Tuesday, March 9, 2021
Home Telco Pelajar Madrasah Hasilkan Puluhan Prototipe Solusi IoT

Pelajar Madrasah Hasilkan Puluhan Prototipe Solusi IoT

Must Read

Tri Indonesia Pecepat Ekspansi Bisnis FamilyMart

Techbiz.id - Melalui unit bisnis 3Business, Tri Indonesia berkolaborasi dengan FamilyMart dalam mengakselerasi perkembangan ekosistem digital secara berkelanjutan di...

XL Axiata Tawarkan myPRIO X Unlimited Terbaru

Techbiz.id - XL Axiata meluncurkan penawaran terbaru myPRIO X Unlimited terbaru yang memberikan banyak pilihan dengan harga mulai Rp80.000/bulan. Penawaran terbaru...

XL Axiata Tingkatkan Keamanan Data Pelanggan

Techbiz.id - Untuk keperluan meningkatkan kemampuan dalam proteksi dan keamanan terhadap data pelanggan korporasi, XL Axiata menggandeng Helios Data...

Harga dan Spesifikasi PC Desktop Asus Terbaru

Techbiz.id - ASUS baru saja menghadirkan dua PC desktop untuk memenuhi berbagai kebutuhan bisnis mulai dari UKM hingga enterprise. Dua...

Seagate Sediakan IronWolf untuk Penyimpanan Profesional Kreatif

Techbiz.id - Seagate Technology mengumumkan pembaruan terhadap lini perangkat IronWolf dan IronWolf Pro Network Attached Storage (NAS) untuk penggunaan di...

Techbiz.id – Puluhan prototipe solusi Internet of Things (IoT) berhasil tercipta dari tangan para pelajar madrasah peserta program inkubasi Akademi Madrasah Digital 4.0.

Di bawah bimbingan XL Axiata dan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag), inkubasi selama tujuh bulan tersebut juga telah menanamkan pengetahuan dan keahlian kepada para pelajar mengenai pemanfaatan teknologi digital yang bisa dimanfaatkan untuk menjawab problem sosial di masyarakat serta meningkatkan produktivitas dunia usaha.

- Advertisement -

Group Head Corporate Communication XL Axiata, Tri Wahyuningsih mengatakan, melalui program ini, para pelajar mendapatkan materi dari para para ahli mengenai dinamika industri sesuai yang ada saat ini di mana pemanfaatan teknologi digital semakin luas di berbagai bidang.

Baca juga: XL Axiata Implementasikan Platform Zero Touch Operation

“Mereka juga mendapatkan bimbingan tentang bagaimana menelurkan ide, mendesain suatu perangkat, hingga pengetahuan dasar teknik perancangan Io). Pastinya semua materi itu adalah hal baru bagi peserta, tetapi ternyata mereka bisa menyerapnya dengan cepat,” kata Tri.

Tri Wahyuningsih menambahkan, inkubasi yang dilaksanakan sejak Juli 2020 dan diikuti oleh 110 pelajar dari 22 Madrasah Aliyah. Para pengajar merupakan ahli dari Laboratorium IoT X-Camp milik XL Axiata. Guna menyesuaikan dengan protokol kesehatan terkait Covid-19, program ini dilaksanakan secara daring.

solusi iot Pelajar Madrasah

Para peserta mengikuti dari rumah atau sekolah masing-masing yang tersebar di 22  kota/kabupaten, di 10 provinsi. Karena itu, proses ini cukup menantang karena idealnya inkubasi dilaksanakan dalam satu lokasi sehingga proses bimbingan bisa berjalan secara intensif.

Direktur Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah,. A. Umar menyebut, program Akademi Madrasah Digital adalah bentuk respon untuk melakukan proses transformasi digital di madrasah. Hadirnya program ini menjadi momentum bagi siswa-siswi madrasah untuk unjuk kemampuan di Bidang Teknologi. Konsep pembelajaran yang diberikan kepada siswa siswi madrasah melalui Akademi Madrasah Digital yaitu pembelajaran soft skill dan pendampingan pengembangan prototipe

Ada lebih dari 1.300 peserta dari 250 Madrasah Aliyah mengirimkan makalah tentang IoT. Seleksi dilakukan untuk mengetahui tingkat keseriusan peserta, aspek originalitas, dan seberapa realistis ide-idenya dapat diwujudkan. Hasilnya, terpilih 22 kelompok peserta, yang terdiri dari 110 pelajar untuk mengikuti inkubasi di dalam program Akademi Madrasah Digital tersebut.

Dengan disiplin yang ketat, program ini bisa selesai tepat waktu dan berhasil mendukung para pelajar menciptakan puluhan prototipe solusi IoT. Total tercipta sebanyak 22 solusi IoT dengan ide yang sangat beragam, sesuai dengan kebutuhan aktual di masyarakat sekitar mereka, baik terkait dengan persoalan social, maupun kebutuhan usaha atau bisnis. Misalnya adalah terkait dengan meningkatkan produktivitas pertanian dan peternakan, penanganan sampah dan limbah, pencegahan penularan Covid-19, pencegahan kebakaran, penghematan energi, hingga penjernih udara.

Dari semua karya para pelajar, terpilih tiga karya terbaik, yaitu solusi IoT bernama “Skyrone” untuk pemantauan lahan jagung, karya Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendikia dari Tanah Laut, Kalimantan Selatan, meraih predikat sebagai The Most Innovative. 

Selanjutnya, “Mustech” sebagai solusi monitoring suhu dan kelembaban jamur tiram karya MAN 2 Majalengka, sebagai The Most Marketable. Terakhir, “Aquiots” berupa solusi sistem aquatiponik bagi urban farming, karya MA Darussalam Jombang sebagai The Most Applicable.

Selain itu, terpilih juga dua solusi terbaik lainnya yang mendapatkan predikat Top Contender, yaitu “E-Clear” untuk monitoring dan pemilahan sampah menggunakan teknologi machine learning, karya MAN 2 Nganjuk. Satu lagi adalah “Medi Gate”, solusi untuk membantu pembatasan jumlah pengunjung di suatu tempat guna mencegah penyebaran Covid-19, karya MAN 2 Kudus.

Ketiga pemenang kategori terbaik berhak mendapatkan hadiah uang tunai masing-masing Rp 15 juta dari Kementerian Agama dan modem berserta paket data sebesar 20 GB selama 1 tahun dari XL Axiata. Untuk dua pemenang Top Contender masing-masing berhak mendapatkan uang tunai Rp 10 juta dari Kemenag dan modem serta paket data XL sebesar 20 GB selama 1 tahun.

Bagi 17 kelompok peserta lainnya tetap akan memiliki kesempatan meraih predikat The Most Attractive Idea untuk 5 kelompok, yang masing-masing akan mendapatkan hadiah Rp 5 juta dari Kementerian Agama dan modem berserta paket data sebesar 20 GB selama 1 tahun.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Harga dan Spesifikasi PC Desktop Asus Terbaru

Techbiz.id - ASUS baru saja menghadirkan dua PC desktop untuk memenuhi berbagai kebutuhan bisnis mulai dari UKM hingga enterprise. Dua...

Artikel Terkait