Saturday, July 24, 2021
Home Fintech Platform Digital Ubah Lanskap Industri Asuransi

Platform Digital Ubah Lanskap Industri Asuransi

Must Read

Redmi Note 10 5G Resmi Meluncur di Indonesia, Ini Harganya

Techbiz.id - Sesuai dengan jadwal, Redmi Note 10 5G dirilis Xiaomi secara daring, Kamis (22/7). Ponsel 5G Xiaomi ini...

Mengintip Spesifikasi Redmi Note 10 5G yang Tiba Pekan Ini

Techbiz.id - Xiaomi memastikan Redmi Note 10 5G akan meluncur pada 22 Juli mendatang. Lantas bagaimana spesifikasi Redmi Note...

Layanan VoLTE XL Axiata Jangkau 224 Kota/Kabupaten

Techbiz.id - Jangkauan wilayah layanan Voice over LTE (VoLTE) milik XL Axiata hingga Juni 2021 dilaporkan sudah bisa dinikmati...

Realme C21Y dan C25s Resmi Hadir, Harganya Mulai Sejutaan

Techbiz.id - Memperkuat segmen entry-level, realme menghadirkan dua perangkat barunya di Indonesia, yakni realme C21Y dan C25s. Keduanya diluncurkan...

Dua Fitur Blu Banyak Disukai Nasabah BCA Digital

Techbiz.id - Sejak diluncurkan pada 2 Juli 2021 lalu oleh BCA Digital, dua fitur yang terdapat dalam aplikasi...

Techbiz.id – Kebijakan pemerintah yang mendukung ekonomi digital serta situasi terkait pandemi COVID saat ini mendorong meningkatnya penggunaan platform digital, termasuk aktivitas online konsumen dalam memenuhi kebutuhan asuransi mereka.

Hasil studi Swiss Re terbaru menunjukkan bahwa dengan meningkatnya e-commerce dan dompet digital, menghadirkan peluang kemitraan inovatif antara perusahaan asuransi dan platform digital untuk menjembatani kesenjangan perlindungan kesehatan senilai hingga USD 82 miliar atau lebih dari Rp 1,1 triliun di Indonesia.

Di antara berbagai jenis saluran distribusi asuransi online, hasil survei menunjukkan bahwa responden di Indonesia lebih menyukai platform digital baru seperti aplikasi e-commerce dan metode pembayaran digital. Responden juga lebih memilih untuk membeli perlindungan penggantian biaya medis dan penggantian pendapatan melalui digital.

Studi Swiss Re Institute yang berjudul “Going Digital – Insights to Optimise Consumer Appetite for Online Insurance” melakukan survei terhadap1.800 konsumen di India, Indonesia, dan Malaysia pada bulan Juni 2020 untuk memahami sikap mereka terhadap platform digital dan persepsi mereka dalam membeli asuransi secara online.

Baca juga: Avrist Sediakan Produk Asuransi Berbasis Digital

Survei ini juga menguji penerimaan mereka dalam memilih dan membeli enam produk asuransi jiwa dan kesehatan yang disesuaikan untuk platform digital. Kondisi ekonomi di ketiga negara Asia ini mewakili gabungan populasi lebih dari 1.5 miliar penduduk, dengan kelas menengah yang makin bergantung pada platform digital untuk membantu mereka dalam membuat keputusan.

Responden survei adalah pembuat keputusan rumah tangga berusia antara 18 dan 65 tahun serta telah menggunakan platform digital setidaknya sekali dalam tiga hingga enam bulan sebelum survei dilakukan. Platform digital ini mencakup aplikasi/situs web e-commerce, aplikasi pembayaran/dompet digital, aplikasi pelacak kesehatan, platform komuter terhubung, dan masih banyak lagi.

“Upaya-upaya kesehatan dan keselamatan yang dimaksudkan untuk menanggulangi penyebaran COVID-19, kini telah mendorong perubahan paradigma yang jelas menuju digitalisasi pada era pasca-virus,” ujar Jolene Loh, Head Client Markets, Life & Health Asia Tenggara, Swiss Re.

platform digital asuransi

Lebih lanjut, dengan semakin banyaknya platform digital yang memperluas jangkauan bisnis ke layanan keuangan, perusahaan asuransi harus menyesuaikan model bisnis mereka agar lebih relevan dan responsif terhadap kebutuhan nasabah.

Hasil survei menunjukkan bahwa platform digital memiliki tingkat penetrasi yang tinggi di Indonesia, dan lebih dari 90% responden menggunakan saluran ini setidaknya sekali dalam tiga bulan sebelum survei dilakukan.

Di antara mereka yang menggunakan platform ini, aplikasi pembayaran digital seperti ShopeePay adalah yang paling populer di Indonesia yang mana digunakan oleh 74% responden setidaknya sekali seminggu; diikuti oleh aplikasi atau situs web e-commerce (61%), platform komuter terhubung (59%), dan aplikasi pelacak kesehatan (55%).

Ada pula tren yang berkembang dalam mencari informasi dan membeli asuransi secara online. Jalur tradisional, seperti agen, pialang, atau referral, masih menjadi saluran utama pencarian informasi terkait asuransi di Indonesia. Namun, 76% responden di Indonesia menyatakan minatnya dalam menggunakan saluran online untuk membeli asuransi.

Di antara berbagai jenis platform digital, konsumen Indonesia menunjukkan preferensi yang lebih kuat untuk membeli asuransi melalui dompet digital dan platform e-commerce. Preferensi ini terlihat dari frekuensi penggunaan dompet digital yang tinggi, diikuti oleh situs web atau aplikasi perbankan dan asuransi, serta platform e-commerce.

Ketika responden ditanyai mengenai alasan mereka ingin membeli asuransi secara digital, maka aplikasi dan tarif premi terbaik merupakan alasan utama di ketiga pasar (India, Indonesia, Malaysia). Namun, responden juga mengungkapkan berbagai kekhawatiran ketika membeli asuransi secara online.

Setengah dari responden Indonesia merasa tidak yakin akan mendapatkan dukungan yang memadai, terutama ketika mereka membutuhkan bantuan, sementara 40% responden masih memilih untuk mendapatkan penjelasan tentang ketentuan asuransi dari agen.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Artikel Terkait

Artikel Terbaru

Pengguna Vivo Sudah Bisa Nikmati 5G, Begini Caranya

Techbiz.id - Pengguna smartphone Vivo yang telah mendukung jaringan 5G, yaitu vivo V21 5G, vivo X60, dan vivo X60...