Tuesday, January 19, 2021
Home News Industri Telekomunikasi Perlu Waspada Hadapi 2021

Industri Telekomunikasi Perlu Waspada Hadapi 2021

Must Read

10 Langkah Menjadi Investor di Platform P2P Lending

Techbiz.id - Berdasarkan data di Statistik Fintech Lending Otoritas Jasa Keuangan (OJK) November 2020, jumlah rekening lender (pemberi pinjaman...

Telkomsel Pulihkan Jaringan Telekomunikasi di Majene

Techbiz.id - Telkomsel terus berupaya maksimal untuk dapat memulihkan jaringan layanan telekomunikasi akibat bencana gempa bumi berkekuatan 6,2 Magnitudo...

Samsung Kenalkan Exynos 2100, Prosesor 5G Tercanggih

Techbiz.id - Samsung Electronics mengumumkan Exynos 2100 yang merupakan prosesor seluler premium terintegrasi 5G pertama yang dibuat dengan 5-nanometer...

Mudahkan Penggunanya, Fitur Dana Bisnis Diperbarui

Techbiz.id - Mengawali tahun 2021, DANA kembali melakukan pembaruan pada fitur DANA Bisnis. Pengembangan fitur ini bukan saja untuk...

Tahun 2021, vivo V20 Berikan Harga Baru

Techbiz.id - vivo V20 menjadi varian terkini dari jajaran V-Series di Indonesia. Kini, mulai tanggal 13 Januari 2021, konsumen...

Techbiz.id – Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) mengungkap Tren yang bakal terjadi dalam industri telekomunikasi pada tahun 2021 dalam laporan ‘Indonesia ICT Industry Outlook 2021’.

Dalam laporannya tersebut, Mastel mengingatkan operator telekomunikasi untuk mewaspadai kompetisi tidak sehat yang terjadi saat ini.

- Advertisement -

Ketua Umum MASTEL Kristiono menjelaskan, meski diprediksi tumbuh 5,3% pada 2021, beban investasi berpotensi menghambat pertumbuhan industri. Saat ini, harga paket data di Indonesia hanya di kisaran USD0,4 per gigabit, menjadi yang terendah kedua di dunia. Padahal, peningkatan konsumsi rata-rata paket data mencapai 87% pertahun.

Pada gilirannya, kondisi ini akan menekan arus kas perusahaan dan berpotensi menggerus EBITDA margin yang turun 5% dibandingkan 10 tahun lalu. Return on Invested Capital juga menurun secara signifikan menjadi hanya 1% di 2019 dari sebelumnya 7% pada 2009.

“Tren seperti ini akan menghambat pembangunan infrastruktur yang sangat esensial untuk mengembangkan ekonomi digital,” ujarnya.

Di sisi lain, harapan baru dari Undang-Undang Cipta Kerja patut ditunggu. Undang-Undang baru ini akan mengatur ketentuan infrastructure sharing baik pasif maupun aktif serta menetapkan batas tarif bawah dan tarif atas. Jika berhasil diterapkan dengan baik, efisiensi investasi dan biaya operasional operator telekomunikasi bisa dicapai hingga naik 40% tanpa harus mengorbankan kualitas layanan.

Tren cerah diperlihatkan klaster industri platform dan aplikasi yang diprediksi tumbuh signifikan. Industri data center diperkirakan melonjak dua kali lipat dari total kapasitas 53 megawatt (MW) di 2020 menjadi 120 MW di tahun depan. Kendati demikian, industri cloud computing lokal justru kian mendung akibat persaingan ketat para pemain asing.

Hal senada juga akan terjadi di sektor internet of thing (IoT) yang diperkirakan mencapai 400 juta perangkat pada 2022 dengan pangsa pasar Rp444 triliun di Indonesia.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

realme Konfirmasi Kehadiran Watch S Pro

Techbiz.id - realme memulai strategi Leap to 2021 untuk menjadi No. 1 AIoT Choice di dunia dan Indonesia dengan...

Artikel Terkait