Wednesday, April 21, 2021
Home News Ombudsman: Harus Ada Pengganti BRTI

Ombudsman: Harus Ada Pengganti BRTI

Must Read

Wujud Samsung Galaxy Tab A7 Lite Kembali Terungkap

Techbiz.id - Wujud Samsung Galaxy Tab A7 Lite semakin jelas. Bocoran kali ini mengungkapkan penampilan keseluruhan dari tablet Samsung...

Xiaomi Paparkan Makna Logo Barunya

Techbiz.id - Xiaomi resmi menggunakan logo baru sebagai identitas visual perusahaan yang mengusung filosofi timur dengan konsep desain...

Asus Hadirkan Proyektor LED H1, Lebih Tajam dan Terang

Techbiz.id - ASUS hmenghadirkan proyektor LED H1, dengan sumber cahaya terang - 3000 lumen LED,  yang memungkinkannya memproyeksikan visual...

Telkomsel Tawarkan Solusi Keamanan Perangkat Mobile

Techbiz.id - Telkomsel merilis kemitraan dengan perusahaan keamanan siber, Lookout, Inc yang menawarkan proteksi dan mendukung transformasi digital perusahaan di Indonesia...

Solusi Mencuci Pintar dengan Samsung Smart EcoBubble Washer

Techbiz.id - Samsung Electronics Indonesia menghadirkan solusi mencuci pakaian yang bersih sekaligus juga hemat daya dengan meluncurkan mesin cuci Samsung...

Techbiz.id – Menyusul dibubarkannya Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) oleh Presiden Joko Widodo, Ombudsman RI menlai harus ada pengganti Badan tersebut.

“Tak perlu badan, bisa berupa Tim Multi Pihak. Kemkominfo memfasilitasi kerja tim ini melalui suatu unit kerja khusus di kementerian kominfo,” ujar Alamsyah Saragih, Anggota Ombudsman RI.

- Advertisement -

Keberadaan pengganti BRTI ini menurut Alamsyah untuk mengakomodir mandat yang terdapat dalam pasal 5 UU 36 Tahun 1999 tentang telekomunikasi.

Baca juga: Pengamat: BRTI Bubar, Indonesia Balik Ke Masa Monopoli

“Untuk itu Lembaga yang dimaksud pada Pasal 5 UU Telekomunikasi dapat berupa Tim Multi Pihak yang difasilitasi oleh kementerian. Jauh lebih penting memikirkan bagaimana Tim tersebut difasilitasi berupa pembentukan unit kerja yang operasional,” imbuh Alamsyah.

Alamsyah juga mengingatkan, perlu dipertimbangkan aspek independensi dalam pengambilan keputusan. Ini yang menjadi dasar pembentukan selama ini dan merupakan ratifikasi dari kesepakatan internasional.

Saya kira yang terpenting adalah apakah pembubaran tersebut sudah melalui suatu kajian yang matang berikut mitigasinya. Sebaiknya hasil kajian tersebut disampaikan ke publik sehingga publik paham apa pilihan kebijakan pemerintah, dan apa mitigasinya,” tegas Alamsyah.

Baca juga: Jokowi Diminta Batalkan Pembubaran BRTI

Lebih lanjut, Alamsyah menilai selama ini BRTI bukan lembaga independen murni, masih merupakan bagian dari Pemerintah. Ini bisa dilihat dari struktur kelembagaa yang masih dipimpin oleh dirjen, ex officio.

“Kewenangan sebagai regulator memang ada di pemerintah. Keberadaan BRTI selama ini juga merupakan bagian dari Kementerian Kominfo, mengingat dipimpin langsung secara ex officio oleh Dirjen. Saya kira tak ada masalah,” pungkasnya.

Sementara itu, menyikapi pembubaran BRTI ini, senada dengan Ombudsman, Direktur Utama Smartfren Merza Fachys berharap mudah-mudahan akan ada badan yang menggantikan BRTI.

Sedangkan operator seluler lain seolah sepakat untuk tidak memberikan komentarnya. Seperti yang diungkapkan oleh Tri Indonesia dan XL Axiata yang semuanya menyatakan no comment

- Advertisement -

Artikel Terbaru

Inikah Wujud Ponsel Lipat Samsung Berikutnya?

Techbiz.id - Samsung dikabarkan menjadi salah satu vendor smartphone yang bersiap merilis ponsel lipat anyar tahun ini. Bocoran terbaru...

Artikel Terkait