Wednesday, April 21, 2021
Home News Kominfo Diminta Pantau Operator dalam Pemberian Subsidi Pulsa

Kominfo Diminta Pantau Operator dalam Pemberian Subsidi Pulsa

Must Read

Mengatur Rumah Pintar dengan SmartThings

Techbiz.id - Samsung Galaxy S21 Series 5G hadir dengan sederet fitur-fitur yang dapat mempersiapkan setiap penggunanya untuk masa depan....

DEA Bangun Konten Entertainment Blockchain di Indonesia

Techbiz.id - Digital Entertainment Asset Pte Ltd (DEA), perusahaan blockchain entertainment yang berkantor pusat di Singapura, mengumumkan pembentukan aliansi...

OPPO A94 5G Meluncur dengan 48MP Quad Camera

Techbiz - Usai menghadirkan versi 4G, kali ini OPPO meluncurkan A94 dengan dukungan 5G. Bukan di Indonesia, perangkat ini...

Susul Apple dan Samsung, Huawei P50 Akan Tiba Tanpa Pengisi Daya

Techbiz.id - Huawei agaknya menjadi vendor smartphone dengan nama besar terbaru yang dilaporkan mempertimbangkan untuk membuang pengisi daya dari...

Asus Bakal Rilis Monitor Gaming Strix XG43UQ Bulan Depan

Techbiz.id - ASUS Republic of Gamers (ROG) mengumumkan bahwa Strix XG43UQ, monitor gaming HDMI 2.1 pertama di dunia, akan...

Techbiz.id – Ombudsman RI meminta Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI untuk memantau kualitas jaringan dan penawaran yang dilakukan operator selular dalam program subsidi pulsa untuk pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Komisioner Ombudsman RI, Ahmad Suadi, berharap sebaran jaringan operator telekomunikasi di seluruh daerah merata. Tujuannya agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan terbaik dari operator telekomunikasi.

- Advertisement -

Suadi meminta agar operator tidak jor-joran dalam memberikan penawaran kuota dalam program subsidi pulsa ini. Kominfo dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) diminta Ombudsman untuk dapat memantau tingkah polah operator yang jor-joran dalam penawaran kuota data ini.

“Kemendikbud fokus kepada pendidikan, penyaluran subsidi kuota data, dan perjanjiannya. Sedangkan Kominfo dan BRTI harus memantau pelayanan dari operator telekomunikasi, termasuk kualitas jaringan operator dan sinyal operator,” jelas Suadi.

Menurut Suadi, kualitas layanan operator perlu diawasi dalam program subsidi kuota data ini, sehingga penting diberikan reward and punishment bagi operator yang menjadi mitra Kemendikbud dalam program subsidi kuota data ini.

Kemendikbud disarankan Suadi dapat memasukkan satu klausul di dalam perjanjian kerjasama dengan operator, jika peserta didik atau guru tidak bisa mendapatkan layanan telekomunikasi yang baik, maka tak perlu dibayar.

“Reward and punishment ini sangat penting dalam program subsidi kuota di periode PJJ. Ini disebabkan subsidi kuota berkaitan dengan pendidikan anak dalam menciptakan SDM unggul dan menyangkut uang negara yang berasal dari APBN. Ombudsman menyarankan agar Kemenkominfo dan Kemendikbud dapat membuat kanal pengaduan,” tegas Suadi.

Jika pelayanan operator telekomunikasi yang menjadi mitra tidak baik, masyarakat bisa mengadukan ke kanal pengaduan yang dibuat Kemendikbud atau Kemenkominfo.

Masyarakat yang merasa dirugikan oleh operator yang tidak memberikan layanan prima pada program subsidi kuota data PJJ ini juga dapat lapor ke Ombudsman.

“Saya setuju sekali jika Kemendikbud tidak perlu membayar operator yang tidak bisa memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” kata Suadi.

Saat ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia tengah mengumpulkan data peserta didik dan guru yang akan mendapat bantuan kuota data dari pemerintah.

Karena data yang dikumpulkan belum lengkap, Kemendikbud melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menegah memperpanjang waktu penginputan data. Tenggat waktu yang seharusnya berakhir 31 Agustus 2020, diperpanjang hingga 11 September 2020.

- Advertisement -

Artikel Terbaru

Redmi K40 Gaming Edition Jadi Ponsel Gaming Berikutnya

Techbiz.id - Kelangkaan stock chip prosesor ternyata tidak mengurungkan niat Xiaomi untuk merilis ponsel gaming mereka yakni Redmi K40...

Artikel Terkait