Senin, Mei 27, 2024

Cisco Rancang Ulang Infrastruktur Internet Agar Lebih Inklusif

Techbiz.id – Cisco mengumumkan strateginya untuk membantu penyedia layanan komunikasi dan perusahaan web-scale di seluruh dunia agar bisa menghubungkan, mengamankan, dan melakukan otomatisasi jaringan mereka.

Dengan otomatisasi jaringan tersebut, penyelenggaraan internet yang lebih kuat dan lebih mudah diakses semua orang di mana pun mereka berada, tanpa memandang batasan geografis, bisa dilakukan.

Membangun jaringan untuk menyalurkan dan memperluas internet ke lebih banyak wilayah merupakan proses yang menantang bagi operator jaringan. Untuk menjawab tantangan tersebut, Cisco merancang Converged SDN Transport, yaitu inovasi berupa cetak biru untuk membantu penyedia layanan menyatukan banyak jaringan menjadi infrastruktur umum, hemat biaya, dan aman dengan skala yang sangat besar.

Cisco membantu menyederhanakan konstruksi internet dengan solusi Routed Optical Networking yang ditujukan untuk menggantikan jaringan IP dan Optik. Dengan optik koheren Acacia yang pluggableSegment Routing dan Ethernet VPN terdepan, serta kapabilitas Cisco Crosswork Cloud yang baru, operator dapat membangun jaringan yang ramping, efisien, dan mudah dioperasikan serta mampu mendukung tingkat lalu lintas yang diharapkan dengan 5G.

Seperti diketahui, saat ini semua orang mulai dari pelaku bisnis, pemerintah, hingga komunitas bergantung pada kekuatan koneksi internet mereka agar dunia bisa tetap berjalan. Internet yang dulunya merupakan sesuatu yang harus dimiliki, kini menjadi hal kritikal yang harus dimiliki agar tetap bisa mengakses informasi dan berhubungan dengan satu sama lain.

Penggunaan konferensi video meroket karena kebanyakan orang terpaksa bekerja dan belajar dari rumah secara online. Dengan adanya layanan perawatan kesehatan jarak jauh, streaming video, game, dan lainnya, lalu lintas internet melonjak 25-45% di banyak wilayah di seluruh dunia.

Kapasitas jaringan saat ini masih bisa cukup, tetapi Cisco memperkirakan volume traffic internet akan melonjak drastis di era 5G dengan 29,3 miliar perangkat yang diperkirakan akan saling terhubung pada 2023 mendatang. 

Arsitektur internet membutuhkan perawatan dan perhatian terus menerus untuk mendukung perkembangan pesat kebutuhan digital dunia. Namun, pada kenyataannya, kesenjangan digital masih terjadi dengan tiga miliar lebih orang tidak memiliki akses ke internet sehingga mereka kesulitan mendapatkan informasi, pembelajaran, dan peluang untuk berkembang. Karena itu, penting bagi kita untuk mengubah bagaimana kita membangun jaringan.

“Cisco telah menghabiskan lima tahun terakhir untuk meneliti dan berinvestasi dalam portofolio inovasi ini. Kami fokus untuk menemukan cara agar pelanggan bisa menyelenggarakan internet dengan baik, sekaligus meningkatkan pendapatan, mengurangi biaya dan mengurangi risiko,” kata Jonathan Davidson, Senior Vice President and General Manager, Mass Scale Infrastructure Group, Cisco.

Lebih lanjut, dengan membantu pelanggan mengambil keputusan tepat terkait pembangunan jaringan mereka, kami ingin mendukung kesuksesannya dengan  menghubungkan lebih banyak orang, tempat, dan barang dibandingkan sebelumnya.

Cisco telah bekerja sama dengan penyedia layanan komunikasi terkemuka dan perusahaan web scale seperti Altibox, AWS, Facebook, Google Cloud, Microsoft Azure, Deutsche Telecom, Rakuten, SFR, Telenor, Telia Carrier, Telstra, Vodafone, dan lainnya untuk merancang blok bangunan untuk ‘Internet masa depan’ yang bisa memberikan efisiensi, ketangkasan, dan penghematan yang lebih besar daripada sebelumnya.

Terkait

Artikel Terkait

Memajukan Potensi Digital Bersama Gerakan 100% untuk Indonesia

Techbiz.id - Akses internet merupakan salah satu sarana terbaik untuk membuka berbagai peluang baru bagi masyarakat. Tergantung bagaimana pemanfaatannya,...