang impresif seperti GudangAda. Saya terkesan dengan solusi perusahaan bagi pedagang grosir dan retailer di industri FMCG ini, dan siap berkontribusi meningkatkan solusi teknologi bagi UMKM dan ekosistem FMCG yang lebih luas,” ungkapnya.

- Advertisement -

Artikel Terbaru

Update Harga Realme C12: Ada Diskon!

Techbiz.id - Dirilis pada tahun 2020 lalu, harga Realme C12 kini sudah mengalami perubahan. Apalagi kini sudah hampir setahun...

Artikel Terkait