Thursday, May 6, 2021
Home News Pengamat: BRTI Bubar, Indonesia Balik Ke Masa Monopoli

Pengamat: BRTI Bubar, Indonesia Balik Ke Masa Monopoli

Must Read

Instagram Gulirkan Stiker Caption Otomatis di Stories

Techbiz.id - Mencoba hal baru, Instagram menghadirkan Stiker Caption otomatis di Stories. Bukan seperti stiker pada umumnya, fitur ini...

Maksimalkan Ibadah Ramadan dengan Smartphone

Techbiz.id - Bulan Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk melakukan amal kebaikan dan memaksimalkan ibadah, salah satunya membaca Al-Qur’an...

Hadir sejak 2017, Investree Syariah Paparkan Pencapaiannya

Techbiz.id - Telah hadir sejak 2017 hingga kuartal pertama 2021, Investree Syariah melaporkan telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp384,85 miliar...

Menkominfo Tetapkan Penyelenggara Multipleksing TV Digital

Techbiz.id - Pemerintah menetapkan pemenang Seleksi Penyelenggara Multipleksing TV Digital Teresterial Tahun 2021 berdasarkan jumlah wilayah layanan. Menteri Komunikasi...

5 Alasan Memiliki Huawei FreeBuds 4i

Techbiz.id - HUAWEI FreeBuds 4i merupakan produk inovasi terbaru dari Huawei untuk pasar Indonesia yang dibanderol dengan harga Rp...

Techbiz.id – Pembubaran Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) oleh Presiden Joko Widodo dinilai pengamat telekomunikasi sebagai sebuah langkah mundur.

“Jika tetap dibubarkan, ini akan jadi pertanyaan di dunia internasional. Sebab artinya kita
set back ke masa monopoli 20 tahun lalu, dan akan jadi satu-satunya negara di ASEAN yang tidak punya badan regulasi telekomunikasi independen, yang akan mengucilkan Indonesia dari pergaulan internasional,” tegas Pengamat Telekomunikasi, Heru Sutadi.

- Advertisement -

Oleh karenanya Heru Sutadi meminta Presiden Jokowi untuk mempertimbangkan kembali pembubaran BRTI.

Baca juga: Jokowi Diminta Batalkan Pembubaran BRTI

“Membubarkan BRTI bukan hanya soal mencoret lembaga yang dibentuk berdasar UU Telekomunikasi (di penjelasan pula) tapi tentu akan menjadi catatan dunia internasional,” tegasnya.

Namun demikian, menurut Heru yang juga mantan Komisioner BRTI, berharap jika BRTI dibubarkan semoga malah dihadirkan lembaga baru yang lebih kuat dan lebih terintegrasi dengan sektor internet dan digital lainnya seperti multimedia.

Seperti diketahui, lewat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 112 Tahun 2020 yang diteken pada 26 November 2020, Jokowi membubarkan 10 lembaga nonstruktural termasuk BRTI.

10 lembaga yang dibubarkan tersebut yaitu Dewan Riset Nasional, Dewan Ketahanan Pangan, Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura, Badan Standardisasi dan Akreditasi Nasional Keolahragaan, Komisi Pengawas Haji Indonesia, Komite Ekonomi dan Industri Nasional, Badan Pertimbangan Telekomunikasi, Komisi Nasional Lanjut Usia, Badan Olahraga Profesional Indonesia, dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia.

- Advertisement -

Artikel Terbaru

Lebih Mudah, Bayar STNK Bisa lewat LinkAja

Techbiz.id - LinkAja kembali menunjukkan komitmennya dalam mempermudah layanan pembayaran pajak dengan meluncurkan layanan pengurusan STNK. Layanan ini mencakup pengurusan...

Artikel Terkait