Friday, February 26, 2021
Home Fintech Tokocrypto Jadi yang Pertama Bersertifikasi BAPPEBTI

Tokocrypto Jadi yang Pertama Bersertifikasi BAPPEBTI

Must Read

Tambah Investasi, Line dan Mizuho Garap Perbankan Digital

Techbiz.id - LINE dan Mizuho Financial Group mengumumkan bahwa anak perusahaan mereka, LINE Financial dan Mizuho Bank, telah setuju...

Review WD My Passport SSD: Si Kecil yang Muat Banyak

Techbiz.id - Untuk mendukung produktivitas di era digital yang terus meningkat, Western Digital menghadirkan My Passport SSD. Solusi penyimpanan...

Harga Mulai Sejutaan, Ini Spesifikasi Lengkap Redmi 9T

Techbiz.id - Xiaomi baru saja menghadirkan Redmi 9T di Indonesia dengan sejumlah spesifikasi unggul. Salah satu spesifikasi Redmi 9T...

8 Hal yang Terjadi Jika Tak Setuju dengan Kebijakan Baru WhatsApp

Techbiz.id - WhatsApp belum lama ini kembali mengingatkan pengguna soal kebijakan baru mereka. Hal ini dilakukan usai banyaknya pengguna...

Warung Pintar Akuisisi Bizzy Digital

Techbiz.id - Warung Pintar mengumumkan akuisisi atas Bizzy Digital, platform logistik dan distribusi rantai pasok B2B (business to business)...

Techbiz.id – Tokocrypto akhirnya secara resmi terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan nomor 001/BAPPEBTI/CP-AK/11/2019 tentang Tanda Daftar Sebagai Calon Pedagang Fisik Aset Kripto kepada PT Crypto Indonesia Berkat (Tokocrypto) setelah berhasil memenuhi semua peryaratan yang dibutuhkan. Ini membuat Tokocrypto menjadi platform jual beli aset kripto PERTAMA di Indonesia yang terdaftar di BAPPEBTI.

“Menjadi Pedagang Aset Kripto pertama yang terdaftar di BAPPEBTI merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa bagi Tokocrypto, sekaligus membuat kami menjadi selangkah lebih dekat untuk mendapatkan izin penuh. Ini diharapkan memberi kepercayaan kepada publik serta nasabah dapat lebih percaya diri melakukan transaksi jual beli aset kripto,” jelas Pang Xue Kai, CEO Tokocrypto.

- Advertisement -

BAPPEBTI merupakan badan pengawas di Indonesia yang mengatur perdagangan aset kripto melalui dua aturan BAPPEBTI, yaitu No. 5 tahun 2019 pada Februari lalu, serta No. 9 tahun 2019 pada bulan Juli. Para pelaku pedagang aset kripto di Indonesia harus memenuhi dua aturan tersebut untuk dapat terdaftar di BAPPEBTI.

Kai menambahkan bahwa Tokocrypto selalu menjalin komunikasi aktif dan bekerja bersama BAPPEBTI dalam menyusun peraturan tentang perdagangan aset kripto di Indonesia, serta berkomitmen untuk selalu mendukung BAPPEBTI dalam hal inisiatif dan regulasi terkait pedagang aset kripto. Saat ini, Tokocrypto juga aktif menjadi komunikasi dengan BAPPEBTI dalam hal menjawab semua pertanyaan dan menjelaskan bagaimana rencana dan proses bisnis Tokocrypto agar dapat memenuhi semua persyaratan yang diamanatkan.

Tokocrypto juga berusaha memenuhi berbagai aturan tambahan yang dibutuhkan untuk mendapatkan izin penuh setelah proses pendaftaran selesai, salah satunya adalah sertifikasi ISO 27001:2013 terkait Sistem Manajemen Keamanan Informasi.

Disela-sela penyelenggaraan INBLOCKS Conference 2019, Teguh Kurniawan Harmanda, selaku COO Tokocrypto menyatakan bahwa “Sebagai bentuk komitmen terkait regulasi dan keamanan bagi nasabah kami, Tokocrypto telah menyelesaikan proses sertifikasi ISO 27001:2013 yang dikeluarkan oleh Sucofindo dengan nomor sertifikat ISMS 00003”.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Cisco: 78% Perusahaan Indonesia Alami Peningkatan Serangan Siber Selama Pandemi

Techbiz.id - Selama pandemi Covid-19, perusahaan di Indonesia melihat adanya peningkatan tantangan keamanan siber ditengah pergeseran massal menuju sistem...

Artikel Terkait