Saturday, May 8, 2021
Home DigiBiz DEA Bangun Konten Entertainment Blockchain di Indonesia

DEA Bangun Konten Entertainment Blockchain di Indonesia

Must Read

Smartphone Gaming Infinix Hot 10S Resmi Dirilis

Techbiz.id - Infinix kembali memberi gebrakan lewat rilis produk teranyarnya dari seri HOT dengan merilis smartphone gaming kolaborasi dengan...

Siap-siap, Galaxy Z Flip3 Bakal Dijual Lebih Murah

Techbiz.id - Rumor mengenai penerus Galaxy Z Flip terus bergulir. Kali ini, giliran bocoran harga Galaxy Z Flip3 yang...

Samsung Galaxy Z Fold3 Muncul dengan Pengisian Cepat 25W

Techbiz.id - Samsung diketahui tengah mempersiapkan penerus Galaxy Z Fold2. Perangkat bernama Galaxy Z Fold3 itu kini telah lolos...

OPPO Ajak Warga Dunia Berbagi Momen 1 Miliar Warna

Techbiz.id - OPPO memperkenalkan 2121 Future Photography Project yaitu sebuah kampanye yang mengajak masyarakat di seluruh dunia untuk mengabadikan...

Aplikasi CommBank Mobile Bisa Atur Rencana Keuangan

Techbiz.id - Bank Commonwealth meluncurkan aplikasi perbankan barunya CommBank Mobile, untuk memenuhi kebutuhan keuangan sehari-hari dan membantu dalam mengelola...

Techbiz.id – Digital Entertainment Asset Pte Ltd (DEA), perusahaan blockchain entertainment yang berkantor pusat di Singapura, mengumumkan pembentukan aliansi modal dan bisnis secara terpisah dengan dua perusahaan besar di Jepang untuk mengembangkan konten hiburan blockchain dan memperluas bisnis blockchain game miliknya di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Didukung pembiayaan dari JA Mitsui Leasing, DEA akan mengembangkan proyek revitalisasi regional yang berfokus pada NFT, teknologi blockchain, dan bisnis hiburan (entertainment), di Jepang dan di kawasan Asia Tenggara.

- Advertisement -

Kedua perusahaan juga berencana untuk memulai bisnis hiburan yang menargetkan pengguna di wilayah tersebut dan pada gilirannya, mempromosikan penawaran DEA di bidang NFT, game, dan hiburan.

Baca juga: BNI Gunakan Blockchain untuk Kirim Uang

Selain itu, perusahaan juga bermitra dengan agensi konten kreatif Creek & River Co., Ltd., salah satu perusahaan tertua di bisnis ‘creator agency’ di Jepang yang berfokus pada pengembangan video, konten game, konten situs web, periklanan, dan penerbitan.

Creek & River sendiri terdaftar di Bursa Efek Tokyo dan mengelola lebih dari 80.000 kreator konten dan artis di Jepang, Korea Selatan, Cina, dan AS, dengan jaringan lebih dari 1.000 rumah produksi.

Lebih lanjut, Creek & River juga merupakan agensi kreatif yang mengelola artis virtual reality terbaik seperti Aimi Sekiguchi, yang memiliki karya seni “Alternate Dimension” yang dijual dengan harga mengesankan sebesar 13 juta Yen atau senilai lebih dari 1,7 miliar rupiah, di layanan lelang NFT oleh OpenSea pada 25 Maret lalu.

DEA dan Creek & River akan bekerja sama untuk melibatkan seniman global dan kreator konten ke platform game PlayMining milik DEA, dengan tujuan utama pada pembuatan konten NFT dan blockchain. Kedua perusahaan juga akan fokus pada peningkatan status ekonomi artis dan kreator konten lainnya, melalui perlindungan hak cipta atas karya mereka menggunakan smart contract dan teknologi blockchain.

Mekanisme ini akan memastikan sistem yang adil dan komprehensif di mana artis yang berkontribusi pada PlayMining akan menerima insentif yang sesuai dengan pekerjaan mereka.

Perusahaan juga berencana untuk mengembangkan game blockchain baru dan aset seni digital NFT yang dapat digunakan dalam game online DEA yang sudah ada dan yang baru akan dirilis.

“Kami senang dapat membentuk kerjasama dengan JA Mitsui Leasing dan Creek & River yang memanfaatkan kekuatan dan keahlian semua pihak. Kemitraan dengan JA Mitsui Leasing sangat strategis dalam membantu kami memperluas NFT, teknologi blockchain, dan bisnis hiburan di Asia Tenggara, serta terus menawarkan konten yang menarik dan inovatif kepada basis pengguna kami,” ungkap Co-CEO DEA, Naohito Yoshida.

Yoshida menambahkan bahwa DEA memiliki rencana ambisius untuk terus memperluas operasi bisnisnya di Asia Tenggara dan memperoleh satu juta pengguna pada akhir April 2021.

Saat ini, DEA memiliki lebih dari 800.000 pengguna terdaftar di platformnya dan berencana untuk mendapatkan lebih dari 100 juta pengguna dalam tiga hingga lima tahun ke depan. DEA juga akan terus mengembangkan dan meluncurkan game baru yang menarik dengan para partner aliansinya.

Indonesia menjadi salah satu pasar terpenting bagi DEA untuk mengembangkan bisnisnya, sebab memiliki pangsa pasar cukup besar untuk smartphone game yang nilainya mencapai 30 miliar yen atau setara 4,02 triliun rupiah, dan masih akan terus tumbuh.

Selain itu, hampir 65% pengguna platform DEA berasal dari Indonesia. Ke depan, perusahaan berencana untuk berkolaborasi dengan artis dan selebriti Indonesia untuk membangun dan menyediakan NFT, serta mengembangkan game melalui kemitraan dengan perusahaan lokal agar memenuhi karakteristik yang digemari pasar di Indonesia.

- Advertisement -

Artikel Terbaru

Apple Watch Bakal Bisa Deteksi Kadar Gula dan Alkohol dalam Darah

Techbiz.id - Apple terus meningkatkan fitur kesehatan di perangkat Apple Watch miliknya. Jam tangan pintar generasi berikutnya dikabarkan bakal...

Artikel Terkait