Sunday, March 7, 2021
Home DigiBiz Brand Harus Manfaatkan Ruang Digital Hadapi Pandemi

Brand Harus Manfaatkan Ruang Digital Hadapi Pandemi

Must Read

ASUS Beri Perlindungan Ekstra untuk Produk Premiumnya

Techbiz.id - Mulai tahun 2021 ASUS memperkenalkan program ASUS VIP Perfect Warranty yang merupakan layanan perlindungan ekstra untuk pengguna...

Tengah Diproduksi, Peluncuran Black Shark 4 Sudah Dekat?

Techbiz.id - CEO Black Shark, Luo Yuzhou, mengungkapkan bahwa Black Shark 4 sedang dalam proses persediaan. Hal ini digaungkan...

Samsung Pamer Jajaran TV 2021

Techbiz.id - Samsung Electronics memamerkan jajaran produknya di tahun 2021, yaitu lini MICRO LED, Samsung Neo QLED, Lifestyle TV, monitor,...

Aturan Turunan PP Postelsiar Harus Redam Konten Negatif

Techbiz.id - setelah terbitnya PP No 46 tahun 2021 tentang Postelsiar tantangannya sekarang adalah bagaimana Pemerintah dapat membuat aturan...

Penggunaan Social Commerce Naik 3 Kali Lipat Selama 2020

Techbiz.id - Qiscus mengungkapkan adanya peningkatan yang signifikan, hingga tiga kali lipat, pada social commerce sepanjang tahun 2020. Lonjakan...

Techbiz.id – Pandemi COVID-19 diyakini telah menyebabkan kepanikan di pasar keuangan. Banyak industri yang merasakan dampak dari situasi ini, misalnya travelhospitalityFnB, otomotif, dan hiburan.

Dalam situasi seperti ini, banyak perusahaan dan brand menahan aktivitas pemasarannya untuk sementara waktu. Beberapa bahkan menahan aktivitas tersebut hingga situasi mulai normal dan terkendali. Hal ini menyebabkan berkurangnya aktivitas pemasaran secara umum.

- Advertisement -

“Sebetulnya, brand dapat memanfaatkan situasi ini untuk membentuk kebiasaan baru, serta mengubah channel komunikasi dan penjualannya ke ruang digital. Kebiasan baru yang terbentuk ini akan tetap bertahan meskipun situasi kembali normal,” ujar Kirill Mankovski, Managing Director ADA Indonesia.

Merujuk pada crisis persona milik ADA, minat berbelanja masyarakat Indonesia tidak hilang. Terutama untuk belanja online, minat tersebut justru tumbuh pesat selama situasi krisis ini berlangsung. Dengan ditutupnya mayoritas pusat perbelanjaan, belanja online menjadi pilihan utama dalam memenuhi kebutuhan, mulai dari harian hingga hobi. 

Melihat minat belanja yang tidak reda, hal ini membuka peluang bagi bisnis perbankan, finansial, dan servis keuangan lainnya. Apalagi, beberapa platform jual-beli online menganjurkan pembeli dan penjual untuk melakukan transaksi secara cashless dengan memanfaat servis pembayaran seperti kartu kredit, transfer, atau ewallet.

Bagi Kirill, ini merupakan saat yang tepat bagi bisnis perbankan, finansial, dan servis keuangan untuk melakukan pemasaran. Para pemain di industri ini dapat memanfaatkan ruang digital untuk melakukan promosi kepada pengguna loyal, atau bahkan menjangkau pengguna baru. Di saat seperti ini, mayoritas masyarakat cenderung memilih transaksi cashless demi menjaga kesehatan.

Di sisi lain, komunikasi pemasaran harus tetap dilakukan untuk menjaga posisi sebuah brand di benak konsumen. Dengan tetap menjaga posisi tersebut, akan lebih  mudah bagi brand atau perusahaan untuk melakukan pemulihan bisnis pada saat situasi kembali normal.

“Melalui laporan perilaku konsumen ini, ADA berharap brand tetap dapat melakukan komunikasi pemasaran di tengah situasi krisis,” tutup Kirill.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Berbahaya, Ternyata Ada Ribuan Aplikasi yang Bocorkan Data Pengguna

Techbiz.id - Keamanan data pribadi menjadi sangat penting bagi pengguna. Pasalnya, data itu berisikan informasi penting seperti halnya kata...

Artikel Terkait