Friday, December 4, 2020
Home News BPK Diminta Investigasi Proyek Satelit SATRIA

BPK Diminta Investigasi Proyek Satelit SATRIA

Must Read

Jokowi Diminta Batalkan Pembubaran BRTI

Techbiz.id - Presiden RI, Joko Widodo diminta untuk membatalkan pembubaran Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI).

VMWare Sediakan Platform Blockchain

Techbiz.id - VMware kini menyediakan platform Blockchain bagi perusahaan yang ingin membangun fondasi digital dalam mengembangkan jaringan...

Fitur Populer di Oppo Reno Series

Techbiz.id - Banyak faktor yang menjadi pertimbangan konsumen saat akan membeli perangkat smartphone. Selain dari spesifikasi, desain, dan...

Techbiz.id – Peluncuran SATRIA (Satelit Indonesia Raya) dinilai perlu dipertimbangkan kembali mengingat harga satelit dan peluncurannya yang sangat mahal.

Proyek ambisius ini rencananya akan ‘menguras’ APBN tidak kurang dari Rp21 triliun untuk pengadaan satelit dan peluncurannya (space segment).

- Advertisement -

Kemungkinan dana yang akan dikeluarkan pemerintah akan lebih dari Rp80 triliun karena Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) harus menyediakan 150 ribu titik layanan telekomunikasi di seluruh Indonesia.

Baca juga: Belum Dapat Pendanaan, Kemenkominfo Diminta Batalkan SATRIA

Menurut Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis, Uchok Sky Khadafi seharusnya pemerintah dapat fokus terlebih dahulu menangani dan memulihkan ekonomi pasca COVID-19.

“Perlu diperhatikan bahwa SATRIA itu tidak akan bisa membantu pemerintah dalam penyediaan internet untuk menghadapi kondisi new normal dalam waktu dekat. Peluncurannya saja baru akan dilakukan di tahun 2023, itupun kalau tidak terjadi kegagalan peluncuran”, ujar Uchok.

Memang saat ini Pemerintah belum mengeluarkan dana untuk konstruksi SATRIA karena ada pinjaman dari investor. Namun menurut Uchok nantinya Pemerintah harus menggembalikan pinjaman tersebut beserta imbal hasilnya.

Padahal BAKTI juga memiliki kewajiban pembayaran konstruksi Palapa Ring Paket Barat, Palapa Ring Paket Tengah dan Palapa Ring Paket Timur.

Uchok sangat berharap Pemerintahan Presiden Joko Widodo menjadikan kasus Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK) yang menggunakan dana USO sebagai pengalaman berharga, sehingga kasus tersebut tidak terjadi lagi.

“Saya mengingatkan Pemerintah untuk tidak gegabah agar tidak memiliki nasib serupa dengan MPLIK. Dari perhitungan saya dana USO yang disetorkan operator tak akan pernah mencukupi untuk membayar proyek SATRIA dan membayar kewajiban konstruksi Palapa Ring yang sudah berjalan,”terang Uchok.

Jika BAKTI hanya mengandalkan dana dari operator telekomunikasi yang membayar USO, menurutnya itu tidak akan pernah cukup. Nantinya Pemerintah dan DPR harus mengalokasikan tambahan dana lagi terutama membayar hutang kepada investor

Melihat konsorsium kreditur dari Perancis yang akan membiayai proyek SATRIA, pengamat kebijakan keuangan ini pesimis SATRIA akan berhasil diselesaikan konstruksinya hingga mengorbit. Menurutnya pasca COVID-19 melanda, investor yang masih memiliki dana dan mau memberikan pinjaman hanya berasal dari Cina.

“Sebenarnya pemilihan investor dari Cina untuk pendanaan SATRIA beberapa waktu lalu sudah benar. Namun entah bagaimana investor dari Cina urung memberikan pinjamannya. Kejanggalan ini yang seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah. Jangan-jangan investor dari Cina sudah tau keanehan proyek SATRIA dan potensi masalah menanti,” tegas Uchok.

Agar tidak terjadi polemik berkepanjangan dan tak akan memberikan beban yang besar kepada negara dikemudian hari menurut Uchok sebaiknya BPK dapat melakukan investigasi terhadap proyek-proyek BAKTI, termasuk SATRIA. Tujuannya agar akuntabilitas penggunaan dana negara lebih baik dan transparan.

Sebagai informasi, BAKTI berencana akan melakukan penandatanganan kerja sama atau Preparatory Work Agreement (PWA) untuk dimulainya konstruksi satelit multifungsi SATRIA.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

WowLabs Jadi Platform Kokreasi Smartfren

Techbiz.id - Smartfren meluncurkan WOWLabs, sebuah wadah kokreasi untuk mengumpulkan generasi konten di Indonesia. Melalui wadah ini...

Jelang Ahhir Tahun Vivo Tawarkan Smartphone Y51

Techbiz.id - vivo Indonesia kembali menambah daftar varian smartphone terbarunya dari seri Y, yakni vivo Y51 untuk meramaikan pasar smartphone Tanah Air di penghujung tahun...

GREDU Siap Mendukung Sekolah Tatap Muka

Techbiz.id - Terkait rencana pembukaan sekolah tatap muka yang akan diberlakukan pada Januari 2021, penyedia platform pendidikan GREDU mendukung sepenuhnya kebijakan terbaru...

Jelang Akhir Tahun, Telkomsel Ajak Penggunanya Tukar Poin

Techbiz.id - Menjelang perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, Telkomsel kembali memberikan program spesial kepada seluruh pelanggan setia dengan menggelar program...

Evercoss Tera Hadir dengan Layar Lebar untuk Belajar Online

Techbiz.id - Evercoss kembali meluncurkan smartphone terbarunya, EVERCOSS TERA yang memiliki layar super lebar untuk menunang pembelajaan online. Sistem...
- Advertisement -

Artikel Terkait