Monday, September 21, 2020
Home Business Update Tengah Tahun 2020 Telkom Raup Pendapatan Rp66,9 triliun

Tengah Tahun 2020 Telkom Raup Pendapatan Rp66,9 triliun

Must Read

Benyamin Biang Kerok 2 Perdana di Disney+ Hotstar

Techbiz.id - Film Benyamin Biang Kerok 2 tayang perdana dan tersedia di Disney + Hotstar.

Tren Memadukan Gawai dengan Warna Pakaian

Techbiz.id - Anak muda saat ini menyenangi mix and match pakaian guna menyesuaikan warna sepatu, tas, bahkan perangkat...

Cara Menghindari Komen Haters di Twitter

Techbiz.id - Pengguna Twitter bisa mengatur percakapan atau pun menghindari komen yang tidak diinginkan di cuitannya dari...

Techbiz.id – PT Telkom Indonesia (Telkom) menutup pertengahan tahun 2020 dengan cukup baik. Perseroan berhasil mencatat pendapatan konsolidasi Perseroan sebesar Rp66,9 triliun dengan laba bersih Rp10,99 triliun.

EBITDA (Earnings Before Interest Tax Depreciation Amortization) semakin menguat dengan pertumbuhan 8,9% YoY menjadi Rp36,08 triliun dan margin EBITDA yang tumbuh 6,2ppt menjadi 54,0%. Margin laba bersih juga menunjukkan tren yang lebih baik dibanding periode yang sama tahun lalu menjadi 16,4% dari sebelumnya 16.0%.

- Advertisement -

Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah di Jakarta (7/8) menjelaskan, di tengah pandemi COVID-19 yang tidak dapat dipungkiri berdampak terhadap perekonomian dan industri telekomunikasi, Telkom masih bisa mencatat kinerja yang cukup baik dengan peningkatan profitabilitas perseroan di mana margin EBITDA dan margin laba bersih tercatat tumbuh dibandingkan tahun lalu.

“Kinerja Perseroan yang sehat juga tercermin dengan meningkatnya Arus Kas dari Kegiatan Operasi yang tumbuh 23,4% menjadi Rp34,2 triliun,” paparnya.

Baca juga: BRI dan Telkom Tingkatkan Layanan Berbasis Satelit

Kinerja bisnis perusahaan ini menurut Ririek tidak lepas dari peningkatan lini bisnis Digital Business Telkomsel dan fixed broadband IndiHome yang pendapatannya tumbuh masing-masing 13,5% dan 19,1% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Telkomsel selaku entitas anak Telkom yang fokus pada segmen bisnis Mobile, mencatat pertumbuhan yang baik khususnya pada bisnis digital yang tumbuh sebesar 13,5% menjadi sebesar Rp31,9 triliun dengan total kontribusi yang tumbuh signifikan hingga 72,4% dari total pendapatan Telkomsel.

Pencapaian ini didorong oleh 160,1 juta pelanggan, dengan pelanggan mobile data sebanyak 105,1 juta. Hal ini menyebabkan konsumsi layanan data tumbuh 43,8% dari periode yang sama tahun lalu menjadi 7.037 MB per pelanggan data dan menjadi tren positif bagi broadband ARPU. Begitupun dengan lalu lintas data yang juga meningkat 40,3% menjadi 4.255.250 TB.

Untuk memperkuat infrastruktur dan mengembangkan bisnis digital, sepanjang semester pertama 2020 Telkomsel membangun sebanyak 15.831 BTS 4G.

Hingga saat ini, Telkomsel telah memiliki total BTS sebanyak 228.066 unit atau tumbuh 11,7 YoY dengan BTS 3G dan 4G/LTE mencapai lebih dari 177 ribu unit atau 77,9% dari total keseluruhan.

Layanan fixed broadband IndiHome terus mempertahankan kinerja yang semakin kuat baik finansial maupun operasional. IndiHome mencatat pendapatan sebesar Rp10,4 triliun yang dikontribusi dari 7,45 juta pelanggan.

Jumlah pelanggan ini tumbuh 24,2% dari periode yang sama tahun lalu. Meski dihadapkan pada situasi pandemi, IndiHome berhasil menambah lebih dari 448 ribu pelanggan baru sepanjang enam bulan pertama 2020.

Sementara itu segmen Enterprise terus menerapkan kebijakan bisnis dengan berfokus pada pembenahan secara fundamental yang diikuti perbaikan lini bisnis yang memiliki profitabilitas lebih tinggi. Salah satu lini bisnis yang menjadi fokus Perseroan adalah data center.

Saat ini Telkom memiliki data center di 22 lokasi dan baru saja melakukan groundbreaking data center tier 3 & 4 yang tahap pertamanya diperkirakan dapat mulai beroperasi pada pertengahan 2021.

Selanjutnya, segmen Wholesale & International Business menunjukkan kinerja yang baik, dengan peningkatan pendapatan 13,9% terutama didorong oleh peningkatan bisnis menara telekomunikasi dan Voice Wholesale.

Belanja modal Perseroan di semester I/2020 ini sebesar Rp12 triliun, dengan alokasi terutama digunakan untuk membangun infrastruktur broadband baik untuk mobile maupun fixed broadband. Pada bisnis mobile, belanja modal dialokasi untuk pengembangan kualitas dan kapasitas jaringan 4G serta pengembangan sistem IT.

Sementara untuk fixed broadband, belanja modal digunakan untuk pembangunan jaringan akses serat optik ke rumah serta jaringan backbone.

Disampaikan Ririek, situasi pandemi yang diperkirakan masih akan berlangsung memberikan ruang bagi akselerasi digital. Telkom melihat peluang ini untuk menghadirkan solusi melalui beragam layanan digital yang didukung oleh digital connectivity dan digital platform yang kuat.

“Telkom akan terus berinovasi memberikan produk dan layanan digital, tidak hanya untuk memberikan pengalaman digital terbaik bagi masyarakat tapi juga untuk menggerakkan perekonomian nasional,” demikian pungkas Ririek.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Cara Menghindari Komen Haters di Twitter

Techbiz.id - Pengguna Twitter bisa mengatur percakapan atau pun menghindari komen yang tidak diinginkan di cuitannya dari...

Peta Persaingan E-commerce Indonesia, Siapa Juaranya?

Tecbiz.id - Dari tahun ke tahun, terjadi perkembangan yang cukup signifikan pada industri e-commerce di Indonesia. Hal ini sejalan dengan perubahan perilaku...

Mi TV Stick Mengubah TV Biasa jadi Pintar

Techbiz.id - Xiaomi menghadirkan Mi TV Stick yang bisa dengan mengubah layar biasa menjadi TV pintar Dengan menggunakan...

Update Harga Redmi Note 9, Ada Harga Khusus

Techbiz.id - Xiaomi mengumumkan harga baru untuk smartphone Jawara Kamera 48MP yakni Redmi Note 9. Hal ini diharapkan bisa membuat seri Jawara makin...

Tren Memadukan Gawai dengan Warna Pakaian

Techbiz.id - Anak muda saat ini menyenangi mix and match pakaian guna menyesuaikan warna sepatu, tas, bahkan perangkat genggam (gawai) miliknya.
- Advertisement -

Artikel Terkait