Rabu, September 29, 2021
Beranda DigiBiz DEA Bangun Konten Entertainment Blockchain di Indonesia

DEA Bangun Konten Entertainment Blockchain di Indonesia

Must Read

Huawei Matepad 11 Siap Debut 6 Juli 2021

Techbiz.id - Rumor mengenai peluncuran perdana dari Huawei Matepad 11 akhirnya terjawab sudah. Perusahaan mengonfirmasi tablet Huawei akan memulai...

MII Sediakan Solusi Digital Dukung Program BI FAST

Techbiz.id - Sejak diluncurkan awal tahun 2021, PT Mitra Integrasi Informatika (MII), salah satu entitas anak PT Metrodata Electronics...

Alibaba Business School Gelar Netpreneur Training Virtual

Techbiz.id -Alibaba Business School akan meluncurkan program Netpreneur Training secara virtual yang pertama di Indonesia, bekerja sama dengan Kamar...

Kofax Tawarkan Automasi Cerdas Penanganan Utang Dagang

Techbiz.id - Pemasok perangkat lunak Automasi Cerdas, Kofax mengumumkan inovasi berkelanjutan di seluruh portofolio solusi tagihan dan utang dagang miliknya,...

Canggih, Xiaomi Bakal Rilis 3 Smartphone Andalan dengan Snapdragon 888?

Techbiz.id - Xiaomi kabarnya siap menggebrak pasar smartphone. Brand teknologi itu dilaporkan bakal merilis 3 model smartphone andalan sekaligus. Menurut...

Fitbit Bakal Tambahkan Fitur untuk Mendeteksi Dengkuran

Techbiz.id - Fitbit mencoba untuk berinovasi dengan menambahkan fitur yang berbeda dari biasanya, yakni fitur pendeteksi suara dan dengkuran...

Techbiz.id – Digital Entertainment Asset Pte Ltd (DEA), perusahaan blockchain entertainment yang berkantor pusat di Singapura, mengumumkan pembentukan aliansi modal dan bisnis secara terpisah dengan dua perusahaan besar di Jepang untuk mengembangkan konten hiburan blockchain dan memperluas bisnis blockchain game miliknya di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Didukung pembiayaan dari JA Mitsui Leasing, DEA akan mengembangkan proyek revitalisasi regional yang berfokus pada NFT, teknologi blockchain, dan bisnis hiburan (entertainment), di Jepang dan di kawasan Asia Tenggara.

Kedua perusahaan juga berencana untuk memulai bisnis hiburan yang menargetkan pengguna di wilayah tersebut dan pada gilirannya, mempromosikan penawaran DEA di bidang NFT, game, dan hiburan.

Baca juga: BNI Gunakan Blockchain untuk Kirim Uang

Selain itu, perusahaan juga bermitra dengan agensi konten kreatif Creek & River Co., Ltd., salah satu perusahaan tertua di bisnis ‘creator agency’ di Jepang yang berfokus pada pengembangan video, konten game, konten situs web, periklanan, dan penerbitan.

Creek & River sendiri terdaftar di Bursa Efek Tokyo dan mengelola lebih dari 80.000 kreator konten dan artis di Jepang, Korea Selatan, Cina, dan AS, dengan jaringan lebih dari 1.000 rumah produksi.

Lebih lanjut, Creek & River juga merupakan agensi kreatif yang mengelola artis virtual reality terbaik seperti Aimi Sekiguchi, yang memiliki karya seni “Alternate Dimension” yang dijual dengan harga mengesankan sebesar 13 juta Yen atau senilai lebih dari 1,7 miliar rupiah, di layanan lelang NFT oleh OpenSea pada 25 Maret lalu.

DEA dan Creek & River akan bekerja sama untuk melibatkan seniman global dan kreator konten ke platform game PlayMining milik DEA, dengan tujuan utama pada pembuatan konten NFT dan blockchain. Kedua perusahaan juga akan fokus pada peningkatan status ekonomi artis dan kreator konten lainnya, melalui perlindungan hak cipta atas karya mereka menggunakan smart contract dan teknologi blockchain.

Mekanisme ini akan memastikan sistem yang adil dan komprehensif di mana artis yang berkontribusi pada PlayMining akan menerima insentif yang sesuai dengan pekerjaan mereka.

Perusahaan juga berencana untuk mengembangkan game blockchain baru dan aset seni digital NFT yang dapat digunakan dalam game online DEA yang sudah ada dan yang baru akan dirilis.

“Kami senang dapat membentuk kerjasama dengan JA Mitsui Leasing dan Creek & River yang memanfaatkan kekuatan dan keahlian semua pihak. Kemitraan dengan JA Mitsui Leasing sangat strategis dalam membantu kami memperluas NFT, teknologi blockchain, dan bisnis hiburan di Asia Tenggara, serta terus menawarkan konten yang menarik dan inovatif kepada basis pengguna kami,” ungkap Co-CEO DEA, Naohito Yoshida.

Yoshida menambahkan bahwa DEA memiliki rencana ambisius untuk terus memperluas operasi bisnisnya di Asia Tenggara dan memperoleh satu juta pengguna pada akhir April 2021.

Saat ini, DEA memiliki lebih dari 800.000 pengguna terdaftar di platformnya dan berencana untuk mendapatkan lebih dari 100 juta pengguna dalam tiga hingga lima tahun ke depan. DEA juga akan terus mengembangkan dan meluncurkan game baru yang menarik dengan para partner aliansinya.

Indonesia menjadi salah satu pasar terpenting bagi DEA untuk mengembangkan bisnisnya, sebab memiliki pangsa pasar cukup besar untuk smartphone game yang nilainya mencapai 30 miliar yen atau setara 4,02 triliun rupiah, dan masih akan terus tumbuh.

Selain itu, hampir 65% pengguna platform DEA berasal dari Indonesia. Ke depan, perusahaan berencana untuk berkolaborasi dengan artis dan selebriti Indonesia untuk membangun dan menyediakan NFT, serta mengembangkan game melalui kemitraan dengan perusahaan lokal agar memenuhi karakteristik yang digemari pasar di Indonesia.

Terkait

Artikel Terkait

Terbaru

Vivo X70 Pro Siap Hadir di Indonesia

Techbiz.id - Vivo X70 Pro dipastikan akan segera menyambangi pasar smartphone Indonesia. Hal ini diumumkan langsung oleh Vivo Indonesia,...