Monday, May 10, 2021
Home News BRTI: Subsidi Kuota Data Hanya untuk PJJ

BRTI: Subsidi Kuota Data Hanya untuk PJJ

Must Read

Capai 500 Juta Unduhan, Call of Duty Mobile Bagikan Hadiah Gratis

Techbiz.id - Game multi-pemain, Call of Duty Mobile kini telah mencapai 500 juta unduhan. Prestasi ini diumumkan oleh Activision...

Susul Apple, OPPO Berencana Garap Mobil

Techbiz.id - Belakangan ini, beredar kabar bahwa sejumlah pabrikan smartphone tengah melirik industri otomotif, seperti halnya Apple. Kini, Oppo...

Indosat Tambah Kapasitas Jaringan 4G Berkualitas Video

Techbiz.id – Untuk mendukung upaya pemerintah mengendalikan penyebaran Covid-19. Indosat Ooredoo menambah kapasitas jaringan 4G berkualitas video miliknya untuk...

Microlens OPPO Find X3 Pro Mampu Memotret Seperti Mikroskop

Techbiz.id - Kamera makro smartphone pada umumnya mampu memperbesar tampilan subjek yang akan difoto (zoom) sekitar dua kali lipat...

JD.ID Perluas Produk Makanan dengan Matahari

Techbiz.id - Menjelang Idul Fitri di tengah perayaan Ramadhan di tengah situasi Covid-19 saat ini, PT. Matahari Putra Prima...

Techbiz.id – Badan Regulator Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menegaskan agar program subsidi kuota data yang digagas Kemneterian Pendidikan dan Kebudayan harus dipastikan digunakan hnaya untuk Pembelajaran Jarak Jauh.

Himbauan tegas BRTI ini disampaikan menyusul adanya wacana agar subsidi kuota data yang diberikan pemerintah tersebut dapat dipergunakan untuk mengakses seluruh layanan dan situs yang ada di dunia maya.

- Advertisement -

Menurut Agung Harsoyo Komisioner BRTI, sejatinya subsidi kuota data ini diberikan pemerintah untuk membantu proses belajar mengajar.

Baca juga: Kominfo Diminta Pantau Operator dalam Pemberian Subsidi Pulsa

“Kuota yang diberikan oleh pemerintah harus tepat sasaran dan dapat dipergunakan untuk mendukung Program PJJ. Seharusnya dipergunakan untuk mengakses situs-situs yang mendukung Program PJJ, bukan untuk mengakses yang di luar Program PJJ,” kata Agung.

Selain tak sesuai dengan filosofi dan tujuan awalnya, penggunaan subsidi kuota data untuk mengakses seluruh layanan dan situs yang ada di dunia maya, menurut Agung akan membuat industri telekomunikasi semakin terpuruk. Jika ini dilakukan maka akan terjadi komoditisasi subsidi kuota PJJ.

“Subsidi kuota yang bisa dipakai untuk akses seluruh situs juga akan berpotensi mengganggu kompetisi. Sebab harga subsidi kuota data untuk PJJ ini di bawah harga yang saat ini ada di pasar. Jangan sampai ada perspektif di masyarakat bahwa harga internet di Indonesia itu Rp1.000 per giga,” terang Agung.

Harga kuota data yang lebih murah dari harga pasar mungkin saja diberikan oleh operator telekomunikasi. Lanjut Agung, operator telekomunikasi dapat memberikan harga yang lebih murah ketika melakukan promosi. Atau memang seperti saat ini, di mana operator telekomunikasi diminta untuk membantu program pemerintah dalam melaksanakan program nasional dalam mendukung PJJ.

Ketika ditanya mengenai penggunaan layanan video streaming seperti YouTube, Facebook, atau Instagram yang juga dipakai untuk mendukung Program PJJ, Agung mengatakan bahwa saat ini Kemenkominfo dan BRTI berencana mengundang penyedia layanan video streaming Over the Top (OTT) tersebut untuk dapat mendukung Program PJJ. Kemenkominfo dan BRTI akan meminta penyelenggara platform digital tersebut agar dapat membuatkan subdomain khusus layanan atau kegiataan pendidikan.

“Subdomain itu bisa mempermudah operator dan Kemendikbud untuk dapat memastikan bahwa domain tersebut diperuntukkan dalam mendukung Program PJJ. Selain itu subdomain juga diharapkan akan mempermudah siswa didik dalam mencari konten pendidikan di platform digital tersebut,” kata Agung.

- Advertisement -

Artikel Terbaru

Cara Bikin Konten dengan Budget Terbatas

Techbiz.id - Samsung Indonesia menghadirkan kampanye Tetap Semangat Indonesia melalui program Be A Galaxy Creator sebagai wadah berkreasi guna mendorong kreativitas yang didukung...

Artikel Terkait