Thursday, February 25, 2021
Home Telco Utilisasi Palapa Ring Timur Masih Rendah

Utilisasi Palapa Ring Timur Masih Rendah

Must Read

Usung Snapdragon 888, Realme GT 5G Mulai Debut Maret Tahun Ini

Techbiz.id - Ponsel andalan realme, realme GT 5G, siap memulai debutnya pada Maret tahun ini. Bukan di Indonesia, lini...

Mirip iPhone, Inikah Wujud Oppo Find X3?

Techbiz.id - Bocoran mengenai Oppo Find X3 terus beredar. Kali ini, giliran wujud asli dari smartphone penerus Find X2...

Harga Sejutaan, Galaxy M02 Punya Baterai Besar

Techbiz.id - Varian smartphone terbaru kembali diperkenalkan Samsung dengan menghadirkan Galaxy M02 yang mengusung baterai besar dengan harga sejutaan. Menurut...

Telkomsel Cegah Stunting di Sumedang dengan e-Health SIMPATI

Techbiz.id - Telkomsel membangun kolaborasi strategis bersama Pemerintah Kabupaten Sumedang dengan menghadirkan aplikasi e-Health SIMPATI (Sistem Pencegahan Stunting Terintegrasi). Kehadiran aplikasi e-Health SIMPATI ini...

Smartfren Bagi-bagi Rejeki Wow Buat Pelanggan

Techbiz.id - Setelah sukses dengan program meraih mimpi rumah milyaran di Tahun 2020 dengan Smartfren WOW, kini di Tahun...

Techbiz.id – Utilisasi Palapa Ring Timur saat ini dilaporkan masih sangat rendah sejak diresmikan 14 Oktiber 2019 lalu.

Hingga September 2020 total utilisasi dari ke 9 proyek ini telah mencapai 14% untuk utilisasi Fiber Optic dan 45% untuk utilisasi microwave.

- Advertisement -

Rendahnya utilisasi yang dialami oleh Palapa Ring Timur saat ini menurut Radiws Darwan sebagai VP Field Operation PT. Palapa Timur Telematika memiliki beberapa sebab.

Baca juga: BPK Diminta Investigasi Proyek Satelit SATRIA

Yang pertama adalah kurangnya peran penyedia layanan telekomunikasi. Radiws menegaskan bahwa Palapa Ring Timur hanyalah penyedia backbone serat optik, namun guna menghadirkan akses internet cepat bagi masyarakat dibutuhkan peran operator telekomunikasi.

“Sayangnya, kebanyakan operator yang ada di Indonesia memiliki banyak pertimbangan sebelum masuk ke suatu area komersil baru, misalnya jumlah populasi penduduk, potensi pengguna data, potensi ekonomi daerah, skala ekonomi masyarakat, dan nilai strategis suatu wilayah,” jelasnya.

Hal ini menimbulkan salah persepsi dan pertanyaan di masyarakat, mengapa kehadiran Palapa Ring Timur belum juga memberikan akses internet yang layak bagi masyarakat. Dari sisi yang lebih optimis, proses negosiasi dan integrasi dengan beberapa operator sedang berjalan saat ini.

Kedua, adanya kesenjangan jumlah penduduk yang cukup tinggi antar wilayah yang dilewati serat optik Palapa Ring Timur ini. Wilayah 3T (Terluar, Terdepan, Tertinggal) dengan jumlah penduduk yang sangat sedikit sehingga normal memiliki utilisasi rendah karena memang tidak banyak yang menggunakan internet.

Hal ini berbanding terbalik dengan wilayah di Papua yang ramai penduduk yang masuk kepada Proyek 16 (Jayapura, Elelim, Wamena, Kenyam, Sumohai, Dekai, Oksibil, dan Waropoko), utilisasi telah mencapai 100%.

Kompleksitas dalam pemeliharaan infrastruktur Palapa Ring Timur ini tidak lepas dari beberapa aspek seperti geografis, keadaan alam, faktor cuaca, bencana alam, hingga vandalism (sampai dengan ancaman jiwa) menjadi tantangan tersendiri.

Tetapi hal itu semua tidak menjadi halangan dan kendala bagi team Maintenance PT Palapa Timur Telematika untuk selalu menjaga stabilitas dan pemeliharaan infrastruktur Jaringan Palapa Ring Timur ini.

Belum lagi banyak menara yang dibangun berada di lokasi dengan ketinggian 3000 meter yang pastinya membutuhkan effort yang lebih besar dalam proses pemeliharaannya.

Saat ini pengoperasian dan pengelolaan jaringan telekomunikasi serat optik Palapa Ring Timur disampaikan Radiws masih terus dilakukan oleh PT Palapa Timur Telematika melalui segala tantangan dan keterbatasan, namun tetap optimis adanya peningkatan utilisasi yang signifikan.

“Sudah menjadi tanggung jawab kami agar infrastruktur jaringan dapat berjalan dengan optimal namun efisien. Kami menjalin kerjasama dengan operator terpilih untuk dapat memberikan layanan dan solusi akses Internet bagi masyarakat wilayah timur pada umumnya” pungkasnya.

Palapa Ring Timur yang menjangkau wilayah NTT, Maluku, Papua Barat dan Papua. Palapa Ring Timur merupakan proyek paling besar dari antara 2 proyek lainnya dengan total panjang kabel serat optik darat (inland) 2.453 KM dan kabel serat optik laut (submarine) membentang sejauh 4.42 6 KM.

Selain itu Palapa Ring Timur juga dilengkapi dengan konstruksi 52 menara tower microwave dan 49 unit HOP agar dapat menjangkau 35 kabupaten/kota yang melalui 4 provinsi.

Pada tol langit paket timur ini terdapat 9 proyek yang sedang berjalan, yaitu proyek 9 sampai proyek 17.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Lawan OTT Amerika, Kita Bisa

Techbiz.id - Bulan Februari setahun yang lalu, Menteri BUMN Erick Thohir keceplosan sindir Telkom kurang inovatif dan terlalu tergantung...

Artikel Terkait