Thursday, April 22, 2021
Home DigiBiz Grab Pimpin Pasar Indonesia

Grab Pimpin Pasar Indonesia

Must Read

Gelar Ramadan Big Sale, realme Beri Diskon 50%

Techbiz.id - Bulan Ramadan realme mengadakan Ramadan Big Sale sebagai berkah tambahan untuk seluruh anak muda di Indonesia. Program...

vivo X60 Series Mulai Dijual di Pasar Indonesia

Techbiz.id - vivo Indonesia mengumumkan penjualan perdana smartphone terbarunya dalam program Super Selling Day vivo X60 Series 5G Co-engineered with ZEISS...

Sampoerna Telekomunikasi Tunggak BHP Frekuensi

Techbiz.id - Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia menunggak pembayaran Biaya Hak Penggunaan Spektrum...

XL Axiata Operasikan BTS USO di Sumatera Selatan

Techbiz.id - XL Axiata melanjutkan pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi dan data dengan mengoperasikan BTS yang dibangun melalui skema Universal Service...

Laptop Predator Kolaborasi Bareng Never Too Lavish

Techbiz.id - Setelah sukses menggandeng seniman Darbotz, laptop Predator kembali hadir dengan terobosan dan inovasi terbaru untuk mendukung para...

TechBiz – Berdasarkan riset yang dilaksanakan oleh ABI Research yang berpusat di London, Inggris, menemukan Grab mempertahankan pangsa pasar ride-hailing atau transportasi online sebesar 11,4%, di Asia-Pacific dengan dominasi di pasar Indonesia dan Vietnam. Riset ini merupakan riset kedua yang dikeluarkan oleh ABI Research setelah tahun 2018.

Di Indonesia, Grab memimpin pasar dengan 64% dan Vietnam 74%. Menurut ABI, kepemimpinan pasar ini merupakan buah keberhasilan Grab menjadi super app yang dapat menangkap volume permintaan masyarakat yang begitu besar selain transportasi, yaitu dengan menyediakan layanan pengiriman barang dan makanan, serta layanan keuangan melalui layanan GrabExpress, GrabFood, GrabFresh, dan GrabFinancial. 

- Advertisement -

Sedangkan menurut data ABI Research, Go-Jek, pesaing terdekat Grab, memiliki 35,3 persen dari pasar Indonesia sementara Go-Viet memiliki 10,3 persen dari pasar Vietnam.

Menurut James Hodgson, Smart Mobility Principal Analyst at ABI Research, pertumbuhan transportasi online mengalami perlambatan. Setelah mencapai 22 miliar perjalanan pada 2018, tahun ini diperkirakan akan ditutup dengan angka perjalanan sedikit di bawah 22 miliar.

Karena itu, pengembangan layanan di luar transportasi adalah keniscayaan. Hodgson mencontohkan, di Amerika Serikat, ketika sektor transportasi Uber hanya tumbuh 9% pada Q1 2019, UberEats tumbuh impresif mencapai 89% pada periode yang sama. 

Menurut Hodgson, operasi ride-hailing makin tertekan dengan langkah-langkah meningkatkan insentif pengemudi dan mensubsidi tarif untuk mencari pelanggan baru dan memperluas pangsa pasar. Karena itu, pengembangan untuk menjadi “supermarket” layanan smart mobility yang dilakukan Grab merupakan contoh suatu upaya inovasi yang berhasil. 

- Advertisement -

Artikel Terbaru

10 Perbedaan OPPO A74 5G dan A74 4G

Techbiz.id - OPPO baru saja menghadirkan perangkat A74 5G dan A74 4G. Tak hanya memiliki konektivitas yang berbeda, OPPO...

Artikel Terkait