Wednesday, April 21, 2021
Home News Sewa Jaringan Utilitas di Surabaya Dinilai Tidak Sesuai Aturan

Sewa Jaringan Utilitas di Surabaya Dinilai Tidak Sesuai Aturan

Must Read

Inikah Wujud Ponsel Lipat Samsung Berikutnya?

Techbiz.id - Samsung dikabarkan menjadi salah satu vendor smartphone yang bersiap merilis ponsel lipat anyar tahun ini. Bocoran terbaru...

Telkomsel Tawarkan Solusi Keamanan Perangkat Mobile

Techbiz.id - Telkomsel merilis kemitraan dengan perusahaan keamanan siber, Lookout, Inc yang menawarkan proteksi dan mendukung transformasi digital perusahaan di Indonesia...

Mengatur Rumah Pintar dengan SmartThings

Techbiz.id - Samsung Galaxy S21 Series 5G hadir dengan sederet fitur-fitur yang dapat mempersiapkan setiap penggunanya untuk masa depan....

Susul Apple dan Samsung, Huawei P50 Akan Tiba Tanpa Pengisi Daya

Techbiz.id - Huawei agaknya menjadi vendor smartphone dengan nama besar terbaru yang dilaporkan mempertimbangkan untuk membuang pengisi daya dari...

LinkAja Syariah Gelar Program Festival Ramadan 2021

Techbiz.id - Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, Layanan Syariah LinkAja memiliki program Festival Ramadan 2021 yang diharapkan dapat...

Techbiz.id – Penetapan sewa jaringan utilitas yang ditetapkan oleh Pemerinta Kota Surabaya dinilai berpotensi melanggar UU 28 tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah.

Hal tersebut disampaikan Ahmad Alamsyah Saragih, Komisioner Ombudsman Republik Indonesia. Dijelaskan Alamsyah, dalam pasal 128 ayat 2 disebutkan bahwa objek retribusi atau daerah dikecualikan dari pengertian pemakaian kekayaan daerah adalah penggunaan tanah yang tidak mengubah fungsi dari tanah tersebut.

- Advertisement -

Seperti diketahui, berdasarkan surat yang dikeluarkan pada akhir November lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tetap bersikukuh untuk melakukan penertiban jaringan utilitas yang terpasang di sepanjang jalan di Kota Pahlawan tersebut.

Pemkot Surabaya berdalih penertiban atau pemotongan jaringan utilitas tersebut lantaran para operator telekomunikasi yang menggelar jaringan fiber optic tidak membayar sewa kepada pemerintah kota.

Padahal pada awal November lalu Kementerian Dalam Negeri sudah melayangkan surat kepada Pemkot Surabaya. Berdasarkan surat 555/6146/SJ Kementrian Dalam Negeri sudah memerintahkan Pemkot untuk tidak melakukan perbuatan yang dapat menimbulkan gangguan layanan telekomunikasi dan broadband di Kota Surabaya.

Kementerian Dalam Negeri menginstruksikan agar Pemkot Surabaya dapat berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk menyelesaikan permasalahan sewa lahan ini. Kementrian Dalam Negeri tak ingin masalah penertiban ini menggangu transformasi digital yang tengah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo.

Selain itu surat dari Kementrian Dalam Negeri juga memerintahkan agar Pemkot Surabaya memberikan fasilitas atau kemudahan berusaha kepada penyelenggara telekomunikasi untuk melakukan pembangunan infrastktur telekomunikasi secara transparan dan tidak diskriminatif.

Kementrian Dalam Negeri juga memerintahkan Pemkot Surabaya berperan aktif untuk menyediakan fasilitas bersama infrastruktur pasif telekomunikasi dengan biaya terjangkau dan tetap memperhatikan infrastruktur telekomunikasi yang sudah beroperasi.

Ombudsman disampaikan Alamsyah mendukung surat Kementrian Dalam Negeri yang ditujukan ke Walikota Surabaya atas tindak lanjut surat ATSI. Ombudsman menilai penggenaan sewa atau retribusi yang dilakukan Pemkot Surabaya merupakan suatu kekeliruan yang fatal. Sewa itu ada unsur pendapatan yang sifatnya keuntungan.

“Menurut saya yang dilakukan Pemkot Surabaya aneh. Penyediaan layanan utilitas tidak seharusnya dikenakan sewa. Sebab PLN, PDAM, operator telekomunikasi dan penyelenggara gas melalui pipa melakukan pelayanan kepada publik dan mereka sudah membayar pajak ke pemerintah. Seharusnya Pemkot Surabaya dapat melihat UU 28 tahun 2009 secara cermat dengan mengutamakan fungsi pelayanan kepada masyarakat di Kota Surabaya,”ungkap Alamsyah.

Alamsyah melanjutkan, dalam penjelasan UU ini juga sangat jelas disebutkan penggunaan tanah yang tidak mengubah fungsi dari tanah antara lain pemancangan tiang listrik, telekomunikasi atau penanaman dan pembentangan kabel listrik atau telpon di tepi jalan umum. Yang merubah fungsi dari lahan itu menurut Alamsyah ketika tanah sebagai aset Pemda itu dibangun gedung

Berdasarkan UU Cipta Kerja, menurut Alamsyah seharusnya Pemkot Surabaya dan pemerintah daerah lainnya harus memberikan kemudahan berinvestasi bagi penyelenggara utilitas umum seperti penggelaran jaringan telekomunikasi yang dilakukan oleh operator. Bukan malah mempersulit dan menggenakan biaya yang tinggi. Jika Pemkot Surabaya dan daerah lain ingin menata jaringan utilitas, menurut Alamsyah seharusnya mereka mau membuatkan ducting bersama untuk seluruh penyelenggara utilitas umum. Seperti telekomunikasi, air,listrik dan gas alam.

“Karena ducting ini merupakan utilitas publik, setelah selesai dibuat Pemerintah Daerah harusnya operator telekomunikasi, listrik, air dan gas dapat memakai fasilitas tersebut dengan gratis. Sudah menjadi kewajiban Pemerintah yang menyiapkan sarana dan prasarana untuk kepentingan publik. Kalaupun ingin mengenakan sewa atau retribusi atas sarana dan prasarana yang disiapkan Pemerintah harganya harus diatur. Tujuannya agar tidak memberikan beban tambahan kepada masyarakat,” terang Alamsyah.

Jika Pemkot Surabaya tetap ngotot untuk melakukan penertiban jaringan utiilitas, Alamsyah meminta agar para operator penyelenggara utilitas publik yang dirugikan dapat mengirim surat ke Kementrian Dalam Negeri dan Gubernur untuk dapat melakukan review terhadap kebijakkan yang dibuat oleh Pemkot Surabaya. Selain itu penyelenggara utilitas tersebut juga dapat melakukan gugatan hukum ke pengadilan.

“Apa lagi dasar penertiban itu hanya dari Peraturan Walikota. Dan itu mudah sekali bagi Kementrian Dalam Negeri dan Gubernur melakukan review Peraturan Walikota Surabaya. Kalau tidak ada solusi ya harus dibawa ke Pengadilan supaya tidak berlarut-larut dan menjadi kontra produktif bagi rencana pemerintah Presiden Joko Widodo yang ingin segera melakukan transformasi digital,” pungkas Alamsyah.

- Advertisement -

Artikel Terbaru

Inikah Wujud Ponsel Lipat Samsung Berikutnya?

Techbiz.id - Samsung dikabarkan menjadi salah satu vendor smartphone yang bersiap merilis ponsel lipat anyar tahun ini. Bocoran terbaru...

Artikel Terkait