Wednesday, January 27, 2021
Home News Ombudsman: Harus Ada Pengganti BRTI

Ombudsman: Harus Ada Pengganti BRTI

Must Read

Resmi, realme Watch S Pro Dijual Rp2 Juta Kurang

Techbiz.id - Jam tangan terbaru realme Watch S Pro resmi dijual oleh realme untuk pasar Indonesia dengan harga yang...

Huawei Tambah Jangkauan High-end Experience Stores

Techbiz.id - Di tahun baru dan era new normal 2021, Huawei ingin menjangkau konsumennya dengan menghadirkan High-end Experience Stores (HES) di...

Kofax: Automasi Alur Kerja Hasilkan ROI Maksimal

Techbiz.id - Kofax mengumumkan Bagian 3 dari Intelligent Automation Benchmark Study (Penelitian Tolok Ukur Automasi Cerdas) berupa makalah kepemimpinan pemikiran yang disusun...

Pekan Depan, Oppo Reno5 5G Sudah Bisa Dipesan

Techbiz.id - Setelah resmi diperkenalkan beberapa waktu lalu, Oppo Reno5 5G kini resmi diluncurkan. Pemesanan Oppo Reno5 5G ini...

Shutterfly Borong Pembelian Mesin Cetak Digital HP Indigo

Techbiz.id - HP Inc. dan Shutterfly, retailer online terkemuka di dunia untuk produk personalisasi, hari ini mengumumkan ekspansi bersejarah...

Techbiz.id – Menyusul dibubarkannya Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) oleh Presiden Joko Widodo, Ombudsman RI menlai harus ada pengganti Badan tersebut.

“Tak perlu badan, bisa berupa Tim Multi Pihak. Kemkominfo memfasilitasi kerja tim ini melalui suatu unit kerja khusus di kementerian kominfo,” ujar Alamsyah Saragih, Anggota Ombudsman RI.

- Advertisement -

Keberadaan pengganti BRTI ini menurut Alamsyah untuk mengakomodir mandat yang terdapat dalam pasal 5 UU 36 Tahun 1999 tentang telekomunikasi.

Baca juga: Pengamat: BRTI Bubar, Indonesia Balik Ke Masa Monopoli

“Untuk itu Lembaga yang dimaksud pada Pasal 5 UU Telekomunikasi dapat berupa Tim Multi Pihak yang difasilitasi oleh kementerian. Jauh lebih penting memikirkan bagaimana Tim tersebut difasilitasi berupa pembentukan unit kerja yang operasional,” imbuh Alamsyah.

Alamsyah juga mengingatkan, perlu dipertimbangkan aspek independensi dalam pengambilan keputusan. Ini yang menjadi dasar pembentukan selama ini dan merupakan ratifikasi dari kesepakatan internasional.

Saya kira yang terpenting adalah apakah pembubaran tersebut sudah melalui suatu kajian yang matang berikut mitigasinya. Sebaiknya hasil kajian tersebut disampaikan ke publik sehingga publik paham apa pilihan kebijakan pemerintah, dan apa mitigasinya,” tegas Alamsyah.

Baca juga: Jokowi Diminta Batalkan Pembubaran BRTI

Lebih lanjut, Alamsyah menilai selama ini BRTI bukan lembaga independen murni, masih merupakan bagian dari Pemerintah. Ini bisa dilihat dari struktur kelembagaa yang masih dipimpin oleh dirjen, ex officio.

“Kewenangan sebagai regulator memang ada di pemerintah. Keberadaan BRTI selama ini juga merupakan bagian dari Kementerian Kominfo, mengingat dipimpin langsung secara ex officio oleh Dirjen. Saya kira tak ada masalah,” pungkasnya.

Sementara itu, menyikapi pembubaran BRTI ini, senada dengan Ombudsman, Direktur Utama Smartfren Merza Fachys berharap mudah-mudahan akan ada badan yang menggantikan BRTI.

Sedangkan operator seluler lain seolah sepakat untuk tidak memberikan komentarnya. Seperti yang diungkapkan oleh Tri Indonesia dan XL Axiata yang semuanya menyatakan no comment

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Realme X3 SuperZoom Banting Harga Lebih dari Rp1 Juta!

Techbiz.id - Realme kembali menghadirkan kejutan bagi penggemarnya. Kali ini, giliran Realme X3 SuperZoom yang ditawarkan dengan harga yang...

Artikel Terkait